.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Di dalam Kereta, Kuperpanjang Umurku

Jam tangan hitam yang selalu melingkar di tangan kiriku menunjukkan pukul 18.20. Sudah 20 menit aku duduk di atas kursi panjang yang tidak empuk tapi nyaman, di dalam perut besi kuning yang melaju ini. Prameks tampak sepi, satu gerbong yang biasanya penuh kini hanya dihuni 10 orang. Ada yang duduk slonjor, ada yang bersila di atas kursi, aku sendiri bermain laptop, setelah td solat magrib smbil duduk & tilawah sebentar.

Sambil menunggu sampe Lempuyangan, aku kan coba berbagi pada kalian kawan tentang perjalananku yang sering kulakukan. Semoga ada hikmah yang bisa diambil.

Ada kawan yang pernah bilang padaku ketika aku makan di warung makan langgananku, warung bambu antara kosku dan MPR (Masjid Pogung Raya). Waktu itu mau buka puasa, aku sempat bercanda dengan Mbak yang jual disana. Aku kenal dia, wong aku pelanggan setia. Bercanda sebentar yang menghasilkan tawa antara kami. Kawanku bilang, “ Wan, antum (baca:kamu) itu sama siapa aja akrab ya!”. Entah apa yang ia maksud, mau nyidir, apa muji, apa entahlah. Yang jelas aku mendengar pengakuan dari seseoarang tentang diriku : Mudah akrab ama siapa aja.

Kemarin aku pulang naik kereta ekonomi. Tau sendiri kan kalo naik kereta ekonomi gimana suasananya. Sangat “pro rakyat”. Tapi agaknya aku agak beruntung, kali ini tidak sepenuh biasanya, tidak se”sumpek” biasanya. Tempat duduk penuh, aku coba minta izin seorang pria muda untuk duduk di sebelahnya, walau Cuma pojoknya aja. “Boleh duduk sini mas?Kalo ganggu, ga boleh jg ga papa”. Akhirnya aku duduk di sampingnya, tempat duduk yang seharusnya untuk 2 orang, jadi 3 orang deh.

Aku mulai basa-basi sedikit dengan 4 orang di sampingku & depanku. Tak lama kemudian, aku bisa ikut larut dalam obrolan orang yang usianya lebih tua dariku. Pria yang di sampingku ternyata mau ke Cikampek, ia kerja di perusahaan motor sudah 2 tahun di bagian Unit Control. Aku keluarkan buku yang kupinjam dari adikku (adik di kampus), buku Mekanika fluida. Ia berkomentar tentang materi yang aku baca. Jadilah kita ngobrol tentang viskositas, tentang oli, tentang hidrolika, dll. Aku jd sedikit malu, wong ga paham yang diobrolin. Selidik punya selidik, ternyata ia lulusan ATMI & sekarang di perusahaannya kerjanya keliling Indonesia dari ujung barat sampe ujung timur, Setahun sekitar 3 x pergi ke luar negeri. Kami ngobrol seperti udah kenal lama. Ketika awal melihat, tak sedikitpun mengira kalo orang disampingku tu orang hebat. Dengan menggali ilmu & pengalamannya, aku jadi merasa masih sangat bodoh. Beruntung kali aku bisa kenalan. Akhirnya, sebelum turun aku minta nomor Hapenya.
“Kalo maen ke Kerawang, hubungi aku aja. Ntar tak ajak jalan-jalan”

Yah, itulah satu dari sekian orang yang kukenal di perjalanan. Kadang orang sungkan untuk berkenalan dengan asing di dekatnya, jangankan kenalan, menyapa aja tidak. Mungkin itu tidak berlaku bagiku. Ga peduli tua muda, pria wanita, bapak-ibu, bahkan adek2pun kadang ku ajak becanda di kereta.

Beberapa pekan yang lalu dapat kenalan di pramex ama Mahasiswi Universitas Malang, yang mo main ke Madiun. Pas maen ke Madiun naik bus, dapet kenalan Mahasiswi IKIP Madiun. Kenalan ga sekedar kenalan, kami saling berbagi pengalaman. Ngobrol apa yg bisa diobrolkan. Aku jadi tahu banyak karakter orang & pola pikirnya.

Oya, Buat kalian yang pernah nonton Film KSM (Ketika Syuro Memanggil) produksi Rajas, ada adeganku yang ngobrol sama seorang bapak2. Itu sebenernya tanpa skenario, bapak2nya ga tau kalo lagi syuting. Kalo mau tau nih, awal kami bisa ngobrol gara2 aku perhatikan beliau kehabisan pulsa, trus tak tolong deh. “Pak, butuh pulsa? Bisa beli di saya pak”. Bapaknya terima kasih banget sama aku. Aku untung, bapaknya juga untung. Senengnya..

Pernah pas naek kereta ekonomi mau ke Kutoarjo, ngobrol ama bapak2 yang duduk di depanku. Bersama anaknya, aku mengira ia orang yang (maaf) menengah ke bawah. Bajunya kaos oblong, celananya kolor, & sandal jepit. Ketika awal kutanya mau kemana, ia jawab mau ke Ngandong (nama daerah), jalan2. Setelah ngobrol agak lama, akhirnya bisa terungkap kalo ia bukan sembarang orang. Aku tertipu dengan penampilannya. Ternyata ia pemilik usaha percetakan (sebagian besar plastik bungkus makanan) yang punya pegawai hingga 9 orang. Ia ke Ngandong ternyata mau ketemu pelanggannya, mau bisnis bung !. Lagi ngobrol, ada petugas restoKA yang jual nasi goreng 6 ribu (buatku mahaall). Eh, paknya beli 2 buat anaknya (dia bawa 2 anaknya yg masih kecil), aku juga ditawarin lagi. Untuk kesekian kalinya aku dapat pelajaran yg ga bisa diperoleh di bangku sekolah. Sebelum berpisah aku minta kartu nama (+no HaPe), biar kapan2 bisa nyambung silaturahim. Itulah kebiasaanku.

Ada keasyikan tersendiri ketika bisa menambah perbendaharaan orang yang kita kenal. Bukankah kita diciptakan berbangsa2 & bersuku2 untuk saling mengenal? Apalagi masih satu suku & satu bangsa. Kata Rosul, silaturahim bisa memperpanjang umur & menambah rejeki (kalo ga salah, jodoh juga rejeki, ^^). Ngapain Cuma bengong, ngalamun, apalagi Cuma tidur sambil memproduksi iler di kereta ato bis. Sadar dong Coy, banyak orang yang belum kita kenal, banyak karakter manusia yang bisa kita pelajari, banyak pengalaman yang belum kita timba, banyak pelajaran yang belum kita gali, banyak ilmu yang belum kita cerna. Semua sudah tersedia di depan mata, kita bisa ambil dimana saja & kapan saja. Bukankah yang untung juga kita. Lalu bisa kita bagikan pada yang lainnya deh. Duh Indahnya.

Mau panjang umur & tambah rejeki, ayo silaturahmi. Bodoh sekali kalau kamu ga mau. Aku si ga mau jadi orang bodog. Di dalam kereta, ku perpanjang umurku. (Ni judulnya udah kesebut, berarti udah mau selesai)

Wadoh, kayaknya udah hampir sampe Stasiun Lempuyangan nih, udah dulu ya! Soir kalo tulisannya kacau, ga runtut, ga nyambung, agak ruwet. Maklum, mungkin efek virus “Mekanika Fluida” yang besok pagi akan mencapai klimaksnya.Ujian bro, minta doanya ya !! Moga bermanPaat. Mbakku tersayang kayaknya udah nunggu di depan stasiun nih. Bye bye…

Pramex, 14 April 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 April 2010 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: