.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Kupu-Kupu VS Kura-Kura

                Beberapa waktu yang lalu (30/9), saya berkesempatan menjadi moderator dalam acara FORDISTEK (Forum Diskusi Teknik), acara yang diadakan oleh KMT (Keluarga Muslim Teknik). Tema kali ini adalah “Kupu-kupu Vs Kura-kura, siapa yang apatis?”. Pengemasan fordistek kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Peserta yang hadir lebih banyak dan terlihat antusias. Jika sebelumnya Fordistek lebih pantas disebut kajian, karena menghadirkan narasumber untuk ‘tausiah’ maka Fordistek sore ini benar-benar diskusi.

                Ditambah lagi ada dorprize dari sponsor berupa empal gempol untuk peserta yang datang di awal waktu. Dan snack berupa pudding untuk semua peserta. Untung saya datang awal, jadi bisa ikut menyicipi empal gentong khas cirebon. Enak, mungkin karena perut lapar atau karena gratis. Tapi, yang namanya rasa tidak pernah bohong. Posisi duduk peserta dibuat sedemikian rupa sehingga ada semacam kubu Kupu-kupu dan kubu kura-kura. Sangat menarik.

               Saya mendapatkan banyak ilmu di sore ini. Wawasan saya menjadi lebih terbuka, bagaimana pandangan mahasiswa Kupu-Kupu dan mahasiswa Kura-kura. Kupu-kupu singkatan dari Kuliah Pulang- Kuliah Pulang. Sementara Kura-kura merupakan singkatan dari Kuliah rapat-kuliah rapat.

                Sebagai moderator, saya samakan persepsi terlebih dahulu bahwa mahasiswa Kupu-kupu yang dimaksud disini bukan mereka yang sekedar kuliah kemudian pulang, ngegame, nongkrong ga jelas. Tapi  saya artikan sebagai mahasiwa yang berkutat di bidang akademik & juga aktifitas yang menunjang kemampuan di bidangnya. Kalaupun berorganisasi mereka memilih yang berhubungan dengan bidangnya. Sebagai pemantik, panitia menghadirkan Damar Satriyo yang merupakan manager tim robot 2012.

Sementara itu, mahasiswa kura-kura di sini adalah mereka yang suka rapat / berorganisasi di luar bidangnya, untuk membuka cakrawala, menambah jaringan yang lebih luas, sehingga terkadang tidak jarang di antara mereka yang akademiknya sedikit keteteran bahkan kelulusannya sedikit tertunda. Sebagai pemantik, panitia menghadirkan Septian Bayu Anggara, menko eksternal BEM KMFT UGM yang dikenal sebagai orang ‘sibuk’ di sana-sini.

Suasana diskusi sangat dinamis. Sesekali terasa panas, tapi mengasyikkan. Argumen yang disampaikan oleh Damar maupun Bayu sangat berbobot. Begitu pula peserta lainnya yang ikut memberikan argumen. Tidak jarang aplause apresiasi muncul secara spontan. Maka saya rangkum saja argumen-argumen untuk masing-masing kubu ini, karena jiki ditulis seperti suasana sore tadi, akan sangat panjang.

KUPU-KUPU (Damar Satriyo dkk)

                Dari etimologi, kupu-kupu itu bisa terbang bergerak cepat, semua orang suka. Sementara kura-kura berjalan lambat. Kalau bisa melakukan percepatan, mengapa pelan-pelan? Bangsa ini menanti kontribusi kita di bidang yang kita pelajari di kampus. Cepat kuliah itu berarti bisa lebih cepat  membangun bangsa.

                Menjadi mahasiswa itu merupakan amanah. Salah satunya dari orang tua, maka jadilah orang yang amanah : kuliah yang sungguh-sungguh. Rakyat Indonesia secara tidak langsung juga telah menyubsidi pendidikan kita, jadi jangan terlalu lama menggunakan uang rakyat.

                Dengan memilih fokus di bidang kita, itu bukan berarti menutup kemungkinan untuk tidak mengembangkan softskill. Kami juga diskusi ilmiah, latihan memimpin, latihan bekerja di bawah tekanan, dan itu semua sangat menunjang kualitas kami ketika lulus kelak. Menjadi sarjana teknik yang tidak sekedar bergelar serjana, tapi kompetensi yang dimiliki adalah kompetensi seorang sarjana.

                Mengapa di Indonesia banyak sekali perusahaan asing yang mengeksplorasi kekayaan kita? Mengapa tidak kita sendiri yang melakukan itu? Karena putra bangsa kita tidak memiliki trust, kemampuan yang dimiliki masih diragukan, bahkan oleh bangsanya sendiri. Mengapa demikian? Karena mereka kurang bersungguh-sungguh dalam menjadi ahli di bidangnya.

                Menjadi mahasiswa Kupu-kupu (saya lebih suka dengan sebutan mahasiswa “bukan bang toyib) kami membidik dari sisi itu. Trust. Bahwa kepercayaan itu mahal harganya. Kami ingin memberikan kontribusi nyata dengan ilmu yang kami tekuni. Hingga suatu ketika pasal yang berbunyi “bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya….” benar-benar bisa terealisasikan.

KURA-KURA (Septian Bayu A, dkk)

                Jika ibarat naik mobil, akan lebih asyik jika bisa menikmati pemandangn di sepanjang jalan. Tidak terburu-buru sampai. Sehingga ketika sampai tujuan, kita memiliki banyak cerita tentang pemandangan indah sepanjang jalan. Kuliah itu ibarat langit, organisasi adalah bintang yang menghiasi langit.

                Melalui organisasi, kita bisa meningkatkan softskill. Kemampuan Leadership kita terasah, public speaking juga terlatih, dan yang tak kalah penting adalah bekerja dalam tim. Jaringan merupakan hal yang sangat penting ketika kita pasca kampus. Dengan ikut organisasi kita bisa mendapatkan jaringan yang luas.

                Dengan ikut organisasi yang lebih luas cakupannya, kita bisa melihat realita keadaan di masyarakat, permasalahan-permasalahannya dan kita juga bisa ikut memberikan solusi permasalahan tersebut. Kita juga terlatih untuk mengelola waktu sebaik mungkin dengan banyaknya aktivitas.

                Ada 6 kriteria mahasiswa ideal. Pertama, academik excelent. Kedua, memiliki wawasan yang luas. Ketiga, memiliki kesadaran sosial dan politik. Keempat, mampu mengelola jaringan yang luas. Kelima, memiliki pandangan religius yang baik. Keenam, memiliki semangat beriwarusaha untuk kemandirian.

                Sebenarnya masih banyak yang belum saya sampaikan dalam tulisan ini. Saya hanya mencatat sedikit dalam coret-coretan saya. Dalam diskusi itu hadir juga Alfian (ketua Paksima), Amek Ferdian ( ketua bengkel Paksima) bersama teman2 Paksima lainnya. Hadir juga, pegiat BEM KMFT, anak-anak KMT.

                Saya serahakan peserta untuk menyimpulkan, siapa yang apatis? Saya yakin peserta yang hadir dalam Fordistek tidak ada yang apatis, buktinya mereka menghadiri forum ini. Mereka yang apatis adalah KUMAN (kuliah main).

                Mau menjadi Kupu-Kupu atau Kura-Kura, itu merupakan pilihan. Mau menyeberangi sungai yang sempit tapi dalam, atau sungai yang lebar tapi dangkal, itu merupakan pilihan. Masing-masing memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Yang penting adalah memiliki pandangan yang jelas apa yang akan diberikan untuk membangun Bangsa Indonesia dengan pilihan-pilihan itu.

                Sebagai penutup, saya katakan bahwa manusia ada 3 macam. Pertama adalah pemain, ialah yang menyebabkan sesuatu terjadi. Kedua adalah penonton, yang menyaksikan sesuatu terjadi. Ketiga adalah bukan pemain, bukan penonton, ia bertanya-bertanya apa yang terjadi?

                Jadilah pemain, dengan konsekuensi siap dicaci maki dan ditinggalkan. Penonton hanya bisa menyaksikan dan menertawakan pemain tapi sampai kapanpun penonton tidak akan pernah bisa mencetak gol.

Yogya, 2-Okt-11
Bulan harapan, bulan perjuangan.

6 comments on “Kupu-Kupu VS Kura-Kura

  1. Kalikautsar
    2 Oktober 2011

    asal jangan kuTA kuTA mas :3

    • kangridwan
      4 Oktober 2011

      Titip Absen?
      ahay, ga lah yaw.
      ^^

  2. iftor
    4 Oktober 2011

    subhanallah,, saya copy ah…

    • kangridwan
      4 Oktober 2011

      monggo aja kalo mau dicopy,
      tp jangan lupa nyantumin sumber/ link aslinya,
      kode etik jurnalistik

      • bang aid
        7 Oktober 2011

        waw…
        subhanallah, sayang sy tak bisa ikut…

        koreksi: kog kura2 kepanjangannya sama aja, kuliah pulang-kuliah pulang..bukannya kuliah rapat-kul rapat ya….

      • kangridwan
        7 Oktober 2011

        terimakasih udah koreksi.
        ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 2 Oktober 2011 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: