.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

MUI & BBM Bersubsidi

logo MUI

Baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang hemat energi, termasuk ketentuan bahwa masyarakat yang kaya/mampu, tidak boleh mengkonsumsi BBM bersubsidi. BBM bersubsidi merupakan hak orang yang tidak mampu dan jika ada orang kaya membeli BBM  bersubsidi maka hukumnya dosa karena itu berarti mengambilh hak hak orang yang tidak mampu.

Menurut saya MUI kurang bijak dalam mengeluarkan fatwa karena melihatnya dari sudut pandang pemerintah. Selain itu juga sistem yang dijalankan tidak mendukung. Kalau hanya mengandalkan fatwa tidak akan ber-efek banyak. Cobalah lihat seberapa banyak umat islam yang masih merokok padahal MUI sudah mengeluarkan fatwa haram.

Saya khawatir fatwa MUI kemudian tidak begitu dianggap penting oleh masyarakat khususnya umat islam di Indonesia. Jika ada seorang tidak mengunci rumah kemudian kemalingan, apakah yang melakukan kesalahan hanyalah si Maling? Tentunya si pemilik rumah juga ikut salah karena dia tidak memaksimalkan usaha agar tidak kemalingan.

Kita tahu bahwa mengambil hak orang lain itu berdosa. Semua orang saya yakin sepakat dengan hal itu. Pemerintah memberi subsidi BBM bagi orang yang tidak mampu bukan bagi orang yang kaya. Namun sistem yang berlaku tidak mendukung berjalannya aturan itu. Orang kaya masih saja bisa membeli BBM bersubsidi. Kalaupun di SPBU kemudian tidak diperbolehkan, mereka masih bisa membeli di pinggir jalan. Ibarat pemilik rumah yang ingin keamanan tetapi tidak mengunci rumahnya bahkan membuka pintu lebar-lebar.

Selanjutnya, MUI hanya melihat dari sudut pandang pemerintah seakan-akan MUI dijadikan alat untuk menyukseskan program pemerintah. Fatwa MUI kebanyakan diberlakukan pada masyarakat, bukan pemerintah. Mengapa bisa ada orang yang tidak mampu membeli BBM? Bukankah pemerintah memiliki kewajiban untuk menyejahterakan rakyatnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, termasuk BBM?

Dalam konstitusi UUD 1945 yang juga sejalan dengan syariat islam disebutkan bahwa kekayaan alam dikuasai dan dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Disebutkan dalam Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat. Minyak bumi merupakan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi Indonesia. Namun coba kita lihat saat ini siapa yang menguasainya? Siapa juga yang makmur? Apakah sepenuhnya rakyat Indonesia.

Jika saat ini jelas-jelas terjadi pelanggaran konstitusi seperti saya sebutkan tadi seharusnya MUI juga berani mengeluarkan fatwa haram atau berdosa kepada pemerintah yang menyerahkan penguasaan dan pengelolaan kekayaan alam Indonesia kepada orang asing hingga warga rakyatnya sendiri yang harus membayar mahal miliknya sendiri. Jika MUI berani, saya yakin rakyat akan mendukung fatwa demikian.

Saya berharap MUI bisa lebih bijak dan berimbang dalam mengeluarkan fatwa sehingga tidak membuat bingung umat islam yang mengikutinya. MUI juga bisa menjadi salah satu pengontrol pemerintah ketika tidak menjalankan kewajibannya. Saya tidak mungkin membentuk MUI baru jika kecewa karena saya bukan ulama, oleh karena itu saya berdoa semoga MUI benar-benar menjadi majelis Ulama di Indonesia. Ulama merupakan pewaris nabi dan nabi selalu menyampaikan kebenaran.

kamar 2.4, asrama Jingga

290611:08.10

Iklan

One comment on “MUI & BBM Bersubsidi

  1. Rynd
    3 Juli 2011

    blognya leren.. siipp deh! sedikit tanggepan, sebelum kita nge-judge MUI, kita perlu mengkaji lagi deh alasan/dasar argumen yang diambil MUI,,, bener ga? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Juni 2011 by in opini.
%d blogger menyukai ini: