.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Belajar dari Uki

Marzuki Usman,  nama lengkap adikku. Panggilannya Uki. Selisih 9 tahun denganku. Sekarang masih kelas 6 SD. Banyak yang bilang kalau wajahnya mirip dengan wajahku ketika kecil dulu. Kecerdasannya juga ga kalah dengan kakaknya. Bedanya dengan aku dulu, aku tidak punya Mas (Kakak Laki-laki) seperti Uki, yang bisa memotivasi, mendidik , dan memberi banyak wawasan pada adiknya.

Sebelum kelak (insya Alloh) mempunyai anak. Aku mulai belajar mendidik seseorang anak kecil. Sejak Uki masih kecil hingga sekarang, tidak sedikit peranku yang mempengaruhi dirinya. Mempengaruhi karakternya. Secara langsung, maupun tidak.Secara tidak langsung, Uki melihat kakaknya yang waktu seusianya bisa dibanggakan. Menjadi juara kelas, ikut madrasah kalau sorenya, sering ikut lomba, dll. Dia pun termotivasi untuk tidak mau kalah dari kakaknya. Dan hasilnya, dia menjadi wakil kabupaten Purworejo pada Olimpiade Sains SD tingkat Provinsi. Dari sini, aku sudah terkalahkan.

Secara langsung, aku sering memberi nasehat-nasehat, motivasi, mengajak ke tempat-tempat yang mendidik, memberi buku yang bermutu, mengajak nonton film berkualitas, mengajak ke masjid, mengajari pelajaran sekolah, ngajari ngaji, dll. Tentunya, peranku masih jauh jika dibandingkan peran ibu dan ayahku.

Akhir-akhir ini, Uki punya bisnis baru. Dia jualan sabuk / ikat pinggang buat teman-teman SD-nya. Sabuk produknya, ada nama pemiliknya, dan SD –nya. Bagi anak SD, sabuk seperti itu merupakan barang keren. Uki kulakan sabuk, trus menempelkan Nama dan SD pemesannya di mata sabuknya. Ia mengeprint, melaminating dan menempelkannya. Uki menjualnya 5000 rupiah per sabuk. Hasilnya, satu sabuk bisa mendapat untung sekitar 2000 rupiah.

Bukan pada keuntungannya yang saya bangga dari usaha Uki. Tetapi semangatnya. Anak masih SD, sudah mulai berkreasi kreasinya dihargai orang lain (untuk dibeli). Keuntungannya ia tabung. Uki memang mirip seperti aku dulu. Suka nabung. Beda dengan anak-anak seusianya yang jika mendapatkan uang biasanya dihabiskan untuk membeli mainan, atau sesuatu yang menggembirakan untuk anak kecil. Entah berapa tabungan Uki. Mungkin mencapai setengah juta.

Ketika pulang ke rumah, aku mengajak uki berangkat ke Masjid untuk solat ashar, seperti biasa. Di tengah jalan, aku ngobrol ringan. “Ki, sodara-sodara kita yang di merapi disana pada kehilangan rumah, harta, dan keluarganya. Uki harus bersyukur. Kalo bisa ikut membantu mereka. Keren lagi, kalo kamu mengajak kawan-kawanmu buat menggalang dana untuk korban merapi”. Satu hari sebelumnya memang sedang ramai berita tentang meletusnya gunung merapi hingga meninggalnya mbah Maridjan.

Kemarin pagi (2 Nov 2010), ada sms masuk dari Uki : “Mas, uki pinjem uang mas 200 ribu, besok kalau mbak ke Jogja tak titipin. Uangnya buat korban Merapi Mas”. Membacanya, aku kaget. Merasa ditampar, tersindir. Uki yang kelas 6 SD aja menyumbangkan 200 ribu. Dan aku yakin, itu adalah uang tabungannya. Sementara aku? Wadoh, lagi-lagi kalah aku sama Adikku. Aku balas : “Semoga Allah membalas dengan balasan yang berlipat Ki”. Tidak lama kemudian ada sms masuk: “Amin”.

Semoga Uki, kelak menjadi pemimpin bangsa ini yang bagus ilmu dunia dan ilmu agamanya, memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan memiliki penghasilan banyak dari Bisnisnya sehingga tidak berminat dengan korupsi. Amin..

_

Siangnya dapet sms dari uki : “Alhamdulillah mas, kemarin SD Bayem (SD-nya Bapak saya) pesen 40 sabuk. Sudah dibayar Rp 200.000 ^_^”

Warung Bu Sirus,

4 Nov 2010

Habis UTS pamungkas Termodinamika

8 comments on “Belajar dari Uki

  1. noname
    22 Oktober 2011

    masyaAllah, exellent^^

    aamiin,

    semoga smakin byk lagi generasi muslim spt adik antum..

    • kangridwan
      22 Oktober 2011

      amin..

      dan banyak juga generasi yang bisa membentuk / mendidik generasi berikutnya yang lebih baik.

  2. aini
    25 Oktober 2011

    Subhanallah.
    Menangis , trnyata diri ini dikalahkan oleh se0rang anak kecil.
    Sem0ga bisa menjdi pribadi Lebih baik Lagi seteLah membaca kisah ini.

    • kangridwan
      25 Oktober 2011

      Amin..

  3. Ping-balik: Uki anak Pesantren « .: Petualang Kehidupan :.

  4. Dhian Nurma
    29 Desember 2011

    mbak jatuh cinta sama Uki pada pandangan pertama. apalagi pas tiba-tiba Uki mbawain teh anget buat mbak, ngasih buah kesukaan mbak udah dalam kondisi potongan tinggal makan – melon! andai mbak punya anak perempuan yang selisih umurnya gak njomplang banget sama Uki pasti bakal mbak jodohin sama dia. hehehe😀

    • kangridwan
      10 Oktober 2012

      🙂

  5. Ping-balik: Message from Uki « .: Petualang Kehidupan :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 November 2010 by in hikmah, sepotong episode and tagged .
%d blogger menyukai ini: