.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Ridwan Ting-ting (Jos)

Pernah dengar aliran musik dangdut koplo? Jika dangdut dimisalkan sebagai sebuah aliran, maka koplo merupakan varian dalam jenis dangdut itu sendiri, mungkin bisa disebut sekte koplo. Saya yakin Anda tau yang saya maksud. Jenis dangdut ini saat ini sedang booming, terutama di desa-desa. Bahkan di Jawa Timur, suatu acara gawe (misal : nikaham, khitanan, atau lainnya) tidak akan komplit tanpa nanggap dangdut satu ini.

Saya pecinta seni. Beberapa jenis aliran yang saya suka salah satunya adalah dangdut. Termasuk juga keunikan dangdut koplo ini. Saya sakin hanya ada di Indonesia jenis kreasi seperti ini. Orisinal, kekhasannya tidak akan ditemukan di luar Indonesia. Suara gendang yang mendominasi tiba-tiba berhenti sejenak satu ketukan, tiba-tiba semua instrumen muskin lain menyambutnya

“Tung tak tung-tung … Jos”

Kadang diplesetkan

“Bukak titik … Jos”

Saya suka dengan kreativitas seni jenis ini. Saya tekankan lagi, yang saya suka adalah jenis musik yang menurut saya unik ini. Bukan penyanyinya yang seringkali berjoget tidak wajar, sambil memancing nafsu pria. Saya sendiri kaget ketika suatu ketika dipertontonkan videonya di dalam bus (waktu itu sedang kunjungan ke semarang). Geleng-geleng.

Banyak lagu-lagu pop yang kemudian diolah dengan racikan dangdut koplo. “Malu-malu dong” milik grup Band Raja, salah satunya. Atau jika Anda ingin mencicipi jenis lagu ini bisa googling dengan menuliskan judul lagu yang Anda inginkan sambil menambahkan kata koplo. Saya sarankan mendownload mp3, jangan video.

Ada suatu pengalaman, ketika KKN kemarin, putri pak lurah yang masih usia PAUD tiba-tiba sering mengatakan. “Bukak ting-ting,jos”. Ketika ditanya, siapa yang ngajarin eh dia menjawab : Mas Ridwan. Wah, Ghea bikin rusuh nih. Padahal sekalipun saya tidak pernah menyetel koplo, atau menyanyinya di dekat Ghea. Karena memang saya suka dengan jenis musik ini, maka semua orang jadi percaya kalau saya ngajarin anak kecil : Bukak ting-ting.

Grup Band Wali, dalam lagu “aku bukan bang toyib” sedikit mengadopsi karakteristik musik koplo dalang aransemennya. Jika Anda mengamatinya, akan ada kemiripan dengan “tung tak tung-tung, Jos” hanya saja dalam versi drum. Sepertinya lagu ini yang membuat Ghea terkena virus “bukak ting-ting”

Karakteristik koplo ini juga beberapa kali digunakan dalam terbangan/ sholawatan yang biasa dinyanyikan oleh ibu-ibu pengajian di desa-desa. Nampaknya koplo akan mewarnai banyak jenis musik di Indonesia. Bisa jadi, Ungu atau Slank akan mengadopsi kekoploan ini dalam lagu-lagu karyanya.

Ayu Ting-ting

Beberapa hari terakhir semua media infotainment mem-blow-up artis pendatang baru bernama Ayu ting-ting dengan lagu booming berjudul Alamat palsu. Menjadi tranding topic, ngomongin Ayu ting-ting ataupun Alamat Palsu.

Saya tidak pernah nonton televisi kecuali ketika makan di Warung Bu Ranti atau di Burjo. Kebetulan pula tiap saya makan, beritanya adalah tentang Ayu ting-ting. Sehingga saya jadi sedikit banyak tahu siapa itu Ayu ting-ting.

Tadinya saya mengira dengan gelar Ting-ting dibelakangnya, dia seorang koplo-ers. Setelah saya dengarkan tembang “alamat palsu”, ternyata bukan jenis koplo yang saya maksud. Meski bisa juga disebut koplo, tapi masih belum dapat gregetnya.

Tentang Ayu Ting-ting sendiri, saya bisa mengambil pelajaran. Bahwa perjuangan harus dilakukan dalam proses yang panjang (sejak kecil dia sudah menyanyi). Dukungan orang tua juga sangat menentukan kesuksesan seorang anak (bahkan orang tuanya selalu berpesan, agar jangan meninggalkan sholat).

Maaf, jika tulisan saya menjadi melebar kemana-mana. Mungkin bagi sebagian pembaca, tulisan saya ini agak “tabu”, karena membicarakan musik yang sering dipandang miring oleh orang-orang. Baik para pecinta musik pop/rock, pecinta nasyid, atau teman-teman yang anti musik.

Dari kecil, saya suka musik dangdut, khususnya karya Rhoma Irama yang selain kreativitasnya tinggi, syairnya juga bermutu, mendidik. Saya berharap musik dangdut yang sudah merakyat bisa menjadi sara pendidikan, seperti yang dilakukan oleh sang Raja Dangdut. Terlebih dengan perkembangan yang selalu mengiringi perjalanan musik dangdut.

Yogya,
Kamar Agus, 5 Okt 2011
*sambil dengerin koplo

Iklan

2 comments on “Ridwan Ting-ting (Jos)

  1. Ulfa
    6 Oktober 2011

    lagi reti aku eneng sik namanya koplo tha? 😛

    • kangridwan
      6 Oktober 2011

      ga gaul koe Ul,
      B-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 4 Oktober 2011 by in opini, sepotong episode and tagged , .
%d blogger menyukai ini: