.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Mencontek, Bau Ketek.

Si Fulan, kakak angkatanku, TM 07. Entah tahun kemarin belum mengambil mata kuliah ini, atau mengulang. Aku tidak mau tahu dan juga tidak ingin tahu. Yang jelas hari ini (7.4.11) ada Ujian Tengah Semester mata kuliah yang kumaksudkan tadi, Motor Listrik. Fulan duduk tidak jauh dari tempatku duduk. Lebih tepatnya di depan sebelah kiriku, atau arah Barat Laut jika kita menghadap ke utara.

Mata kuliah ini cukup sulit bagiku, mungkin bagi yang lain juga. Belum lagi dosen pengajarnya tidak sungkan memberikan nilai sisir, alias E. Belum lagi satu mata kuliah ini bernilai 4sks. Tau kan maksud sks? Makin banyak SKS nya jam kuliahnya makin banyak, bobotnya juga makin banyak, dan jangan lupa bayarnya juga makin banyak. Kalau dapat A, nilainya akan terdongkrak tinggi, tapi kalau dapat E nilainya akan terjun bebas ga pake payung.

Soal dan lembar jawab sudah dibagi oleh pengawas. Sejurus kemudian kubaca sekilas soal-soalnya. Geleng-geleng. Yang keluar bukan yang semalam kupelajari. Oh no. Aku berdoa, memohon pada yang mahakuasa, semoga jawaban yang kutulis dengan intuisi (baca:ngarang) bakal mendapat nilai tambah.

Trus apa hubungannya dengan si Fulan? Terlihat jelas olehku, si fulan mengeluarkan Kertas selebar A4 dilipat menjadi 2. Ia selipkan di tengah lembar jawab. Sesekali ia melihat kertas itu dengan membuka lembar jawab. Tentunya kau bisa tebak apa yang kumaksud. Tepat sekali, kakak angkatanku ini MENCONTEK. Dia melakukan kecurangan.

Akankah kau akan mengatakan, ah itu hal biasa, emangnya kamu ga nyontek ? Bagiku itu bukan hal biasa. Itu merupakan kemunkaran. Pernah dengar istilah amar ma’ruf nahi munkar kan ? Kemungkaran artinya adalah perbuatan yang semua orang sepakat bahwa itu tidak baik. Kalaupun mulutnya membenarkannya, hati nuraninya pasti membisikkan : itu salah, itu dosa. Kemungkaran haruslah dibasmi. Jika tangan dan lisan tidak mampu, hati harus tetap menolaknya, mengutuknya. Meski itu selemah-lemah iman.

Si Fulan ini, setahuku status FB-nya sering berisi nasehat atau ajakan untuk kebaikan (baca: dakwah). Bahkan foto profilnya gambar seorang bersorban, mungkin ustadz idolanya. Pernah suatu ketika aku sholat di sebuah Masjid dan berjumpa dengannya, berarti dia rajin sholat. Masak sih? Bukannya sholat menghindarkan dari perbuatan keji dan munkar? Iya, tu berarti sholatnya yang belum bener, bukan ayatnya yang salah. Dia baru bisa melaksanakan sholat, padahal perintahnya dirikanlah sholat.

Jangan-jangan kamu juga nyontek, malah lebih canggih dari si fulan ? Eits, jangan salah. Cakep-cakep begini, aku anti dengan yang namanya mencontek. Mencontek sama saja dengan latihan korupsi, membeli tiket masuk neraka. Bagiku, daripada mencontek dapet nilai jelek, lebih baik jujur dan dapet istri sholehah, ups maaf, maksudnya dapet nlai bagus.

Bagiku, daripada mencontek dapet nilai jelek, lebih baik jujur dan dapet istri sholehah, ups maaf, maksudnya dapet nlai bagus.

sumber: fb-nya pram

Melalui tulisan ini, aku ingin mengingatkan pada diriku khususnya dan terutama pada pembaca sekalian yang sering mencontek atau berbuat curang. Sadarlah! Bertaubatlah! Menyesal, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Besok kalau nilai sudah keluar, ngomong ke pak Dosen, pak saya dapet B ini mencontek, saya minta maaf, saya bertaubat tidak akan mencontek lagi. Pak dosen bakal bilang, wah kamu jujur sekali ya, oke nilainya saya naikkan jadi A. Enak kan? Hehe. Atau kalau apes, nilainya tetap B, tapi besok harus mengulang.

Daripada ilmu kamu tidak berkah? Mending sengsara sebentar sekarang, daripada menderita panjang di kemudian hari, entah di dunia atau di akhirat kelak. Jujur nih, Aku dulu pernah juga mencontek makanya aku tau gerak-geriknya si Fulan pas nyontek. Wong aku pernah lebih ahli. Namun, kini aku sudah sadar & bertaubat. Tidak akan mencontek lagi.

Gara-gara mencontek, dirimu jadi bau ketek. Kok bisa? Kalau nyontek kan deg2an, takut ketahuan pengawas, keringat bercucuran dari sekujur badan, termasuk dari ketek. Masih mending kalau menyontek bikin bau ketek. Apalagi kalau bau ketekku, kan harum. Malah harus disyukuri. Nah, aku kasih tau ya, mencontek ntuh bakal bau Neraka. Bakal ada pembalasan, entah di dunia ataupun di Akhirat. Bisa jadi kamu sebenernya ditakdirkan dapet pasangan yang sholeh/ah. Trus gara-gara mencontek, ganti deh bukan dia lagi yang bakal jadi pasanganmu. Orang baek bakal dapet pasangan orang baek. Orang berperilaku buruk bakal dapet pasangan yang juga berperilkau buruk. Ampun dah. Naudzubillah.

 

*sepulang UTS, ati nyontek

asrama kejujuran, 8 April 20

4 comments on “Mencontek, Bau Ketek.

  1. Siti Lutfiyah Azizah
    5 Mei 2011

    🙂
    sejak terbiasa tinggal di Husnul Khotimah selama 4 tahun, aku bahkan udah ga tau lagi ciri-ciri orang nyontek itu kayak gimana..
    Tapi sulit emang buat berantas masalah-masalah sosial di negara kita, kalau sekedar nilai untuk ujian diri sendiri pun tidak bisa jujur. miris.

  2. kangridwan
    5 Mei 2011

    mulai dari diri sendiri, kemudian mengajak orang-orang terdekat kita dan seterusnya.
    Memang harus ada pemotongan generasi, dari generasi bermental pecundang menjadi generasi bemental pemenang, generasi kita dan setelah kita.

  3. fir
    20 Mei 2011

    mencontek hanya untuk para hati yang ciut, tak peDE dan pesimis. tak saya punkiri, hati yg seperti itu pernah saya lalui..
    insyaAllah semoga sudah insyaf.
    kadang berkhayal seandainya belajar tanpa nilai di kertas…

  4. Ping-balik: CapCus #2, Masuk terlambat, keluar Cepat « .: Petualang Kehidupan :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 April 2011 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: