.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

I Trust You

Pernahkah Anda menerima kalimat seperti itu dari seseorang? “Aku percaya padamu”. Bagaimana perasaan Anda ketika membaca atau mendengar kalimat tersebut dan ditujukan pada Anda? Bahwa seseorang mempercayai Anda untuk melakukan suatu hal, tentunya dengan tanggung jawab yang mengiringi hal tersebut.

Jika memang Anda merupakan orang yang tepat menerima amanah tesebut dan hati Anda menerimanya, saya yakin Anda melakukan amanah tersebut dengan baik. Anda telah dipercaya untuk menjalankan suatu “tugas mulia” sampai-sampai kalimat Aku percaya padamui  itu terlontar (entah dalam bentuk tulisan maupun lisan) kepada Anda.

Seorang anak menerima nasehat dari orang tuanya, “Nak, Bapak & Ibu percaya padamu bisa mengurus hidupmu, menimba ilmu di bangku kuliah dengan baik, kamu sudah dewasa dan bisa mengambil keputusan terbaik. Kami percaya padamu, We trust you”. Saya yakin anak tersebut akan menjalankan “tugas mulia” dari orang tuanya. Ia akan berusaha sekuat tenaga tidak akan mengecewakan Bapak Ibunya.

Seorang pria berbicara pada kekasihnya, “Sayang, aku akan meminangmu seusai studiku usai dan mendapatkan penghasilan. Akan kudatangi Orang tuamu, kunikahi dirimu. Sabarlah menanti. Aku akan segera kembali. Berjanjilah, Aku percaya padamu”. Maka sang wanita akan setia menanti, sementara sang pria akan berusaha segera menyelesaikan studi & mencari penghasilan untuk segera menikahi kekasihnya. Keduanya tak akan berpaling hati. Mereka saling percaya. Terlebih lagi setelah mereka menikah.

Komplotan penjahatpun akan setia kepada pimpinannya. Bahkan rela mengorbankan nyawanya untuk misi kejahatannya. Karena dia telah dipercaya untuk menjalankan “tugas mulia” nya. Saya jadi teringat film alangkah lucunya negeri ini, Ketika si Muluk (tokoh utama) menawarkan kerjasama dengan pencopet dia bilang : Modal kita adalah saling percaya, kalau tidak ada saling percaya kerjasama kita batal.

Sahabat, seseorang yang diberi kepercayaan akan berusaha menjalankannya dengan maksimal. Motifnya beragam, tapi yang paling kuat adalah jika motivasi itu menyentuh hati. Hati akan menggerakkan seluruh badan dan memberi kekuatan luar biasa untuk melakukan kemauannya. Amanah, merupakan kebutuhan manusia (Ridwan, 2011). Manusia akan mencari amanah yang diyakininya benar dan menjalankannya dengan sepenuh hati.

Tuhan dalam kitab Nya juga mempercayakan suatu amanah kepada makhluk bernama manusia, untuk menjadi wakil-Nya untuk merawat & mengelola bumi, untuk menebarkan kedamaian, menyeru kebaikan, membasmi kebiadaban, serta menghamba pada Nya. “Aku jadikan manusia sebagai kholifah di muka Bumi”. Tuhan mengatakannya dan diabadikan dalam surat Al Baqoroh ayat 30.

Sesuatu yang diungkapkan akan lebih mengena dibanding jika hanya dipendam dalam hati. Meski hati dapat bicara dan mendengar tapi tidak jarang lawan bicara kita belum memiliki frekuensi yang pas dengan hati kita sehingga tidak bisa menangkap apa yang hati kita bicarakan. Maka ungkapkanlah, dengan tulisan maupun ucapan. Katakan : Aku Percaya Padamu.

“I trust You” akan menghimpun energi yang terkandung dalam diri manusia dan menggerakkan untuk melakukan tugas suci yang dipercayakan pada kita. Apapun bentuk amanah itu, saya ucapkan : Selamat menjalankan amanah. Amanah dari agama, amanah dari bangsa, amanah dari orang tua, amanah dari orang yang cinta pada kita dan kita cintai. Ketika kurang bersemangat, ingat kata-kata itu : I trust You.

 

 

*thanks to everyone inspire me & trusting me

 

 

 

 

 

 

 

Paitan, 9 Ramadhan
Ruang tamu Pak Lurah, 6.45
Ketika Sutan & Syifa mau berangkat sekolah

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 Agustus 2011 by in hikmah, opini.
%d blogger menyukai ini: