.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Subuh Membara

Judul Buku :    Subuh on Fire

Pengarang  :      Nana W el-Fariez

Penerbit      :      Pro U Media

Jumlah Hal:       125 Halaman

Terbit           :       2009

Harga            :     Rp 18.000 (belum diskon)

Bila Anda, di antara sholat wajib 5 waktu, sholat apa yang paling terasa berat untuk dilaksanakan saya yakin jawabannya tidak lain adalah sholat subuh. Cobalah tengok ke masjid atau mushola di sekitar Anda kemudian bandingkan jumlah jamaah yang datang dibandingkan dengan sholat Maghrib. Beda jauh, apalagi jika dibandingkan dengan sholat Jumat.

Salah seorang pemimpin Yahudi pernah berkata “ kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka melaksanakan sholat subuh seperti sholat Jum’at. Perkataan pemimpin Yahudi itu bukanlah sekedar omong kosong. Sejarah mencatat, kemenangan pasukan Sholahudin Al Ayubi dimulai dengan pasukan yang memperhatikan sholat wajibnya dengan berjamaah di Masjid. Mereka yakin hanya tentara yang sholat bejamaahlah yang mampu mengalahkan musuh-musuh Allah.

Sungguh ironi jika kita kita melihat jamaah sholat subuh kita. Muadzinnya seorang kakek dengan suara yang kurang enak didengar. Penuhnya shaf pertama sudah sangat bagus, kebanyakan jamaahnya adalah orang-orang tua. Dimana kalian wahai para pemuda? Pemuda yang katanya memiliki semangat membara, fisik yang kuat, akal yang tajam. Apakah kalian masih tertidur di kasur empuk kalian ketika adzan berkumandang?

Sholat subuh, jika kita laksanakan berjamaah di masjid maka akan memberikan efek yang luar biasa bagi perubahan dan kebangkitan umat. Banyak sekali keutamaannya mulai dari kesehatan, rezeki, pahala, dan lain sebagainya. Untuk membangkitkan semangat sholat subuh diperlukan adanya kesadaran. Kesadaran dibangun dengan 4 aspek : tahu, paham, melakukan dan merasakan.Ketika kesadaran telah terbangun dari diri sendiri maka sholat subuh berjamaah di masjid akan terasa ringan.

Rosulullah bahkan bisa menilai seorang muslim itu munafik atau tidak dengan melihat sholat subuhnya. Kata Rosulllah, seandainya kita tahu apa yang terkandung di dalam sholat subuh kita akan mendatangi meski dalam keadaan merangkak. Selain itu, dua rakaat sholat sunnah fajar (sholat sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya. Tidak sekedar dompet dan isinya.

Buku Subuh on Fire karya Nana W.el-Fariez berisi banyak hal mengenai sholat subuh, Mulai dari ironi di masyarakat, ketuamaannya, strategi agar bisa ringan sholat subuh di masjid, dll. Bahasa yang digunakan ringan dan mudah dicerna, berbeda dengan buku mengenai sholat subuh lainnya, yang kebanyakan merupakan terjemahan.

Saya sendiri menjadi lebih bersemangat untuk bangun pagi kemudian ke masjid. Syukur bisa menjadi yang pertama datang sehingga bisa adzan, kemudian sholat sunnah sebelum subuh. Kesadaran untuk menjalankan sholat subuh berjamaah di masjid sudah

Maka mulai sekarang, tekadkan dalam diri Anda bahwa, “Subuh besok saya akan bangun lebih awal, saya akan dapatkan keutamaan yang terkandung dalam shalat Subuh. Saya tidak akan titipkan sejarah pada siapa pun!”

Iklan

2 comments on “Subuh Membara

  1. nana wijana
    7 Oktober 2011

    terima kasih atas apresiasinya…. Wassalam
    Nana W. el-Fariez

    • kangridwan
      7 Oktober 2011

      makasih juga mas, amal jariyah buat Anda. Insya Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Februari 2011 by in opini, Resensi.
%d blogger menyukai ini: