.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kejujuran Tetap Bernilai Luhur

Ny Siami belakangan ini menjadi seseorang yang terkenal. Berbagai media membicarakannya. Bukan karena ia seorang artis yang mau nikah lagi atau koruptor yang kabur ke luar negeri. Namun Ny Siami merupakan seorang pejuang kebenaran yang dicaci maki oleh masyarakatnya sendiri. Bagaimana bisa terjadi?

Ny Siami melaporkan kecurangan yang terjadi dalam Ujian Nasional dimana anaknya dijadikan sumber contekan dalam kerjasama contek mencontek yang dirancang oleh sekolah. Sementara itu warga dan wali murid justru menyalahkannya dan puncaknya adalah aksi pengusiran Ny Siami dari rumahnya. Aneh bukan?

Bagaiaman mungkin masyarakat Indonesia yang dikenal bermoral dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran justru memusuhi kejujuran? Nampaknya terjadi degradasi moral dan kejujuran. Masyarakat bosan melihat berita pejabat-pejabat yang melakukan korupsi setiap hari menghiasi media. Seakan mereka berkata, memangnya yang bisa korupsi hanya kalian?

Ketika suatu kecurangan dibiarkan terjadi, lama-lama masyarakat akan mendiamkannya bahkan menjadi bagian dari pendukung kecurangan itu sendiri. Kasus Ny Siami bukanlah kasus yang pertama dan satu-satunya. Berbagai kasus kecurangan seperti menyogok oknum petugas kereta api ketika tidak membeli tiket, membayar sekian rupiah pada orang dalam agar diterima bekerja di suatu instansi sering terjadi dan masyarakat membiarkannya begitu saja.

Kasus Ny Siami juga mirip dengan kisah seorang karyawan jujur yang dikucilkan teman-temannya karena tidak mau menerima uang panas yang dibagi-bagi pada semua karyawan. Bahkan karyawan jujur itu kemudian dipindah tugaskan ke daerah pelosok karena tidak mau mengikuti “aturan main”

Miris rasanya ketika mendengar pernyataan warga yang mengusir Ny Siami yang mengatakan bahwa menyontek sudah terjadi dimana-mana dan merupakan kewajaran jika ingin lulus. Mereka lupa bahwa kejujuran merupakan nilai luhur bangsa ini. Bahwa agama memerintahkan untuk memperjuangkan kejujuran meski terasa pahit ketika dilakukan.

Bagaimanapun kejujuran haruslah tetap diperjuangkan. Karena jujur tetap bernilai luhur. Siapa yang jujur akan mujur, bukanlah ajur. Kalaulah belum mujur sekarang pasti akan mujur di masa yang akan datang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Juni 2011 by in opini.
%d blogger menyukai ini: