.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Minimal Sama

Suatu ketika Anda memberikan hadian ulang tahun kepada kawan Anda, berupa buku kesukaannya. Anda benar-benar ikhlas, tidak mengharap balasan dari kawan Anda. Selang beberapa waktu kemudian Anda ulang tahun dan tanpa diduga ada bingkisan berisi lebih dari satu jenis dan semuanya merupakan barang kesukaan Anda.

Bagaimana perasaan Anda?

“Perasaan, saya dulu ngasih cuma satu jenis saja. Kamu baik banget sih. Ngasihnya beberapa jenis lagi. Kamu inget kalau saya ulang tahun saja saya sudah senang. Adu adu.. Makasih banyak ya!”

Ketika Anda diberikan suatu penghormatan, bisa berupa barang, pujian, doa, perhatian, dan bermacam bentuk lainnya, sudah sepantasnya kita membalas penghormatan itu. Minimal Sama. Jika semisal Anda mendapat sms lebaran / sms nasehat / sms motivasi, sebaiknya membalasnya. Syukur jika lebih baik dari yang Anda dapatkan.

Jika seseorang meminjam motor Anda, kemudian ketika motor dikembalikan dalam keadaan tangki bensin full dan kondisi bersih mengkilat setelah dicuci, Anda tentunya akan merasa senang. Anda akan memberi penilaian positif pada kawan Anda tersebut. Bahwa teman Anda tau balas budi, bisa memberikan penghormatan.

Setuju tidak?

Saya jadi teringat pada novel Ayat-ayat cinta, (novel pertama yang saya baca, novel yang membuat saya jadi senang membaca) Fahri yang juga seorang Fans Berat Nabi, seperti saya, suka memberikan hadiah kepada kawannya dan ketika diberi hadiah oleh kawannya, Fahri pasti membalasnya dengan hadiah yang lebih baik. Dia mengikuti apa yang dikatakan Idolanya.

saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian kalian akan mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan (H.R Malik)

Saya berusaha untuk mengikuti idola saya, sang Nabi SAW, suka memberi hadiah. Agar apa? Agar semakin kuat rasa cinta kepada teman/saudara dan juga lenyap rasa permusuhan. Pernah ada kawan yang ketika saya beri hadiah bertanya, “kok tumben ngasih hadiah”.

Saya jadi berpikir, adakah yang salah kalau memberi hadiah? Oh, ternyata memberi hadiah dalam kultur kita identik dengan momen ulang tahun, pernikahan, atau yang lainya. Kalau tidak ada apa-apa kok memberi hadiah, bisa jadi Anda dicurigai: Pasti ada maunya nih. Maka pertanyaan itu saya jawab, “mau nerima ga kalau aku kasih hadiah? Memberi hadiah ga harus nunggu kamu ulang tahun kan?”

Ups, Sepertinya pembicaraan saya mulai melebar. Maaf.

Saya menulis artikel ini terinspirasi dari hikmah silaturahmi dalam acara pertemuan Bani Haris di Kebumen kemarin (1/9/11), yang disampaikan oleh om saya. Ketika kita diberi suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau minimal sama.

Bahkan perintah itu datang dari Tuhan dalam kitabNya:

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (An-Nisa 86)

Saya jadi tahu, mengapa kalau menjawab salam itu hukumnya wajib. Saya juga jadi tahu, mengapa kalau ada orang bersin dan mengucap Alhamdulillah, kita diperintahkan mengucap Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu), kemudian yang bersin menjawab doa tersebut dengan doa yang tidak kalah indah: Yahdikumullah (semoga Allah memberimu petunjuk).

Ternyata saling memberi penghormatan menjadi hal yang penting dalam kita berhubungan sesama manusia, sampai-sampai agama mengaturnya, Tuhan memerintahkannya. Dalam ayat tersebut yang pertama disebut adalah : Balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, artinya membalas dengan yang lebih baik itu yang prioritas. Baru kalau tidak bisa, minimal sama. Lebih baik atau sama disini bukan berarti selalu wujudnya, tetapi lebih pada nilai balasan itu sendiri.

Maka, begitu indahnya jika umat islam benar-benar mengamalkan perintah yang satu ini. Saling memberi hadiah, dan membalas hadiah dengan yang lebih baik. Yakinlah, cinta akan mekar dimana-mana, kedengkian akan hilang dan permusuhan akan lenyap.

Terlebih lagi, di ujung ayat itu dipertegas bahwa Tuhan maha memperhitungkan segala sesuatu. Penghormatan yang kita berikan kepada teman / saudara kita akan diperhitungkan oleh Tuhan, akan dibalas oleh Nya. Tentunya Anda tidak meragukan perhitungan Tuhan bukan? Yang sekecil zarrah (partikel terkecil) pun diperhitungkan.

Maka dari itu, mulai dari sekarang kita biasakan memberikan hadiah yuk! Bisa berupa barang, doa, salam, bahkan senyuman kepada orang-orang disekeliling kita. Kalaupun kita diberi penghormatan dan kita belum sempat membalasnya maka segeralah balas dengan balasan yang lebih baik, atau minimal sama.

Semawung, 2 September 2011
di Kamar penuh kenangan,
Ketika sepertiga malam terakhir.

Iklan

8 comments on “Minimal Sama

  1. El_Shafrida
    1 September 2011

    ^-^
    Hadiahku buatmu cuma rekaman pesan.hehehe
    *itupun kalau bisa disebut ‘pesan’

    • kangridwan
      2 September 2011

      ahahay, makasih hadiahnya.
      ga cuma itu kok, buanyak bgt yang udah Budhe kasih ke aku.
      Meski ga semua berbentuk fisik.
      *sharing2, ngurusin lukaku, bukain pintu, ngusirin nyamuk, njarkomin, dll g kehitung.
      Aku yang kayaknya belum bisa bales dg baik.
      Huhu

  2. Indria_R
    2 September 2011

    Terimakasiih…untuk bahan renungan..
    jadi merasa bersalah, kadang g bls sms orang.. :(((

    • kangridwan
      2 September 2011

      Sama-sama Nding . . .
      Nulis ginian tu selain menasehati orang lain, sebenarnya yang lebih utama adalah menasehati diri sendiri.

  3. Terima kasih, mas…jd instropeksi diri..
    Inget bensin, sy balas dgn do’a sj ^_^

    • kangridwan
      2 September 2011

      Bantuan mbak Ocha minjemin motor di Makassar, nunggu aku ngumpul ama anak2 FIM sampai mba Ocha pulang malem, dan bantuan-bantuan lain waktu itu sangatlah tidak sebanding dengan bensin yang aku isikan di motor mbak Ocha. Selebihnya, saya ganti dengan doa.
      Lagi-lagi, makasih ya Ocha!

  4. punyalfa
    2 September 2011

    askum,
    makasih buat pengingatannya.
    _n

    senang punya sahabat2 kayak km,sodara seakidah emang gada tandingannya.
    smoga a masi dberi kesempatan untuk bisa memberi lebih banyak,memberikan manfaat sebisa a.
    aamin.
    Jzkh

    • kangridwan
      2 September 2011

      waalaikum salam warohmatullah wabarakatuh,
      Nulis ginian tu selain ngingetin orang lain, sebenarnya yang lebih utama adalah ngingetin diri sendiri, akh.

      Senang juga punya sodara kaya ente, mas Alfa Bayu.
      Amin…
      Semoga, kita bisa beribadah pada-Nya & memakmurkan bumi ini dg berbagai kontribusi kita, memberikan yang terbaik, menjadi rahmat bagi seluruh alam.

      Wa iyyakum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 September 2011 by in Cerita Fiksi, opini.
%d blogger menyukai ini: