.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Menangislah !

Kawan, apa yang terbesit dalam pikiranmu ketika mendengar kata menangis? Saya yakin, semua sepakat seorang dikatakan menangis jika mengeluarkan air mata. Air mata yang berfungsi membuat mata mudah bergerak (sebagai pelumas) ketika menangis diproduksi dalam jumlah banyak. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena perasaan (senang, sedih, dll), kecolok sesuatu, atau memang sedang penyakitan.

Lalu apa arti cengeng? Akankah kamu mengatakan orang yang suka menangis dengan sebutan cengeng? Jika ya, berarti jawabanmu sama seperti anak TK yang suka mengejek temannya dengan sebutan cengeng : mereka yang suka menangis. Maka saya katakan bahwa tidak semua orang yang sering menangis bisa disebut cengeng. Cengeng hanya berlaku bagi mereka yang menangis karena menyerah, karena mengeluh, karena kalah dan tidak mau bangkit.

Ada tangis bahagia, ada tangis duka, ada tangis haru, dan masih ada tangis lainnya. Ketika ibumu mendegar berita kamu kecelakaan ia menangis, tangis duka. Ketika ibumu mendengar berita kamu lulus dengan IP sempurna ia juga menangis, tangis bahagia. Saya sepakat dengan syair lagu yang dibawakan DEWA 19 : Menangislah jika harus menangis.

manangislah..

Menangis merupakan suatu perangkat yang diberikan Tuhan kepada manusia. Pantaslah orang tua akan bingung ketika anaknya yang baru lahir ketawa, bukannya menangis. Akan dianggap gila, ketika seseorang mendengar kabar orang terdekatnya meninggal, tapi dia ketawa tidak menangis. Menangis merupakan kebutuhan manusia. Maka menangislah di waktu dan tempat yang tepat karena tangismu bisa berbuah pahala.

Nabi bersabda bahwa tidak akan dmasuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah. Orang yang berilmu akan sedikit tertawa dan lebih mudah menangis karena ia mengetahui posisi dirinya. Sadar akan kekurangannya, kebodohannya, ketidakmampuannya dalam menjalankan amanah tapi sering berlaga sombong. Sombong di hadapan manusia bahkan di hadapan tuhannya. Maka ia mohon ampun sampai menangis karena takut pada Tuhannya.

Para nabi menangis melihat umatnya yang menderita kebobrokan akhlak. Para ulama’ sering menangis karena khawatir tidak dapat melanjutkan perjuangan nabi. Para pemimpin yang adil menangis karena khawatir tidak dapat menjalankan amanahnya dengan baik. Menangislah di hadapan Tuhanmu, akui segala dosa-dosamu dan mohon ampunlah padaNya. Ada dua pilihan, menangis di dunia atau menangis di akhirat.

Maka jangan ragu untuk menangis, untuk mengeluarkan air mata. Terlebih untuk tangis yang berbuah surga. Tangis yang dilandasi oleh rasa cinta kepada Tuhan. Karena tiap butir air mata yang menetes kelak akan menjadi saksi di hari pertimbangan nanti.

Rasulullah SAW bersabda: Tiga mata yang tidak akan terbakar api neraka untuk selamanya: mata yang menangsi karena takut kepada Allah, mata yang berjaga dimalam hari karena membaca kitab Allah, dan mata berjaga-jaga membela agama Allah.

Ruang tamu pak Lurah Paitan
2 Ramadhan, ba’da subuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 Agustus 2011 by in hikmah, opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: