.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Hari Musik Nasional : Stop Pembajakan!

 

DELAPAN tahun yang lalu, DPR RI menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional atas usulan Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Hal ini merupakan bentuk penghargaan terhadap profesi pemusik di Indonesia. Dipilihnya 9 Maret juga sebagai penghargaan kepada pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman yang lahir pada pada tanggal 9 Maret 1903.

Sebenarnya yang melatar belakangi PAPPRI mengusulkan adanya hari musik nasional adalah karena maraknya pembajakan produk musik yang terjadi di Indonesia. Dalam hal pembajakan, Indonesia memiliki prestasi tinggi yaitu menempati peringkat 12 dunia. Bahkan ada juga data yang menyebutkan peringkat delapan dunia. Jumlah produk musik dalam bentuk fisik yang beredar secara legal jauh lebih sedikit dibanding jumlah produk musik bajakan, entah dalam bentuk fisik maupun digital illegal. Sangat memprihatinkan.

Musik telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Komoditi musik merangsang pasar untuk menjadikannya sebagai usaha dagang atau bisnis. Industri musik mulai menjamur. Grup band maupun penyanyi pendatang baru banyak bermunculan. Mediapun cukup mendukungnya. Bahkan, beberapa stasiun televisi menayangkan secara rutin acara musik di pagi hari.

Meskipun ada sarana pemasaran lain seperti NSP atau RBT, permasalahan terbesar tetaplah satu yaitu pembajakan. Pembajakan secara tidak langsung akan mengganggu proses kreatifitas pemusik kita undang-undang no.19 tahun 2002 tentang hak cipta sebenarnya telah mengatur mengenai hal ini.

UU Hak cipta menyediakan dua pola eksploitasi ekonomi atas musik yaitu hak mengumumkan (performing right) dan hak menyebarkan (mechanical right). Namun, pada pelaksanaannya banyak orang yang melakukan pembajakan seenaknya. Selain karena murah dan mudahnya melakukan pembajakan, penegak hukum belum bisa melakukan tugasnya dengan baik. Dengan mudah kita biasa menyaksikan penjual CD bajakan di pinggir jalan.

Hari Musik Nasional ditujukan untuk mengingatkan kita agar lebih menghargai hasil karya musisi negeri ini. Perlu diingat pula bahwa pemusik negeri ini bukan hanya mereka yang sering muncul di layar kaca. Kita memiliki pemusik jalanan yang menjajakan musiknya di dalam kereta, di terminal, di stasiun dan di tempat umum lainnya. Karya musisi jalanan juga haruslah dihargai.

Musik merupakan produk budaya. Kemajuan musik suatu bangsa menunjukkan kemajuan bangsa tersebut. Bersama-sama mari kita majukan dunia permusikan di Indonesia, salah satu caranya yaitu dengan membeli produk asli bukan produk bajakan.

 

dimuat di :

http://kampus.okezone.com/read/2011/03/09/95/433207/hari-musik-nasional-stop-pembajakan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 Maret 2011 by in opini.
%d blogger menyukai ini: