.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Setiap Hari Adalah Hari Ibu

“Bila kau sayang pada kekasih, lebih sayanglah pada ibumu. Bila kau patuh pada rajamu, lebih patuhlah pada ibumu”. Begitulah pesan Bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya Keramat. Lagu yang mengingatkan pada kita agar tidak lupa pada manusia spesial, ibu kita. Agar kita lebih sayang dan patuh pada ibu, melebihi kekasih bahkan raja. Saking begitu mulianya sosok ibu.

Selain Rhoma Irama, Iwan Fals juga menciptakan lagu tentang ibu. “Seperti udara, kasih yang engkau berikan. Tak mampu ku membalas, Ibu…”. Iwan Fals menggambarkan perjuangan seorang ibu yang berjalan ribuan kilo melewati banyak rintangan hingga kakinya berdarah demi anaknya.
Sepertinya Iwan Fals tidak berlebihan dalam menghiperbolkan perjuangan ibu karena sesungguhnya perjuangan ibu bisa jadi lebih dahsyat daripada yang diumpamakan oleh Iwan Fals.
Tentunya kita tidak asing dengan lagu berjudul Bunda, karya Melly Goeslaw. Kita sering mendengarnya di acara renungan tentang ibu. Tak jarang yang menitikkan air mata ketika mendengar lagu ini. Melalui lagu ini kita diajak kembali ke memori ketika kita masih kecil dengan belaian kasih sayang ibu kita. “Oh bunda ada dan tiada dirimu, kan slalu ada di dalam hatiku”

Ungu, band papan atas negeri ini tidak mau ketinggalan. Lagu berjudul Doa untuk Ibu pun tercipta. Melalui lagu ini, Ungu ingin mengucapkan terima kasih untuk ibu dan juga doa semoga Tuhan memberi kedamaian kepada ibu. Begitu pula Opick feat Amanda. Lagu Satu Rindu yang mereka bawakan membuat pendengar merindukan masa-masa indah bersama ibu.

Rhoma Irama, Iwan Fals, Melly Goeslaw, Ungu, dan Opick hanyalah sedikit dari sekian banyak penyayi yang menciptakan lagu tentang ibu. Tidak akan ada habisnya ketika kita menceritakan perjuangan dan kasih sayang ibu, sejak kita dalam kandungan, melahirkan, menyusui, mengajari berjalan, membaca, mengaji, mendidik dan membesarkan kita hingga saat ini.

Pantaslah jika Baginda Nabi menyebut ibu tiga kali, baru kemudian ayah. Bahkan surga yang begitu indah dikatakan berada di telapak ibu. Begitu mulianya ibu kita dan kewajiban kita untuk memuliakannya. Meski kita tak akan pernah sanggup membalas semua yang telah diberikannya kepada kita. “Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia”.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada tanggal 22 Desember, sedang di Amerika dan Kanada Mother’s Day jatuh pada hari Minggu di minggu kedua bulan Mei. Namun bagiku keduanya tidak berlaku. Aku tak peduli. Karena bagiku, setiap hari adalah hari ibu. Hari untuk mengungkapkan cinta pada ibu. Wahai ibu, izinkan aku mengatakan “I love you, aku mencintaimu”

tulisan ini dimuat di

http://kampus.okezone.com/read/2010/12/19/367/404925/setiap-hari-adalah-hari-ibu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Desember 2010 by in hikmah, opini.
%d blogger menyukai ini: