.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Nikmat itu Bernama : SAKIT

Kamis, seusai kuliah Getaran Mekanis – Pak Sukrisno- kepalaku terasa berat. Pusing. Aku ke kos temanku, lebih tepatnya saudaraku. Adit. Aku memegang kunci kamarnya. Jadi kapanpun aku bisa masuk kamarnya, tentunya sudah diberi izin. Mengingat kalau pulang ke asrama cukup jauh, 5 km. Apalagi kalau siang, selain panas Jakal (jalan kaliurang) seringkali macet.

Aku istirahatkan badanku. Biasanya juga dengan tidur, penyakit2 kampungan bakal lewat. Ternyata dugaanku salah. Bangun tidur bukannya tambah ringan kepalaku. Malah tambah pusing. Masih dapat bonus demam plus badan panas. Satu lagi, perut sakit. Komplit dah. Coba kuanalisa penyebabnya. Apa karena semalam tidur Cuma 2 jam? Padahal biasanya juga ga papa. Atau karena kebanyakan pikiran? Kalo ga ada yg dipikirin, bukan Ridwan namanya. Makan ga teratur? Wong sebelum tidur sempat makan, masak nasi goreng sendiri. Apapun penyebabnya, yang pasti udah ditakdirkan pada hari ini, cowok agak ganteng bernama Ridwan Kharis jatahnya : SAKIT.

Gara-gara sakit ini, beberapa Agenda menjadi kacau. Jadwal belajar untuk persiapan UTS tidak terlaksana. Training Pengembangan Diri , Bang Bachtiar, yg ditunggu-tunggu teman-teman seasrama jadi terlewatkan. Padahal aku kejatah Nge-MC. Temu Perdana Media Opini KMT pun jadi telaksana tanpa kehadiran Kabid. Maafkan saya ya my Bro &  Sis. Ibu sampe datang ke Jogja, jemput aku suruh pulang, biar di rumah lebih terawat. Aduh… Makin ngrepotin banyak orang nih.

Sabar. Itulah sikap yang seharusnya dimiliki seorang yang beriman.Kata rosululloh,mukmin tu segalanya menjadi kebaikan, Ketika mendapat musibah ia bersabar, ketika mendapat nikmat ia bersyukur. Kata ustadz Syatori, ada yang lebih tinggi tingkatannya : ketika mendapat musibah bersyukur, ketika mendapat nikmat bersabar. Nah lo? Sabar, insya Alloh mudah. Namanya juga sedang kesusahan. Namun aku coba untuk ke tingkatan yang lebih tinggi. Bersyukur karena sakit.

Pasti ada hikmah dibalik setiap peristiwa yang menimpa kita. Tergantung pada kita, bisa mengambil hikmah itu atau hanya terlewat begitu saja.

–          Aku bisa merasakan kasih sayang orang-orang di dekatku.

Saudara-saudara di kos Denox, saudara-saudara seasrama, saudara-saudara KMT, sesama PH maupun Staff Media Opini yg ku sayang. Kakakku yang beliin bakso, mijitin sampe rela menemaniku sampai menginap segala. Adit yg berkali2 beliin teh anget di burjo depan, pinjem mangkok aa’ sampe merelakan kamarnya untuk kupake semalaman. Pram & kawan2 Asrama yg jenguk sambil bawa ayam panggang (makasi ya..). Wahai, saudaraku semua. Terimakasih atas kasih sayangmu padaku. Semoga Alloh menyayangi kalian semua.

–          Ibu, My Super Mom

Ga nyangka, ibuku datang dari Purworejo ke Ke Jogja untuk menengok langsung anaknya. Duh, jadi anak mama nih. (gapapalah dari pada dibilang anak tetangga) Padahal terakhir kesini pas wisudaan Kakakku. Mungkin gara-gara kakaku yang cerita lebay tentang sakitku kali. Terpaksa deh, aku dievakuasi  ke Purworejo. Biar si pasien lebih terawat. Di priksain di mantri terdekat. Tidur ditemanin. Wah, serasa melayang kembali ke masa kecil. Ketika kusakit dulu.

–          Saatnya Merenung. Tafakkur. Muhasabah

Yang namanya sakit, apalagi pas puncak-puncaknya. Wuuh.. Tobat bener. Rasanya kaya dielus2 ama malaikat Izrail. Kepala terasa mau pecah, panas dingin, perut sakit. Mantab dah. Saat rasa sakitnya pergi (karena datang pergi) aku ada waktu untuk bertafakur. Bermuhasabah. Ternyata edcoustic ga salah kasih judul lagu “Muhasabah Cinta”, tapi isinya tentang orang sakit. Ya, ternyata ketika sakit aku jadi merasa dekat sama Tuhanku, Allah SWT. Apalagi dikatakan jika kita selangkah mendekat padaNya maka, seribu langkah Ia akan mendekat pada kita.

Meski sekarang belum sembuh total, aku harus segera bergerak, Sebelum tertinggal jauh. Kembali berlari meski tertatih, mengejar mimpi mulia, di depan sana. Sempat tawar menawar cukup alot dengan ibu ketika aku ingin kembali ke Jogja. Ternyata beliau masih menghawatirkanku. Akhirnya kujelaskan dengan bijak & memohon doa darinya. Karena : Show Must Go On !!

Yah, itu sedikit dari sekian banyak nikmat yang kurasakan ketika sakit. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Doakan ya, saya ga mudah sakit. Aku bersyukur atas nikmat yg kurasaan pada kesempatan kali ini. Nikmat itu bernama : SAKIT

 hari 10, bulan 10, tahun 10

17.35

ga ikutan taekwondo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Oktober 2010 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: