.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Laskar Imut-imut

Nostalgia, mengenang kembali masa lalu memang mengasyikkan. Bisa menjadi hiburan, pelajaran, memperkuat jaringan, dan menambah semangat untuk berjuang. Roda kehidupan terus berputar. Ada jejak yang tercetak. Ada kisah yang tergores. Rekaman peristiwa itu akan terus tersimpan dalam memori di kepala kita. Bisa jadi karakter, sikap, dan perilaku kita saat ini terbentuk akibat hal kecil yang terjadi di masa lalu. Tak mengapa lah, sesekali kita melihat jejak kita, mengingat kisah kita, mencoba membuka lagi rekaman perjalanan kita.</span>

Jika kisah bersama kawan-kawan di SMP dan SMA masing-masing tiga tahun, maka kisah bersama teman di SD lebih lama dari keduanya, 6 tahun bahkan lebih. Kadang sudah menjadi kawan sejak TK atau masih balita, kadang pula karena tinggal kelas jadinya lebih dari 6 tahun. Yup, kali ini saya akan mencoba bernostalgia dengan kisah di masa SD.

H+3 lebaran kali ini (13 September 2010) teman-teman sekelas waktu SD reunian. Setelah 9 tahun berpisah, baru sekali kami mengajadakan reuni. Meski hanya dihadiri 40% dari semua temen-temen sekalas, tak mengapalah. Setidaknya bisa mengobati kerinduan kami. Ketika lulusan SD dulu kami ada 20 orang. Ya, 40 % berarti 8 orang yang dateng. Sebenarnya ada 11 yang konfirm, tapi yang tiga ada halangan.

Aku (Ridwan), Chamdan, Nur, Rudi, Lis, Puji, Iis, Dita. Kami berdelapan kumpul di rumah Iis (lebih tepatnya rumah bapaknya Iis😀 ) jam 10. Padahal sms undangannya jam 9. Ada yang on time, ada yg agak telat dan ada yang telat banget. Tapi tak mengapa, ini bukan nunggu kereta api, atau pesawat yang kalau telat akan berdampak sistemik (uopo??). Yang pasti ga telat adalah Iis. Selamat pada Iis. (ya iya lah, tuan rumah gitu)

Secara penampilan, bisa terlihat perbedaan yang cukup signifikan di antara teman-temanku ini. Puji paling tinggi badannya, selisih 2 cm sama aku. Dita masih berambut panjang, Cuma sekarang lebih tinggian badanku. Iis juga tambah tinggi. (kok temane jadi tinggi badan?). Rambut Rudi ada jegernya, mirip preman tapi ganteng. Ada lagi perbedaan yang sangat membuat pangling. Gigi Rudi gaul. (^^V). Chamdan semakin tambah ‘alim. Nur kulitnya tambah putih sedikit. Lis kini makin anggun mengenakan jilbab lebar. Aku ?? Apa ya?? Tambah ganteng, mungkin. Hehe.

Setelah bercerita mengenang kisah masa SD dan bertukar kabar tentang kawan – kawan seperjuangan. Kami memutuskan untuk bersilaturahim ke guru-guru SD. Guru yang membimbing kami dulu, yang sabar meladeni kami. Terkadang menunjukkan kasih sayangnya dengan marah, untuk menyadarkan kami tentang kesalahan kami. Bagi kami, Tidak ada yang namanya bekas guru atau mantan guru. Mereka tetap guru kami, Guru SD kami.

Diawali dengan berkunjung ke rumah Bu Narti, Guru kelas 5 kami kemudian ke rumah Bu Sugi, guru yang terkenal garang. Mereka terlihat sangat senang menyambut kedatangan kami. Ada rasa haru ketika kami mengucapkan ikrar silaturahim & halal bihalal. Kami mohon maaf, terimakasih, serta mohon doa. “Pertama, kami silaturahim sebagai bentuk bakti kami kepada Ibu. Kedua, kami mohon maaf dulu ketika SD meski masih imut-imut dan lucu tentunya sering membuat Ibu kesal dengan kenakalan kami. Ketiga, kami mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas bekal yg telah diberikan kepada kami. Keempat, kami mohon doa dari Ibu agar yang masih kuliah maupun sudah bekerja agar diberi kelancaran. Bagi yang belum nikah, agar dimudahkan jodohnya (ehm)”

Selain ke rumah Bu Narti dan Bu Sugi, hari itu kami juga berkunjung ke rumah Bu Mariyati (Guru kelas 1) di Bayem dan Pak Abu (Guru Agama) di Kuwurejo. Kami konvoi naek motor kesana. Namun di 2 tempat terakhir itu kami tidak bertemu dengan Bu Maryati dan Pak Abu. Rumah mereka kosong. Sebenernya kami sangat ingin ke rumah Bu Pangestuti, guru kelas 6 yang paling mengesankan. Namun karena sudah terlalu siang dan rumahnya pindah di tempat yang cukup jauh sementara kami tidak ada yang tau rumahnya, kami urungkan rencana kami untuk kesana. Taon depan mungkin. Semoga.

Nah, itu tadi sedikit cerita pas reunian. Kali ini aku akan mengingat peristiwa atau hal-hal yang terjadi lebih dari 8 tahun yang lalu. Ketika masih SD. Ketika lulus, kita ada 20 anak. Kemarin pun, bersama kawan-kawan banyak menceritakannya. Hingga posisi tempat duduk kita pas kelas 6 (karena dulu tidak pernah muter, selama setahun disitu terus). Aku di depan Bu Tuti, sebelah kiriku Aji, paling pojok belakang ada Angga dan Erma.

Ketika pelajaran olahraga, kita sering bermain kasti ber 20 anak. Dua orang suit ( biasanya Rudi dan Kalis) kemudian memilih teman yang akan menjadi timnya. Masih ingat betul, di antara 12 temen cewek yang pertama-tama dipilih adalah Lis atau Welas (karena mereka kalo mukul sering kena bolanya). Trus siapa yang terakhir? Kalo ga salah Tyas apa ya? Hehe.

Pernah pula, Aji dan Nur dimarahi guru, hingga dipanggil ke kantor. Gara-garanya pas hujan-hujan masuk kelas dan ngotorin pake pasir (kurang kerjaan banget sih). Aji juga sering teriak “Kaing, kaing!” sampai terdengar dari kantor guru (lagi-lagi kurang kerjaan) sampai bu Pangestuti marah2. Pas kelas 5, Deni yg bertubuh kecil sering nyanyi dengan iringan suara meja. Lagunya : Didi Kempot punya, sampai-sampai aku ikut hafal & nyanyi bareng. Kuncung, Plong, Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi.

Kelas 3 masih inget? Kita diajar pak Kuwadi (alm). Pelajaran kesenian yang sebenernya seminggu sekali menjadi over. Seneng sih, karena dulu kalau yang namanya pelajaran kesenian identik dengan menggambar. Menggambar pemandangan : ada jalan, sawah, Pohon, backgrondnya 2 buah Gunung yang sama besar. Namun, pelajaran kesenian bareng pak Kuwadi lebih sering bernyanyi : Mocopat. “Yen woh-wohan, enak mentah iku timun. Enak mateng iku kweni ….”. Atau, “bapak pucung, dudu watu dudu gunung…”.

Pernah juga aku berkelahi individu maupun kelompok. Berkelahi sama Nur sampe nangis gara-gara mainin topinya. Trus berkelahi antar kelas. Kelasku dengan kelas atasku. Namanya juga anak-anak, sekarang berkelahi & nangis besoknya udah maen bareng lagi. Oya, tiap istirahat temen-temen yang cowok sering nongkrong di warungnya Rijal (timur SD) dengan menerobos pagar Sekolah. Nonton Tv, atau kadang ngledek Wiluyo. Haha

Ikut lomba? Kalo ini ada kisah lucunya. Lomba Mapel antar SD tingkat Kecamatan. Aku, Fat, Chamdan, Nur yang berangkat. Kita disuruh naik sepeda ke kecamatan coba. Bukannya dianter pake motor atau minimal dinaikin becak kek. Kami kan mewakili sekolah, harusnya diistimewakan dong. Aku pun protes, “Masak wakil sekolah disuruh berangkat naik sepeda. Apa-apaan nih !”. Eh, ada guru yang denger. Kena semprot deh (Bu Kasmirah), “Kalian itu ya! Udah sok-sokan” (kurang lebih redaksinya begitu). Tidak sia-sia, akhirnya kebijakan berubah. Kami berangkat diantar naik motor. Baju kami tidak bertambah bau. Kalau naik sepeda pasti keringeten.

Apa lagi ya? Banyak deh. Pas kesenian gerak dan lagu. Nyanyi “Gundul2 pacul”, atau “Jaranan” sambil ditambah gerakan.Lucu. Kemudian, sering pula kita bareng-bareng jenguk teman yang sakit. Di depan rumah Wagio, eh manggil “Wagio !!”. Dijawab dari dlm rumah: “Wagio sedang sakit”. Padahal kita emang mau jenguk, dikira mau ngajak maen. Upacara bendera, aku jadi protokoler, Rudi jadi pemimpin Upacara, pengibar Bendera Dita, Oka, Tyas, dirijen Puji, Angga Janji Siswa. Eh, kayaknya ada yg salah deh.

Sekarang kita telah berpencar. Menikmati perjalanan hidup masing-masing.

  • Aku (Ridwan), kuliah di T.Mesin UGM Yogyakarta
  • Chamdan, kuliah di LIPIA Jakarta. Kalau ga salah, mau ke Kairo (Mesir)
  • Nur, bekerja di Cikarang
  • Wagio, bekerja di Banjarnegara
  • Rudi, bekerja di Jakarta
  • Iis, kuliah di AMA STIKES Yogyakarta
  • Lis, kulliah di STEI SAEBA Ciputat
  • Tyas, bekerja di Surabaya. Jadi Pramugar
  • Ayu, kuliah di Psikologi UNAIR Surabaya
  • Yatmi, Kerja di Semarang
  • Fat , kerja di Bekasi
  • Dita, kerja di Semarang. Nikah sekitar 4 tahun lagi.
  • Angga, masih di Bandung
  • Welas, paling jauh nih. Kerja di Malaysia.
  • Erma, kerja di Semarang
  • Puji, kuliah di Perhotelan Yogyakarta
  • Aji, masih di Tegal, kabarnya kerja di Jakarta juga.
  • Enti & Oka, sudah nikah
  • Kalis, kurang tahu banyak, tapi sering terlihat di sekitar rumahnya.
  • Deni & Eka, yang dulu tertinggal di kelas 5. Kurang tau kabarnya

Kalau ada yang salah, hubungi saya ya!

Izinkan Saya memberi nama Laskar Imut-imut untuk kita. Mau laskar Pelangi, udah keduluan Andrea hirata. Maaf kalo secara sepihak saya kasih nama Laskar imut-imut. Kenapa imut-imut? Agar kita teringat, kalau dulu ketika kita bersama2 masih imut-imut. Sekarang? Hmm.. Kalau ada yang tidak setuju, bisa kita amandemen ketika kita kumpul lagi. Oke ??

Sekian dulu tulisanku. Semoga silaturahim kita tetap terjalin, komunikasi tetap terjaga. Terimakasih saya ucapkan kepada kalian, yang telah menjadi bagian dari episode hidup saya. Senang bisa bermain & belajar bersama kalian. Semoga tahun depan kita bisa kumpul lagi. Semuanya. Dan jangan lupa….. Poto-poto. ^_^

Kutoarjo, 15 September 2010 , 23:54

sehabis smsan ama iis (yg ternyata blm tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 September 2010 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: