.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Memakmurkan Masjid (Khotbah#1 Kangridwan)

Untuk pertama kalinya aku mengisi khotbah Jumat. Tepatnya di Masjid Hidayatul Islam – Ngabean Lor pada tanggal 17 Juni 2011. Aku berpikir materi apa yang cocok untuk aku sampaikan dan materi itu kalau bisa sudah aku lakukan. Jadi aku tidak sekedar menasehati/ mengajak orang lain tetapi aku sendiri sudah melakukannya. Karena dengan demikian aku tidak akan merasa terbebani. Ketika kita menasehati orang lain sebenarnya kita lebih pada sedang menasehati diri sendiri. Maka aku pilih judul Keutamaan Memakmurkan Masjid. Aku susun tulisan ini langsung pada materinya. Untuk rukun-rukun (tahmid, shalawat, pesan taqwa, dll aku skip)

Keutamaan Memakmurkan Masjid

Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,

Seandainya masjid-masjid dapat berbicara, tentunya mereka akan mengeluh dan menggugat atas perbuatan manusia terhadap dirinya. Dia dibangun beramai-ramai diiringi dengan berbagai pengorbanan dan penderitaan, namun ditinggal dan disia-siakan, setelah berdirinya.

 Allah berfirman,

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah, adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat, dan tidak takut melainkan kepada Allah; maka mudah-mudahan mereka termasuk kedalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(At-Taubah : 18).

Ayat diatas dengan tegas menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat erat antar keimanan dengan kemakmuran masjid, bahwa ciri utama orang yang memakmurkan masjid adalah beriman kepada Allah dan hari akhir. Berdasarkan ayat ini sebagian ulama menyatakan, bahwa orang-orang yang tidak memakmurkan masjid, masih diragukan lagi kesempurnaan iman mereka.

 “apabila kamu melihat seseorang pergi ke, pulang dari masjid, maka saksikanlah bahwa dia adalah beriman”. (HR.Tarmidzi dan Ibnu Majah)

Dengan adanya kaitan yang erat antara memakmurkan masjid dengan kesempurnaan iman seseorang , maka setip muslim bertanggung jawab atasnya. Namun, Selain sebagai tuntutan, Allah swt  menawarkan berbagai keuntamaan dibalik tanggung jawab tersebut, sebagai balasan dan kasih sayang Allah terhadap umat ini. Bahkan Allah telah berjanji di dalam hadits Qudsi, bahwa:

“Tujuh golongan akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari tiada naungan selain naungan-Nya (diantaranya ialah): “seorang laki-laki yang
hatinya senantiasa terpaut kepada  masjid.”
(H.R Bukhari dan Muslim).

Menurut Imam Nawawi mengenai hadis di atas dimaksudnya bukanlah orang yang terus menerus duduk di dalam masjid, tetapi Ia melaksanakan shalat di dalam masjid. Kemudian apabila ia telah keluar dari masjid lalu melalukan aktifitasnya seperti bekerja, maka selalu rindu ingin kembali ke masjid lagi untuk berdzikir dan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca dan pelajaran-pelajaran serta nasehat yang diberikan di masjid.

 

Sidang shalat Jum’at rahimakumullah,

Setiap kita harus memakmurkan masjid, bagaimana? Caranya dimulai dengan shalat berjamaah di masjid. Selain itu, fungsi masjid mesti dikembangkan, yaitu dengan program-program yang di rancang sebaik mungkin. Baik itu program ibadah, pendidikan, sosial dan berbagai bidang lainnya. Sehingga masjid bisa difungsikan sebagaimana Rosulullah mengfungsikan masjid.

Untuk mengembalikan kejayaan Islam dan umatnya, maka memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan dan pengembangan umat menjadi suatu yang sangat penting. Dan inilah sebenarnya titik tolak kita untuk mencapai kembali kejayaan Islam, untuk membangun peradaban madani di muka bumi.

Seorang muslim yang tidak memiliki semangat masjid, akan sulit untuk berhubungan dengan masjid, walaupun masjid itu dekat. Sebaliknya, orang yang memiliki semangat masjid, maka dimanapun masjid berada, ia akan mendatanginya. Dan mereka yang tidak memiliki semangat masjid, akan hilang keseimbangan. Mereka merasa tidak menemukan habitat ke-Islaman semula.

Jika kita menengok sejarah bangsa Indonesia, maka kita akan melihat bahwa masjid waktu itu menjadi basis perjuangan mengusir penjajah. Semangat mengusir penjajah dan melawan penindasan selalu digelorakan melalui masjid oleh ulama yang juga merupakan pejuang.

Disitulah kepentingan mengembangkan semangat masjid. Mengembalikan basis perjuangan umat ke masjid. Juga mengembalikan potensi umat secara lebih efektif. Tidak terpecah pada batasan kampus, partai, dan sebagainya. Semua berjalan senergis karena beranjak dari basis yang sama.

Jika seruan untuk memenuhi shaff masjid ditinggalkan, jika basis masyarakat muslim lewat masjid ditinggalkan, jika memakmurkan masjid menjadi priorintas perjuangan ditinggalkan, maka identitas umat hanya sebagai symbol. Dan masjid dengan mudah tecabut kemuliaannya.

Seiring dengan keengganan umat untuk memakmurkannya. Maka maraklah maksiat di mana-mana. Karena potensi umat tidak tersalurkan dengan positif. Umat tidak saling mengenal satu sama lain. Pada saat segelintir umat Islam tenggelam dalam kemewahan, pada saat yang sama banyak umat yang kelaparan. Hilang sudah makna ta’awub (saling membantu) antar umat. Karena tidak berjajar dalam shaff yang sama. Padahal masjid merupakan wahana penyatu umat. Dimana segala perbedaan dileburkan. Bergerak dalam ruku’ dan sujud bersama. Tua-muda, kaya-miskin, semua mengaku sebagai hamba Allah, umat Nabi Saw. Dan pewaris Al-Qur’an. Hilang segala kesombongan jabatan dan perkauman. Yang ada hanyalah rasa tunduk dihadapan-Nya

Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsi:
“Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, sesungguhnya Aku bermaksud akan menurunkan siksaan kepada penduduk bumi, tetapi ketika aku melihat penghuninya sedang memakmurkan rumah-Ku (masjid), saling mengasihi sesamanya karena Aku, selalu melakukan istighfar di waktu sahur, aku palingkan siksaan itu dari mereka”.

Orang-orang yang memakmurkan masjid adalah ahli Allah. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yang meramaikan rumah-rumah (masjid-masjid) Allah, mereka adalah Ahli Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Thabrani).

“barang siapa yang pergi ke masjid hendak berjamaah, maka satu langkah menghapus kesalahan (dosa) dan satu langkah lagi dituliskan baginya suatu kebaikan, baik dikala pergi maupun di kala pulang”. (HR. Ahmad dan ibnu Hibban)

“Barang siapa berangkat pergi ke masjid atau berangkat (di waktu lain), niscaya Allah menyediakan tempat baginya di surga setiap berangkat pagi atau berangkat waktu lain. (HR. Bukhari-Muslim).

Iklan

One comment on “Memakmurkan Masjid (Khotbah#1 Kangridwan)

  1. hermansyah
    9 April 2012

    aslm..wr, saudaraku yg berbahagia ini hanyalah sbg tmbhn, bkn menggurui bkn mengajari, tp wa tawa soubil haq wa ta wa soubis sobr, knp d’msjd itu slalu ksg?krn org islm blm tau d’msjd itu ada apa?smua org tau klo d’bank itu ada apa?dan d’mall itu ada apa?tp d”msjd blm tentu smua org tau…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 September 2011 by in hikmah, opini.
%d blogger menyukai ini: