.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

NYASAR


(130909) Entah kenapa hari ni aku nyasar lagi. Padahal kemarin sore (buka bareng di Panti asuhan – RAMEIN) udah nyasar. Kenapa terulang lagi hari ini ?? Allah lebih tau segala yang terbaik bagi hambaNya.

Bermula dari keinginanku untuk ikut B-Smart (baksos nya RDF KMT UGM), mungkin karena ada dorongan dari jiwa sosialku, atau karena aku merasa Romadhon kali ini terlalu disibukan dengan acara yang bersifat “non sosial”. Kuputuskan untuk ikut acara keren ini. Ku ajak sobat KS ku yang kucintai, Achmad Surendra.

Setelah sekian lama menunggu (bukan lagunya Ridho Rhoma lho !!), akhirnya rombongan berangkat ke Samigaluh Kulon Progo sekitar jam setengah sembilan dari POM BENSIN Monjali. Padahal, kata si Rini (koord pemberangkatan pagi itu) mau berangkat jam setengah delapan. Fuhh… Begitulah, kebiasaan buruk orang Indonesia yang seharusnya kita kikis, kita hilangkan, mulai dari diri kita sendiri. (Besok lagi, apapun acaranya, usahakan on time yach !!)

Makin parah lagi, kita berangkatnya kurang terkoordinasi dg baik. Sampai POM Bensin masih berangkat bareng2. Pemberangkatan tidak diatur jaga jaraknya, padahal jalanan waktu itu rame, & yang tau lokasi Cuma 2 orang. Belum sampai perempatan ring road aku lihat dua orang akhwat ke warung. Kuputuskan ikut berhenti di warung.

“Ngapain mbak ?”, tanyaku pada salah satu akhwat itu.

“Beli tas kresek, sebentar”

“Cepetan lho, ntar ketinggalan”

Hal yang tidak diharapkan terjadi. Ya, kami tertinggal rombongan. Gara-gara siapa ni. Yang jelas bukan GGR (Gara-gara Ridwan). Sebelum berangkat, sempat dengar meski ga jelas, kalo berangkatnya bisa lewat Jalan Monjali, bisa juga lewat Godean. Sesampai perempatan ring road kuputuskan belok kiri, lewat Godean. Berharap bisa menyusul rombongan. Pelajaran penting, jangan pisah dari Jama’ah (rombongan). Karena kambing yang terpisah dari rombongan akan mudah ditangkap harimau. (Masih ingat kan ? )

2 Motor melaju di Ring road, menuju jalan Godean, untuk baksos di Samigaluh. Aku & Sur di depan, jadi pemimpin perjalanan. Dua akhwat yang beruntung, Eva & Nani di belakang, jadi makmum. Anehnya sang imam ga tau jalan  menuju lokasi, masih berharap bertemu rombongan. Ternyata sang makmum pun juga ga tau. Bisa dikatakan , Lumayan parah, atau cukup parah, atau sangat parah. Terserah pembaca.

Sambil ngebut (karena di ring road), Sur coba sms teman yang ikut rombongan. Suruh nunggu maksudnya. Tak disangka & tak mau menyangka, apalagi makan semangka. Rombongan itu tidak lewat Godean, Melainkan lewat jalan monjali. Tidaaaaakk…. (lebay ya?)

Karena sudah terlanjur setengah jalan, akhirnya kuputuskan untuk berpetualang. Mencari lokasi bernama Kemiriombo. Jarak sekitar 25km terasa sangat jauh, membuat pantat seperti dipanggang. Belum lagi jalanan yang berlekak lekok, maaf, berkelak-kelok dan naik turun. Kalau motor Grandku bisa ngomong mungkin udah bilang, “Bos, ampun… ga kuat…”.Tinggal pake topi &  tas merah, jadilah kami berempat “si Bolang”, bocah Petualang.

Malu bertanya, sesat di jalan. Sepertinya, peribahasa itu sangat cocok dengan yang kami alami. Ya, kami mempraktikkan ilmu itu dengan sebaik mungkin. Bekali-kali kami bertanya pada penduduk asli situ.

“Permisi pak, Maaf  ganggu. Kemiriombo sebelah mana ya ?” Ku lemparkan pertanyaan itu berkali-kali (Berapa kali ya Nan?) dengan bahasa Jawa seramah mungkin pada orang yang di pinggir jalan. Beberapa kali pula kami bolak balik, naik turun gunung. Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah… Disuruh naik ternyata “keblabasan”. Kami turun lagi, eh terlalu turun. Kami naik lagi.

Singkat waktu, sampailah kami di lokasi baksos. Alhamdulillah. Tadinya kami kira kamilah rombongan terakhir yang sampai lokasi karena nyasar. Tak disangka tak dinyana, masih ada pula rombongan yang nyasar juga & belum sampai. Padahal kita berangkat dari Pom Bensin masih bareng tapi kemudian terpisah menjadi beberapa rombongan (termasuk rombonganku) yang nyasar (Piye Rin?). Semoga tidak terulang lagi.

Ada hikmah yang bisa diambil dari kisah nyata tersebut. Allah telah menakdirkan pagi itu aku nyasar bersama saudara sepenyasaran ( ^_^). KeBESARan Allah sangat terasa waktu itu. Pemandangan alam yang sangat elok membuat mulut ini berkali-kali mengucapkan “Subhanallah…”. Gunung yang menjulang walau tampak gersang. Sungai yang mengalir airnya meski sedikit. Penduduk yang menuju sawahnya, mencari rumput untuk sapi & kambingnya serta masih banyak yang lainnya.

Bila kita memiliki tujuan yang jelas dan kita mau terus untuk selalu berusaha dan berdoa, Insya Allah pertolongan Allah bersama kita. Terkadang kita merasa tidak membawa bekal padahal bekal itu sudah ada pada diri kita tetapi tidak kita sadari. Kami tidak memiliki peta menuju lokasi, bahkan tidak ada diantara kami yang sudah menuju lokasi sebelumnya. Namun kami dibekali mulut yang bisa untuk bertanya. Kami memiliki tekad untuk tidak akan kembali sebelum menemukan lokasi (ya ga sih?), karena tas kresek ada di tangan kami, maksudnya di tangan Eva. Keyword : “Tujuan yang jelas, berusaha, & berdoa.”

Dengan nyasar, kami melewati jalan tikus (maksudnya bukan jalan utama) yang curam & belum diaspal. Kalau tidak lihai naik motor, jurang yang dalam telah menanti. Aku bayangkan kalau aku tinggal disitu, perjuangan yang sangat berat sudah pasti terasa. Aku merasa bersyukur sekali telah diberi kemudahan oleh Allah memiliki tempat tinggal yang sangat mendukung untuk beraktifitas.

Sebenarnya masih banyak hikmah yang bisa diambil oleh pembaca, atau dirasakan langsung maupun tidak langsung oleh para “penyasar”. Gimana Sur, Nan, Va, mau menambahkan ??

Atau anda ingin merasakan nikmatnya nyasar ke kaliombo?? Selamat mencoba…

25 September 2009

20:20

Iklan

3 comments on “NYASAR

  1. Eva
    9 April 2011

    hahahahahaha…………
    seru juga yaa… kalo baca cerita mu… 😀
    lain kali berpetualang lagii nyoook… 😀

    btw,, sepertinya dulu itu jaman2 nya aku masii belum “kenal” kamu deh rid.. hahahaha… :p

    • kangridwan
      10 April 2011

      bisa-bisa, kapan2 kita berpetualang lagi !

      dulu pas kamu belum “kenal” aku ya?
      trus setelah kenal aku sekarang gimana?
      pasti bilang : Ridwan tu orangnya pendiem…
      🙂

      • Nani frea
        13 April 2011

        iya rid kangen nih ma kalian n petualangan seru ngebolang qt,..
        gmn lok kapan2 qt maen2 ngebolang lagi ajak ahsur lg aj biar seru, idem2 reunian bolang giyuuu,..
        eh iya aq dulu jg lum kenal kamu apalagi ahsur, hahaha cuma aq tahu kamu tuh gara2 kamu suka bacain quran pas agenda2 KMT gt, ditambah lagi aq py temen yonif di teksin namax juga ridwan tp aq dah lupa wajahnya,..
        wah pengen pengen pengen ayooo maen lagiiiiiiiiii,…
        sahabat bolang tak lekang oleh waktu,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 September 2010 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: