.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kemajuan Bohongan

Subuh tadi saya berkesempatan sholat di masjid Istiqomah, masjid dekat rumah saya. Di hari ketiga Ramadhan ini, biasanya jamaah subuh lebih banyak dari dibanding hari biasa. Shaf pertama penuh, shaf kedua yang kebanyakan anak-anak kecil hampir mencapai ¾ shaf. Meski biasanya semakin sedikit setelah jumlah hari ramadhan semakin banyak.

Lalu apa yang saya lihat di subuh tadi? Kemajuan. Lebih tepatnya : kemajuan shaf. Yang biasanya 2 shaff, kali ini satu shaff saja tidak ada. Saya kurang tahu sebab pastinya. Yang jelas, subuh di hari ke3 ramadhan kali ini tidak se-semarak biasanya. Suara petasan yang biasa terdengar, kali ini tidak ada. Suara anak-anak di jalanan sambil teriak “sahur ! sahur !” meski sebenarnya sudah subuh, juga tidak terdengar.

Sudah jadi bahan becandaan, bahwa shaff jamaah tarawih ataupun sholat subuh makin hari ada kemajuan. Di awal ramadhan masjid penuh, di akhir ramadhan tinggal beberapa shaff saja. Maka baguskah kemajuan ini ?? Kemajuan? Becanda kali? Memang becanda. Bohongan. Justru sebenarnya yang ada kemunduran.

Sahabat, seringkali kita menganggap sedang mengalami kemajuan. Entah dalam berorganisasi, dalam keluarga, hingga bagi diri kita sendiri. Namun, sebenarnya kemajuan itu hanya bercanda alias bohongan. Sebenarnya kita sedang mengalami kemunduran. Kita menganggap kemajuan ternyata dari sudut pandang yang salah.

Sering kita menganggap bangsa Indonesia mengalami kemajuan. Namun apakah sudut pandang yang diambil sudah tepat? Sudahkah dilihat dari berbagai sudut pandang? Ketika ada berita bahwa beberapa orang Indonesia masuk peringkat atas orang kaya di dunia, ketika Indonesia dikatakan mengalamai peningkatan ekonomi yang signifikan dan itu semua dibanggakan, kita lihat realita yang ada: Masih ada rakyat yang kelaparan, fakir miskin yang seharusnya dipelihara negara pada kenyataannya masih terlantar nasibnya.

Bukan berarti saya ingin mematahkan semangat bangsa ini untuk bangkit tapi yang ingin saya katakan : jangan terlalu mudah mengambil kesimpulan bahwa kita mengalami kemajuan tanpa menggunakan pandangan yang menyeluruh sehingga kita tidak bangga (kadang mendekati sombong) dengan kemajuan bohongan. Malu dong.

3 Ramadhan,
Markas KKN paitan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 Agustus 2011 by in hikmah, opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: