.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Pak Ngabidi, Guru MTQ

Jika Anda bertanya dengan orang yg berkecimpung di dunia MTQ, atau biasa dikenal dengan Qiroah, di Kabupaten Purworejo pasti akan mengenal Sosok ini. Pak Ngabidi namanya. Beliau menjadi kepala Sekolah di SD Sangubanyu dan tinggal di desa Tlepok, kecamatan Grabag. Beliau termasuk orang yang ikut mengukir kisah hidupku. Semasa SMP dulu, setiap tahunnya aku menjadi perwakilan Sekolah dalam lomba MTQ. Dua kali juara 1 Kecamatan, sekali juara 2 kecamatan, sekali juara 2 kabupaten. Beliaulah yang menjadi guru MTQku, mengajar ekstrakulikuler MTQ.

Kemarin (281010), aku sempatkan bersilaturahim ke rumah beliau. Sosoknya yang berwibawa membuatku semakin ta’dzim pada beliau. Selidik punya selidik, ternyata dulu Beliau juga sempat mengajari Qiroah Bapakku ketika masih SMP. Hingga kini beliau masih aktif dalam dakwah lewat seni ini. Mengajar seni baca Al Quran di beberapa tempat. Suaranyapun masih bagus.

Darinya, aku jadi tau kalo dalam Qiroah (MTQ), ada 7 lagu : Bayati, Hijaz, Nahawan, Ros, Sikah, Shoba’ dan Jizarkah. Masing lagu ada tiga tangga yaitu dasar, jawab (agak tinggi), jawabul jawab(lebih tinggi).  Untuk lagu pertama dan terakhir harus menggunakan Bayati. Di awal, bayati yang digunakan harus memenuhi tiga tangga. Sementara lagu setelah itu minimal menggunakan 2 tangga, (dasar dan jawab). Yang membedakan antar satu lagu dan yang lainnya adalah…. Susah dijelaskan dengan tulisan. Yang jelas, kalo orang yg sudah paham, bisa tau melalui perasaan. Aku aja masih susah mbedain. Nah, itu sedikit ilmu tentang Tilawah.

Pak Ngabidi dulu pertama kali belajar MTQ di Masjid Syuhada Yogyakarta, maklum beliau asli Jogja. Dulu, katanya,  Beliau masih SMP sementara teman-temannya sudah pada gede2. Yang ngajar pun para Qori’ nasional bahkan internasional dan setelah ikut pelatihan mendapatkan Seritfikat. Jadi pengin. Tapi ga tau, di Masjid Syuhada sekarang masih ada program itu atau tidak.

Pak Ngabidi memberi banyak tausiah / nasehat kepada saya.

“Sekarang sudah jadi mahasiswa ya? Semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk orang lain dan penuh dengan keberkahan. Khoirunnas yanfa’uhum linnas, Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Kalo dibalik, berarti sejelek-jeleknya manusia adalah yang membawa kemudhorotan. Nah, kalo Berkah artinya Ziadatul Khoir yaitu bertambahnya kebaikan. Tambah umur,tambah kebaikan. Tambah ilmu, tambah kebaikan. Taukah beda antara Mahasiswa dengan siswa? Mahasiswa mempelajari suatu ilmu. Siswa belajar. Beda antara mempelajari dan belajar adalah kalau mempelajari lebih fokus dan lebih aktif. Pesen saya : Tekuni apa yang kamu Hadapi”

Kurang lebih seperti itu yang beliau wasiatkan kepada saya. Terima kasih pak Ngabidi. Semoga ilmu yang kau ajarkan kepada murid-muridmu termasuk amal jariyah yang terus mengalir kepadamu, sampai kapanpun.

“Dengan ilmu hidup mejadi mudah. Dengan agama hidup menjadi terarah. Dengan seni hidup mejadi indah” (Pak Ngabidi)

Prameks, 29 Okt 2010, 06:35

Lomba MTQ UGM

3 comments on “Pak Ngabidi, Guru MTQ

  1. dhiyos
    29 Oktober 2010

    lanjuuuuuuuuuuuuuuutkan

  2. yudhi
    1 Februari 2011

    Assalamua’alaykum wa rahmatuLLaah akhi…
    Good Job… ^^

    • kangridwan
      1 Februari 2011

      waalaikum salam..
      ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Oktober 2010 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: