.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Ayam terbirit-birit

Aku berjalan kaki pulang sholat asar dari masjid. Di tengah perjalanan aku melihat ayam lari terbirit-birit meloncat kesana kesini, ke sawah, ke jalan, ke utara, ke selatan masih dalam keadaan yang sama: Lari terbirit-birit. Tidak ada ayam jantan yang mengejar. Tidak ada orang yang melemparinya, yang ada hanya seorang duduk diam di atas lincak (kursi dari bambu) dan aku yang berdiri terhenti, kami mengamati ayam aneh itu. Ayam yang seakan-akan sedang dikejar hantu kuntilanak feat gendruwo

                Kawan, taukah kamu apa penyebabnya?

                Ternyata sebuah plastik (kresek) hitam terikat di kakinya. Aku yakin itu tidak sengaja. Bukan ulah manusia iseng. Tapi si ayam itu sendiri yang mungkin sedang bermain-main dan tanpa sadar dia menginjak plastik kresek itu, dia kaget dan berlari. Yang terjadi plastik itu membelit kakinya. Aku amati sebenarnya plastik itu tidak mengikat dengan kuat. Hanya saja karena si ayam lari terbirit-birit plastik itu susah lepas.

                Ayam itu merasa seakan-akan sedang dikejar-kejar oleh sesuatu. Dia sudah berusaha berlari menjauh tapi masih saja terdengar “kresek-kresek” suara plastik di dekatnya. Seakan-akan ada masalah besar yang sedang mengancamnya. Padahal sebenarnya hanya masalah sepele di dekatnya, bahkan menempel pada dirinya.Sebenarnya cukup dia tenang, kemudian kakinya digerakkan sedikit saja. Atau minta tolong aku, “mas tolong lepasin ini dong”. Maka beres urusannya. Dia tidak perlu mengalami ketakutan yang berlebihan. Masalah lancar. Sayangnya dia tidak menyadari tentang masalah yang sedang menimpanya.

                Jangan-jangan kita seperti ayam itu?

Pulang sholat Asar,
10-9-11

8 comments on “Ayam terbirit-birit

  1. Ulfa
    10 September 2011

    nek ayamnya bilang “mas lepasin dong” yang lari terbirit2 si Ridwan nya.

    Nice post wan, sepele tapi mengena

    • kangridwan
      10 September 2011

      alhamdulillah…

  2. loverina27
    10 September 2011

    baguus,,,🙂

    • kangridwan
      10 September 2011

      alamdulillah

  3. Siti Lutfiyah Azizah
    12 September 2011

    ada juga mungkin kata si ayam, “parah banget sih tuh mas mas. udah tau gue kesusahan, cuma diliatin doank, bantuin kek ngambilin plastiknya” hehe

  4. Amrih
    14 September 2011

    Kadang aku seperti ayam itu…
    Ketakutan yang berlebihan

    Makasih untuk tulisannya Kang, alhamdulillah sempat membacanya.
    Semoga g spti ayam itu lagi…:)

    • kangridwan
      14 September 2011

      alhamdulillah..

      Kadang kita mengalami ketakutan yang berlebihan, padahal Allah begitu dekat dengan kita tapi kita tidak berlindung pada Nya.
      semoga tulisan ini bermanfaat

  5. agues
    24 Desember 2011

    haey dude,,i put my comment here..
    cool dude,i got the content..like this..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 September 2011 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: