.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Islam vs Dajjal modern (bincang2 bersama Abu Syauki)

Alhamdulillah, pagi ini berkesempatan berdiskusi dengan Abu Syauki, Pendiri Rumah Zakat Indonesia yang kebetulan sedang ada acara di Jogja. Banyak hal baru yang saya dapatkan. Sayang jika dipetik sendiri, alangkah lebih baik jika saya share untuk pembaca.

—-

Amerika saat ini berada di ambang kehancuran. Perekonomiannya sangat parah kondisinya. Baby Boomer, yaitu bayi-bayi yang terlahir setelah perang dunia (yang jumlahnya sangat banyak) saat ini memasuki usia pension dan Amerika harus mengeluarkan banyak uang untuk menggaji pension mereka. Beberapa provinsi / Negara bagian, telah menyerah, tidak sanggup untuk mengatasi permasalahan ini. Selain itu, salah penyebab kehancuran ekonomi Amerika adalah biaya perang di era George Bush yang memakan banyak anggaran.

Pakar Amerika sendiri banyak yang memprediksi akan kehancuran ini. Sebenarnya siapa di balik semua ini? Jawabannya adalah Dajjal. Sebagian orang Yahudi telah menjadi Dajjal. Merekalah yang mengendalikan semuanya. Orang Amerika sendiri tidak banyak yang ikut campur tentang ini. Dengan mata uang, mereka akan menguasai Dunia. Sejak taun 1970an, uang berubah menjadi mata uang. Jika sebelumnya, untuk mencetak uang harus ada jaminan emas, kini tidak seperti itu.

Dolar Amerika yang menjadi standar internasional bisa saja mereka cetak seenaknya. Ketika Dolar dicetak banyak, maka Rupiah akan menguat. Misal, NIlai Rupiah terhadap dolar menguat menjadi 5 ribu rupiah, maka Amerika akan dengan murah membeli minyak bumi. Kemudian Indonesiapun akan mencetak banyak rupiah agar tetap stabil di 10 ribu. Namun akibatnya, semua barang akan menjadi mahal. Singkatnya, Amerika, lebih tepatnya Dajjal akan dengan mudah menguasai dunia melalui system yang ada.

Masih tentang uang. Coba kita bandingkan dengan Dinar, uang logam yang terbuat dari emas. Uang kertas yang ada di dompet kita, nilainya dipengaruhi oleh politis. Seandainya saja Gubernur BI menyobek kertas dan tanda tangan di atasnya kemudian mengatakan kertas itu bernilai satu juta, maka kertas itu ya bernilai satu juta. Jika kertas 100 ribu kita sobek menjadi dua, sobekan itu tidak aka ada gunanya. Beda dengan dinar, jika sekarang naik kapal kemudian tenggelam dan 100 taun lagi ditemukan maka nilainya masih tinggi. Uang dinar, tepinya dibuat gerigi. Kenapa? Agar ketahuan jika dikikis. Karena bisa saja orang menggerus uang emas itu. Kemudian serbuk kikisannya dicetak menjadi uang. Empat bulan yang lalu, 1gram emas 340ribu, sekarang sudah 400 ribu.

Kita bahkan digiring agar kelak uang itu tidak berwujud. Uang berbentuk elektronik. Berupa angka-angka yang dibawa di atm. Sistem itu yang memegang adalah mereka. Kemudian jika mereka menghilangkan uang kita? Mudah saja.

Film 2012 yang menceritakan tentang kiamat sebenarnya adalah symbol yang mengartikan bahwa pada tahun itu akan muncul “kiamat”. Film itu juga mengungkapkan jika petinggi-petinggi Amerika berada di balik kiamat itu. Jika Anda menonton film illuminati, Anda akan terperangah, film yang ada sekitar 12 jilid ini mengungkap fakta-fakta yang tidak semua orang mengetahui. Bukan film Hollywood, tetapi film documenter.

Zaman kita sekitar 20 tahun mendatang adalah zaman yang berat, Dunia dimulai tahun 1989. Masih muda. Mengapa disebut dunia baru? Tahun 1989 adalah mulainya Dunia Informasi. Sebelumnya adalah dunia Industri yang dimulai tahun 1400an. Sementara tahun sebelumnya adalah Dunia Pertanian. Ada perbedaan yang siginifakn. Pada Dunia Pertanian, tanah yang subur adalah harta yang bernilai tinggi karena untuk untuk mendapatkan uang caranya dengan bercocok tanam. Pada Dunia Industri beda lagi. Jika ingin kaya, pergilah ke kota, bekerjalah di sana. Tanah yang bernilai tinggi bukanlah tanah yang subur, tetapi yang dekat dengan perkotaan.

Pada dunia industry, orang kaya, menengah, dan miskin bisa digambarkan seperti Guci, yang tengahnya mengglembung. Ujung atas dan bawahnya lebih kecil jika dibandig yang tengah. Orang miskin dan kaya sedikit. Kebanyakan adalah orang menengah. Para pegawai bank, pegawai perusahaan yang bergaji puluhan juta, itu termasuk kelas menengah. Pemilik perusahaan raksasa, merekalah orang kaya.

Nah, pada zaman informasi saat ini, grafik yang sebelumnya tengahnya cembung berubah menjadi cekung. Orang yang berada di tengah akan mengutub. Orang kaya akan semakin banyak, orang miskin juga akan semakin banyak. Dunia informasi memaksa perusahaan2 memangkas banyak pekerjanya. Dunia informasi mengharuskan bertarung di ranah Global. Di zaman ini, orang akan mudah kaya sebagaimana mudah miskin. Ada seorang anak SMA yang menjual produk sampah bernilai ratusan juga sementara di lain tempat ada bapak-bapak 50 tahunan mati-matian mempertahankan gaji 2 juta.

Sekarang tidak ada lagi pekerjaan yang aman. Fakta mengatakan ribuan pekerja / karyawan di berhentikan. Istilah halusnya : pensiun dini. Jika ingin bertahan, jadilah PENGUSAHA. Ubah mindset di otak kita, yang tadinya bermental pekerja menjadi bermental pengusaha. Selain mengamankan diri sendiri, orang lain akan banyak yang terbantu dengan lapangan pekerjaan yang kita buka. Hanya 2%, orang yang paham tentang hal ini.

Dahlan iskan mengatakan demikian, Berbisnis itu tidak ada hubungannya dengan ijazah seseorang. Banyak orang tidak kuliah yang menjadi pengusaha sukses, tapi lebih sedikit orang kuliahan yang menjadi pengusaha.

Kembali ke pergolakan ekonomi, dunia akan mengutub menjadi kekuatan besar. Kekuatan Islam dan kekuatan dajjal (kebanyakan orang Yahudi). Kasus di Tunisia, Mesir, dan di Libya sekarang membuktinanya. Sebagai contoh, Di Tunisia, ketika ben Ali berkuasa, jika ada anak muda sholat subuh di masjid akan ditangkap, dicurigai seorang aktivis.

Pada tahun 2023 diprediksi akan terjadi peperangan yang besar dari dua kubu ini. Saat ini bisa saksikan bahkan kita rasakan adanya perang ideology yang kuat antara islam dengan barat. Bekal yang harus disiapkan sekarang adalah iman yang kuat. Kebiasaan sholat dhuha, solat tahajjud, tilawah harus dilatih dari sekarang.

Rosulullah menggambarkan, di akhir dunia rasio jumlah ahli surge adalah 1 : 1000. Sangat sedikit jumlahnya karena begitu sulitnya memegang teguh agama Allah. Dikatakan juga, akan datang zaman dimana memegang teguh agama seperti memegang bara api. Teramat sulit, harus pandai pandai menyiasati agar bara tersebut tidak padam tapi juga tidak melukai tangan. Di zaman yang sulit itu, bahkan dianjurkan untuk pergi ke hutan dan menyendiri demi menyelamatkan iman. Karena iman merupakan nikmat yang paling besar. Jadi, bersyukurlah dengan dengan rahmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, yaitu iman.

 

Rosa-Rosa Room

25 Feb 2011, 23:59

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25 Februari 2011 by in ngaji yuk, opini.
%d blogger menyukai ini: