.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

IDIOT , MAU ?

Akhir-akhir ini, banyak sekali remaja khususnya pecinta film bermutu, demam 3 idiot. Film yang dibintangi Amir Khan & Karina Kapoor ini memang luar biasa. Kisah di dalamnya sangat sarat akan makna. Persaudaraan, keluarga, asmara, pendidikan, gembira, sedih, terharu, humor, semua dikemas dengan amat cantik dan mengaduk-aduk emosi penonton. Adegan menyanyi sambil menari dan menonjolkan panorama alam yang indah ada di film ini, ciri khas film India. Bolywood agaknya kini sudah tambah bermutu, menyaingi hollywood. Slumdog Milyader, My Name is Khan, 3 idiot menunjukkan perubahan yang besar dibanding film india lawas yang aktornya tuan takur & inspektur fijai. Bagaimana dengan perfilm Indonesia? Saat ini yan menjadi trand justru film porno berkedok humor. Masih jarang film yang ber”Gizi”. Namun, jarang bukan berarti tidak ada. KCB, Nagabonar, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi masih bisa diharapkan. Meski belum bisa menembus pasar Internasional, semoga dunia perfilman Indonesia makin maju & bermutu. Masih ada harapan Hollywood & Bollywood akan tersaingi dengan Indonesywood (Mekso).

Pada kesempatan ini saya akan mengulas “3 Idiot”. Film yang tema besarnya mengkritisi sistem pendidikan di India ini menyadarkan penonton akan kekeliruan yang selama ini dilakukan dalam hal pendidikan. Kebanyakan pelajar berangkat ke sekolah atau ke kampus untuk mengejar nilai kemudian mendapatkan ijazah dan ijazah digunakan untuk mencari pekerjaan. Orientasi mereka pada nilai dan pekerjaan, bukan ilmu dan keterampilan. Guru mengajar hanya menyampaikan apa yang ada di buku untuk diterima oleh muridnya. Murid tidak bisa berkembang karena terbatasi oleh teori-teori dari buku & tidak diberi kesempatan untuk berkreasi. Sekolah pun bangga jika lulusannya mendapatkan nilai yang tinggi dan diterima di perguruan tinggi favorit atau bekerja di perusahaan asing yang bonafit. Nampaknya tidak hanya India, Indonesia-pun sangat cocok menerima kritikan ini.

Saya melihat adanya kreatifitas tingkat tinggi dalam berbagai hal di film ini. Mantra “Aal iz well” yang berkali-kali disebut ketika situasi buruk untuk menenangkan hati. Bahkan, bayi Mona yang dikira mati bisa bergerak setelah mendengar mantra ini.  Cara memberi penghormatan versi “ospek” yang aneh, dengan melepas celana, tinggal menggunakan celana dalam, membungkukkan badan dan memukul pantat sambil mengucapkan “Oh raja kami, paduka sangat hebat, terimalah persembahan kami”. Adegan ini diulang 3 kali. Tampilan menjadi hitam putih ketika latarnya di rumah Raju yang miskin, Rektor yang bernama Viru Shastrabhuddi yang dipanggil “Virus”, tukang cuci & bantu2 yang bernama milimeter, tunangan Phia yang dipanggil ‘keledai & selalu menyebut harga barang-barangnya, dan masih banyak kreatifitas yang ada di film ini. Tidak ada adegan yang mubadzir. Ketika 3 idiot menyusup di pernikahan putri  Virus dan asal mengatakan akan membuat inverter, ternyata karyanya itu benar-benar dibuat dan bermanfaat di adegan berikutnnya.

Banyak kata-kata indah yang menjadi oleh-oleh setelah menyaksikan film ini. “Aal iz well”, banyak sekali facebooker yang menggunakan kalimat ampuh itu sebagai statusnya. Kebanyakan kata-kata indah itu diucapkan Rancho. “Janganlah kau kejar kesuksesan, kejarlah kesempurnaan maka kesuksesan akan mengejarmu”. Ada pula tanda2 jatuh cinta, “Ketika kau bersamanya, pernahkah kau merasa ada angin berhembus? Atau bumi bergerak lambat? Atau bulan terlihat lebih besar di langit?”. Dalam hal pesahabatan “Persahabatan lebih mulia dari manusia itu sendiri”. Sementara kata2 Virus, “Hidup ini adalah perlombaan, jika tidak cepat seseoarang akan mengalahkanmu dan melaju kencang meninggalkanmu”. Ketika ia bertanya siapa orang pertama yang menginjakkan kedua kakinya di bulan mahasiswanya menjawab Neil Amstrong, ketika ditanya siapa yang kedua tidak ada seorangpun yang menjawab. “Jangan sia-siakan waktumu karena itu tidak penting. Tidak ada orang yang mengingat orang kedua”. Di ending Film ini terdapat pesan, “Mari Belajar”.

Rancho yang jenius dan selalu mendapat juara satu tetapi sering dikeluarkan profesor dari ruang kuliahnya itu menjadi pahlawan bagi Virus (Rektor) yang selama ini membencinya. Rancho menunjukkan kemampuannya sebagai seorang Mechanical Engineer ketika membantu kelahiran Mona, kakak kekasihnya sekaligus putri Virus, dengan vacum cleaner yang difungsikan sebagai vacum cup (alat bantu kelahiran) dan menggunakan sumber listrik dari aki mobil dengan alat buatannya. Virus memberikan pena warisan guru besarnya pada Ranchoo dan menobatkannya sebagai mahasiswa terhebatnya. Kelak Rancho (yang kuliah menggunakan nama orang lain & ijazahnya diberikan pada orang yang “memburuhkan” ijazah) menjadi seorang ilmuwan terkenal dengan 400 paten penemuannya.

Pemikiran yang berbeda dari orang lain membuat Rancho menjadi orang hebat. Ia memiliki prinsip dan konsisten dengan prinsipnya. Tidak peduli dengan perkataan orang lain yang akan menyematkan kata2 yang kurang enak didengar. “Sok alim”, “Sok idealis”, “Orang aneh”, “gila” hingga “Idiot”  tidak menjadi penghalang untuk tetap teguh dengan idealitasnya. So, (dipanggil) idiot , Mau ?

2 Mei  2010

14:34

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 September 2010 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: