.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

SMS Spesial

Kawan, aku ingin bertanya padamu. Pernahkah kamu mendapat sms special yang membuatmu sangat terkesan, tak pernah bisa dilupakan, & masih tersimpan hingga sekarang?? Aku yakin, sebagian besar kalian menjawab, Pernah. Entah dari siapa, isinya tentang apa, udah berapa lama sejak dari sekarang, yang jelas itu sms istimewa. Bahkan mungkin sangat istimewa.

Aku ingin bercerita pada kalian, beberapa waktu yang lalu ketika aku ulang tahun (milad / birthday) banyak sekali ucapan selamat & do’a – do’a yang diberikan untukku. Seharian sms banyak yang masuk, Wall di FB juga berisi kalimat yg tidak jauh beda. “Hepi Bledeys”, “Met milad”, “Moga sukses selalu”, dan banyak kata2 indah lainnya. Teman2, SMP, SMA, Kuliah. Sobat di Kampung, di Kos, di Masjid, di Kelas, di dunia Maya. Saudara2 seperjuangan, ikhwan, akhwat. Para fans, fans berat, fans ringan, fans2an (kalo yg ini ngaco). Semua mengucapkan kata2 itu. Aku tersadar, ternyata banyak yang sayang aku. Terima kasih kawan. Aku juga sayang kalian.

Diantara banyaknya sms yg masuk di inbox HaPeku, ada SMS special yang membuat hati gemetar, badan lemas, pikiran serasa melayang membayangkan sang pengirim sms mengucapkannya langsung, bahkan kedua mataku bagaikan mata air di musim hujan, senantiasa tergenang air. Taukah kamu siapa yang mengirim sms special itu? Bukan., bukan dari seorang akhwat (baca:cewek) kawan. Pengirim sms special itu adalah seorang yang sepesial dalam hidupku. Dia adalah, Ibuku. My Mom. Ummi. Simbok nyong. Mau tau isi sms itu?

19062009 : 13.25
“Tepat detik2 ini 19 tahun lalu, terdengar tangisan bayi laki2 mungil yang sdh dinantikan kedatangannya, rasa bahagia tak bisa digambarkan. Tak terasa sekarang sudah jadi seorang mahasiswa yang soleh yang sangat ibu banggakan. Selamat ulang tahun anakku, sudah ya tangis bahagia ibu tidak bisa dibendung lagi.” (redaksi asli, tanpa ku edit)

Seakan-akan telingku mendengarkan kalimat itu dari lisan beliau. Seketika itu, aku rebahkan badanku di kursi terdekat dariku. Aku baca ulang beberapa kali. Perasaanku saat itu melebihi ketika ikut acara muhasabah, atau training2 yang pernah ku ikuti. Entah rasa apa itu, sedih campur haru, bahagia, dll. Segera kubalas sms itu dalam keadaan air mata memancar, dan hidung meler, pilek dadakan. Hidungpun ikut menangis.

“19 tahun yang lalu kau pertaruhkan nyawamu demi aku. 19 tahun yang lalu dg susah payah kau lahirkan aku, selama 19 tahun pula, kasih sayangmu tercurah padaku, kini kuharap ridho dan doamu, semoga aku tak mengecewakanmu, semoga membanggakanmu, nasihat2mu akan ku ingat selalu. Wahai bunda, izinkan aku mengatakan “I Love U”. Ya Robb, pertemukan kami kelak di surgaMu”

Entah apa yang dirasakan ibuku ketika membaca sms balasanku.

Kawan, apa yang telah kau lakukan untuk membahagiakan ibumu? Berapa kali kau menyakiti hatinya? Tak terhitungkah? Sekedar mengatakan “Ah” saja dilarang dalam AlQuran. Bukankah surga di telapak kaki ibu. Bukankah ridho dan murka Alloh, ada pada padanya? Sang Nabi, mengatakan ibu tiga kali, baru bapak. Kata Rhoma irama, “Bila kau sayang pada kekasih, lebih sayanglah pada ibumu. Bila kau patuh pada rajamu, lebih patuhlah pada ibumu”. Yuk kita, bahagiakan kedua orang tua kita dengan prestasi kita, dengan akhlak kita, dengan segala sesuatu yang bisa membuat mereka bahagia. Mumpung mereka masih ada di dunia.

“… Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)… “(Al Ahqaaf : 15)

14–11–09, 21.00
Cuaca : mata berembun
Backsound : Satu Rindu (Opick_Amanda) & Keramat (Rhoma Irama)

Iklan

3 comments on “SMS Spesial

  1. nashrilabdillah
    29 Mei 2010

    pertamax

    keep on blogging akh

  2. goes
    21 Juni 2010

    Mantab gan !!

  3. Erien Pradyta
    3 Oktober 2011

    ya pantes aja ms nangis, isi nya dalem banget yah ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 April 2010 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: