.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Hukuman bagi Perusak Moral Bangsa

Setelah sekian bulan ditunggu oleh publik, akhirnya Ariel divonis penjara 3 tahun 6 bulan dan denda 250 juta. Dia terbukti melakukan tidak pidana menyebarkan pornografi, membuat serta menyediakan pornografi. Pantaskah hukuman itu untuk Ariel?
Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, akhlak mulia, dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perbuatan Ariel sudah jelas melanggar nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi itu. Belum lagi status Ariel sebagai seorang public figure, masyarakat melihat apa yang dilakukan sang artis karena pemberitaan di media yang sangat gencar.
Sebagai seorang public figure seharusnya bisa menjadi contoh yang baik. Mungkin akan lebih baik jika sebelum menjadi artis, si calon artis menjalani fit and proper test. Kita layak prihatin melihat banyak selebriti yang memberi contoh buruk bagi masyarakat. Mulai dari kasus kawin cerai, pertengkaran, hingga yang lebih berat seperti kasus narkoba dan melakukan tindakan asusila. Tayangan infotainment di televisi yang dosisnya melebihi minum obat, yaitu lebih dari 3 x sehari, secara tidak langsung mengubah opini masyarakat. Perbuatan-perbuatan yang melanggar norma tersebut lama kelamaan akan mendapatkan pemakluman.
Efek video porno Ariel dalam hal merusak bangsa mungkin jauh lebih besar dibanding kasus korupsi yang ramai dibicarakan sekarang. Video porno merusak moral bangsa. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa mereka mengkonsumsi video porno lewat internet. Tidak hanya itu, akhir-akhir ini masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan buruk membuat video porno. Sedikitnya 800 video porno mini dihasilkan selama 10 tahun terakhir, itu baru yang terlacak oleh media massa. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya negara ini 20 tahun kedepan ketika pemimpin negeri ini adalah mereka yang moralnya telah rusak karena efek video porno. Semoga tidak terjadi.
Jika belum bisa menerapkan hukuman cambuk atau rajam untuk perusak moral seperti di negara yang menerapkan syariat islam, seharusnya hukuman untuk kasus pornografi dibuat sedemikian rupa sehingga membuat jera pelakunya. Orang-orang akan berpikir dua kali untuk memproduksi atau mengkonsumsi hal-hal yang berbau pornografi.
Hukuman 3 tahun 6 bulan bagi Ariel terlalu ringan jika dibandingkan efek perbuatan yang dilakukannya. Minimal 10 tahun, mungkin itu baru akan membuat jera. Pelaku pornografi melanggar nilai moral, etika, akhlak mulia, dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sudah selayaknya ia mendapatkan hukuman yang berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 2 Februari 2011 by in hikmah, opini.
%d blogger menyukai ini: