.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Asu !! #2

Paijo sejak kecil tidak pernah dididik untuk berkata kasar. Jangankan berkata “Asu !!” (Asu=Anjing), berkata “Asem” saja sudah kena marah ibunya. Lingkungan keluarganya yang bependidikan membuat Paijo begitu tahu tatakrama. Tidak baik melakukan sumpah serapah dengan kata-kata kasar. Apalagi jika sampai menjadi kebiasaan, tentu akan susah dihilangkan.

Ketika SD dan SMP, Paijo masih seperti anak polos. Ketika teman-temannya sering berkata kasar, batinnya masih menolak. Bahkan ia memilih menjauh dari lingkungan seperti itu, daripada ia tertular. SMA dia bertemu dengan lingkungan yang lebih liar. Mau tidak mau ia sering mendengar kata-kata kasar dan lama-lama ia terbiasa. Namun, Paijo tetaplah Paijo. Ia masih bertahan tidak ikut-ikutan.

Paijo melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota pelajar. Entah itu negeri atau swasta, karena membayarnya tidak jauh beda. Yang jelas, kawan-kawannya makin beragam. Di jurusannya yang terkenal “sangar”, kata-kata kasar menjadi santapan sehari-hari. Meski katanya orang berpendidikan tapi yang keluar dari mulutnya tidak mencerminkan statusnya. Atau, mungkin di lingkungan itu tidak berlaku lagi aturan bahwa mengucapkan kata “Asu !!” merupakan hal tabu.

Paijo sedikit-sedikit mulai berani mengeluarkan kata “Asu !!” tiap kali tertimpa sial. Ia sudah sedikit lupa dengan istighfar ketika lari kemudian kesandung. Bukan lagi spontan berkata “Astaghfirullah”, tapi ia menyebut hewan berkaki empat yang bahkan tidak ada di sampingnya. Yang tidak salah tapi disalah-salahkan. “Asu !!”

Suatu ketika, ia pergi ke acara kyai Kanjeng, kelompok musik unik yang digawangi oleh Emha Ainun Najib, atau yang sering dikenal Cak Nun. Setiap tanggal 17 malam acara dimulai dari jam 9 malam hingga jam 3 pagi. Tidak jarang, Noe Letto, atau Novia Kolopaking –anak dan istri Cak Nun- ikut dalam pertunjukan seni tingkat tinggi. Paijo ngefans dengan Cak Nun. Anehnya, budayawan ini berkali-kali mengucapkan kata “Asu !!”. Maklum, di pengajian sekaligus konser musik dan acara kritik sosial di forum Cak Nun memang sudah terbiasa. Akibatnya, Paijo semakin mantab dengan kata unik itu, tiap kali kena sial.

Tidak hanya ketika kesandung, ketika maen futsal dan tendangannya gagal mencetak Gol, Paijo mengatakan “Asu !!”. Ketika main PS dan pemainnya dilanggar oleh musuhnya, lagi-lagi ia mengatakan “Asu !!”. Ketika melihat nilai mata kuliah keluar dan ia mendapatkan nilai E, spontan dia mengatakan “Asu !!”.  

-#-

Malem minggu saatnya Paijo ngapel ke kosan ceweknya. Dia sudah berdandan gaul abis. Rambutnya klimis, parfumnya sampai bikin lalat pingsan. Celana jins pinjaman dari Ngadiman sudah diseterikanya. Sepeda onthel pinjaman dari Bejo sudah ia semir. Namun, malang nian si Paijo. Sesampai di kos Jubaedah, ternyata dianya sedang diapelin sama cowok lain.

Paijo kesal, Ia belum sempat ia mengkonfirmasi siapa cowok yang sedang mengapeli Jubaedah. Sebenarnya cowok itu adalah kakaknya yang baru datang berkunjung. Namun Paijo telah terlanjur cemburu. Dia kesal, dia membalik sepeda onthelnya. Dan meluapkan kekesalannya dengan mengucapakn “Asu !!”

Paijo tersentak, ketika mendengar gonggongan anjing. Tanpa ia sadari, di dekatnya ada anjing galak. Ia amati anjing itu ternyata tidak terikat dan anjing itu mulai mendekat sambil terus menggonggong. “Asu !!”, baru kali ini ia mengatakannya langsug di hadapan si Anjing. Anjing yg selama ini merasa gatal telinganya setiap dijadikan Anjing hitam (bukan kambing hitam) berfikir, saatnya balas dendam.

Paijo segera menggenjot sepedanya kencang-kencang. Anjing terus menggonggong dan mengejar Paijo. Paijo mulai bermanuver dengan sepedanya. Ngepot sana ngepot sini. Namun Anjing yang memiliki dendam kesumat dengan Paijo seakan-akan tidak lelah sedikitpun. Hampir mendekati Paijo, si Anjing kesandung batu, dan terjatuh. Paijo berhenti dan tersenyum puas, melihat si anjing yang terjatuh.

Namun, Paijo terkaget. Anjing yang kesandung hingga jatuh itu mengeluarkan sumpah serapahnya. Bukan menggonggong. Tapi anjing itu mengatakan “Paijo !!”

Yogya, 201011
Kantor Pribadi
Pasca kalah Futsal PPSDMS vs Budi Mulya

6 comments on “Asu !! #2

  1. fir
    21 Oktober 2011

    ckckckkckckc,,
    kapok tuh si paijo,,

    salah ndiri bawa2 nama si kalbun..
    sepertinya si kalbun juga perlu siraman rohani untuk tidak suka dendam dan emosian.. akibatnya dia yg rugi ndiri,, terjatuh.
    sabar ya kalbuun..
    ckckkc

  2. wulan
    26 Oktober 2011

    bagus…endingnya tidak terduga

    • kangridwan
      15 Oktober 2012

      🙂

  3. Nofee Setia Wan
    14 Januari 2012

    apik..apik…apik…..

    • kangridwan
      15 Januari 2012

      tengkyu, syaikh

  4. reijail da
    23 Oktober 2013

    Bagus gan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Oktober 2011 by in hikmah.
%d blogger menyukai ini: