.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Materi Ceramah : Kutiba !

Seperti kebanyakan anak kecil yang mendapat tugas dari Guru Agama, Pedro mengikuti ceramah antara shalat isya dan tarawih untuk mengisi buku kegiatan ramadhan. Terkadang pula dia mencatat materi kultum setelah subuh, di masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

“Nak, ceramah tadi mbahas tentang apa?” Tanya Paijo, bapaknya si Pedro.

“Judulnya Kutiba, Pak !” Pedro menjawab dengan mantab.

Besoknya, Paijo bertanya pada Pedro dengan pertanyaan yang sama.

“Judulnya Kutiba, Pak !” Pedro memperlihatkan tanda tangan penceramah yang tadi memberi materi kutiba pada Bapaknya.

Besoknya lagi, Paijo kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.

“Judulnya Kutiba, Pak !”

“Kok, dari kemarin Ceramahnya kutiba terus?” Paijo penasaran,”Lha memangnya penceramahnya siapa?”

“Ustadz Kutiba, Pak”

“@#%^!%@&”

 

–##–

 

            Sepertinya Anda bisa menebak apa yang akan saya bahas pada tulisan ini. Pembaca blog ini biasanya orang-orang cerdas. Bahkan yang belum cerdas menjadi cerdas atau mendekati cerdas setelah membaca blog ini. Hehe.

            Kembali ke cerita singkat tentang Pedro dan Paijo, Bapaknya. Mungkin Anda mengalami juga. Kutiba disini maksudnya adalah surat Al Baqarah ayat 183 yang sudah hafal di luar kepala sejak SD, waktu kita masih segedhe si Pedro. Hampir selalu begitu, semua membahas kutiba, mulai dari ceramah subuh, kajian jelang buka puasa, hingga ceramah sebelum tarawih. Indonesia benar-benar negara paling banyak ceramahnya di muka bumi, lebih-lebih ketika bulan ramadhan.

            Sedikitpun saya tidak bermaksud merendahkan ayat 183, atau ceramah dengan tema kutiba. Suerr!

            Momen Ramadhan merupakan saat dimana di masjid terjadi kemunduran shaf. Shafnya makin banyak jadinya makin mundur. Maksudnya makin banyak jamaah yang datang ke masjid. Berlipat-lipat dari jumlah jamaah biasanya, di luar ramadhan. Hingga penuh. Bahkan sering sampai di halaman masjid. Ini fakta, dan terjadi di mana-mana. Yang biasanya tidak pernah ke masjid jadi ke masjid. Yang biasanya ke masjid hanya ketika Jumatan, jadi hampir tiap malam datang untuk tarawih.

Jumlah ceramah juga meningkat dan dengarkan oleh para jamaah yang banyak itu. Akan sayang sekali jika momen ini tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Materi tentang keutamaan puasa, atau fikih puasa porsinya jangan berlebihan. Cukup hari pertama dan kedua saja. Bahkan akan lebih baik lagi kalau materi tersebut disampaikan sebelum masuk Ramadhan. Ibarat mau perang sudah mempelajari medan, mengetahui musuh dan menyusun strategi. Bukan sudah di medan perang baru belajar megang pedang.

Nah, hari-hari berikutnya bisa diisi dengan materi keislaman dengan tema lain. Tentang aqidah, tentang sejarah peradaban islam, tentang fikih-fikih lain, tentang tatacara beribadah, tentang esensi ajaran islam, dan sebagainya.

Tentang aqidah misalnya. Ada banyak berhala-berhala masa kini yang harus dihancurkan. Berhala duniawi yang seringkali dituhankan. Tontonan-tontan di televisi misalkan, membuat pengikutnya menduakan Allah. Berhala uang dan kekuasan, yang memicu terjadinya korupsi dengan berbagai level. Korupsi kelas kakap hingga kelas teri.

Umat islam juga perlu mengetahui sejarah peradaban agamanya. Sejarah islam di dunia, juga di Indonesia. Tidak sedikit yang tahu bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah dipelopori oleh para ulama’. Dari belajar sejarah ini, umat islam jadi tahu bagaimana estafet perjuangan ini berasal dan kemana dilanjutkan. Belajar dari kegagalan yang telah terjadi untuk tidak diulangi, belajar dari keberhasilan untuk diteladani.

Eits, jangan salah. Masih banyak umat islam yang belum tahu tatacara bersuci. Ustadz Subchi Al Bughuri pernah bercerita kepada saya dalam suatu kesempatan, ada artis yang cerita kepada beliau.

“Ustadz, Alhamdulillah haidnya sudah selesai. Jadinya bisa puasa lagi nih”

“Sudah mandi besar belum?”

“Lho, memangnya harus mandi ya? Kirain hanya keramas? Kalau keramas sudah, malahan krimbat juga”

Ustadz Subchi tepok jidat! Terus dijelaskanlah pada si si Artis tentang cara bersuci.

Bersuci saja Bab nya banyak. Wudhu, tayamum, mandi junub, tentang najis dan cara mensucikannya. Bahkan sekedar “cebok” saja ada caranya biar najisnya tidak malah menyebar. Itu baru bersuci, belum yang lainnya. Cara merawat jenasah, menyembelih hewan, itu juga penting. Seorang kawan bahkan pernah menemukan kampung tidak jauh dari puncak merapi dimana shalat berjamaahnya pria dan wanita satu shaff. Serius. Itu ada. Mereka baru tahu setelah rombongan kawan saya ini menjelaskan yang cara benar.

Islam itu agama perubahan, agama perlawanan pada kebatilan, pada kedzoliman dengan menegakkan tauhid. Bahkan perang Badar dan berbagai perang lainnya, hingga fathu mekah juga terjadi di bulan Ramadhan. Maka sangat perlu jika ceramah diisi dengan tema Jihad Melawan Korupsi !, misalkan. Atau jihad melawan kebodohan, kemiskinan, dan lainnya. Sehingga islam tidak hanya berhenti pada ceramah saja.

Alangkah bagusnya ketika seusai ramadhan, terjadi perubahan yang luar biasa pada umat islam. Yang radikal, kata mas Eko Prasetyo. Bukannya la’allakum tattaqun artinya semoga bertaqwa. Taqwa merupakan goal dari puasa. Dan tidak disebut takwa ketika tidak ada aksi/perbuatan/amal.

Yogya, 25-7-2012
5 Ramadhan 1433 H (Versi Pemerintah)
6 Ramadhan 1433 H (Versi Muhammadiyah)

3 comments on “Materi Ceramah : Kutiba !

  1. agung
    27 Juli 2012

    Judul ap OMM

  2. aan
    13 Januari 2013

    hehe,…ada2 aja..

  3. zumri
    4 Maret 2013

    aslm. salam kenal akhii. materinya bagus banget. bagi yang mau berpikir. ini adalah realita

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25 Juli 2012 by in opini, sepotong episode.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.086 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: