.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Sistem

Pernah mendengar istilah warung kejujuran? Itu loh, warung yang kalau mau beli tinggal ambil barang trus ninggal uang. Jualan yang memudahkan pembeli. Penjualnya juga jadi termudahkan karena tinggal ninggal barang kemudian ditinggal beraktivitas dan ketika kembali barangnya telah terjual.

Di tempat tinggal saya sekarang, kebetulan satu rumah bersama 30 orang, ada salah satu teman yang mencoba membuka warung kejujuran. Dan hasilnya? Tidak sukses. Barang dagangan habis, tapi jumlah uang yang ada tidak sebanyak yang seharusnya terkumpul. Bisa jadi sengaja tidak bayar. Bisa jadi juga karena lupa membayar.

Di sini saya akan berbicara mengenai Sistem. Sistem pada warung kejujuran memudahkan orang untuk maksiat. Memiliki celah yang lebar untuk orang berbuat lalai. Dengan kata lain, jika sistem yang dibuat memudahkan orang untuk berbuat maksiat, jangan semata-mata salahkan orangnya.

Dalam islam, jual beli di atur dalam Al Quran. Ketika jual beli atau pinjam meminjam selain ada pembeli, penjual, dan barang harus ada 2 saksi.

“Gue mau pinjem 200 ribu ni Bro”

“Oke-oke, kita panggil 2 orang saksi”

“Wah, kamu ga percaya ya sama gue, gue kan temen deket kamu?”

“Lha, kamu ga percaya sama Al Quran,disitu sistemnya seperti itu”

“Tapi lagi ga ada orang nih, susah nyari saksi !”

“Yaudah, ditulis aja disini. Kamu pinjem berapa duit, mau dibalikin kapan. Kita tulis disini”

“Pake ribet segala?”

“Manusia tu tempatnya lupa Bro, makanya Al Quran mengatur biar kita sama-sama enak”

Berbicara mengenai sistem, coba kita tengok ke negara Singapura. Disana setiap mobil ada semacam card dimana pengendara mobil tersebut bisa terpantau, memakai sabuk pengaman kah? Atau kecepatannya melebihi batas kah? Disitu terpantau. Dengan sistem seperti ini, celah untuk melanggar peraturan sangat kecil.

Mengapa korupsi begitu merajalela di Indonesia ? Bagaimana mungkin Indonesia, negara yang dikenal dengan adab ketimuran, yang umat Islamnya terbesar, moralnya seharusnya tidak lagi diragukan bisa menjadi negara yang tinggi korupsinya. Bila kita lihat sistem yang ada, ternyata undang-undang secara tidak langung menyuruh kita untuk berkorupsi. Korupsi yang tidak tanggung-tangung. Korupsi sekian milyar, denda maksimalnya adalah sekian ratus juta. Tetap untung. Lebih jelasnya bisa lihat analisis Rimawan Pradiptyo, Dosen UGM.

Ketika kita merdeka, sistem yang dirancang ternyata belum juga baik. Bahkan hingga reformasi berlangsung. Kita menggunakan sistem Demokrasi copy paste dari Amerika. Mengambil mentah-mentah sama persis dengan Amerika. Padahal Demokrasi di Amerika sudah berjalan melalui proses yang panjang selama 400 tahun. Antara presiden dengan pemilihnya memiliki status intelektual yang tidak jauh beda. Tidak ada ketimpangan yang terlalu jauh antara orang-orang yang berkecimpung di politik dengan rakyatnya. Berbeda jauh dengan Indonesia.

Tuhan tidaklah menciptakan manusia kemudian membiarkannya begitu saja. DiutusNya utusan yang membawa sistem kehidupan agar manusia tidak terjerumus dalam lubang kehinaan. Saya jadi teringat, bahwa islam itu adalah sistem hidup yang komprehensif (syamil) dan sempurna (mutakamil).

So, mari kita perbaiki sistem yang ada. Kita rancang pula sistem yang terbaik untuk Indonesia. Kemudian kita jalankan sistem itu mulai dari diri kita. Sistem yang tidak memberi celah sedikitpun bagi kemaksiatan dan meminimalisir kegagalan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 Mei 2011 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: