.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Sedot Pulsa & Sedot Pahala

*disampaikan pada kultum Kajian Islam Pekanan PPSDMS Regional Jogja, 25 Okt 2011

Beberapa hari sebelum pengumuman reshufle kabinet, Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan  semua bentuk layanan sms premium di unreg secara otomatis oleh seluruh operator telepon seluler. (beritanya, klik disini)

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang menjadi korban sedot pulsa gara-gara mengikuti sms premium denga mengetik reg spasi apa kirim nomor tertentu. Modus seperti ini digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri pulsa masyarakat.

Bayangkan, pulsa yang kita miliki secara rutin berkurang setiap hari. Ketika di unreg malah balasannya berupa tawaran untuk mengikuti program lain. Tentunya sangat mengesalkan. Bahkan ketika pulsa habis dan membeli pulsa baru, pulsa yang masuk langsung kepotong untuk membayar sms premium tadi.

Bagaimana jika hal ini terjadi pada Anda? Pasti sangat menjengkelkan. Anda lebih memilih ganti nomor baru daripada bertahan dengan nomor lama tapi setiap hari terkena potongan tidak jelas.

Selanjutnya, bagaimana jika yang terjadi pada Anda adalah sedot pahala? Bagaimana bisa? Jangan-jangan kita tanpa sadar melakukan hal yang membuat pahala kita tersedot.

Suatu ketika Rasulullah bertanya pada para sahabatnya, siapa sesungguhnya orang yang bangkrut. Para sahabat menjawab, “Menurut kami, orang yang bangkrut adalah mereka yang tidak memiliki uang dan harta benda”

Rasulullah meluruskan pandangan para sahabat dengan bersabda, “ Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa, dan pahala zakatnya, tapi dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain dengan zalim, menumpahkan darah orang lain secara batil dan memukul orang lain. Ia diadili dencan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang-orang yang pernah ia zalimi. Sehingga apabila seluruh pahala habis, tapi masih ada yang menuntut keadilan, maka dosa-dosa orang yang terzalimi itu ditimpakan kepadanya. Dan pada akhinya dia dilemparkan ke dalam neraka (HR Muslim, at Tirmidzi, Ahmad)

Sahabat, ternyata pahala amal kebaikan kita : sholat kita, puasa kita, zakat kita, infak kita, bisa tesedot untuk orang lain jika kita melakukan perbuatan yang mencederai amal-amal kebaikan kita. Jangan-jangan kita yang seringkali bercanda sambil mengejek teman kita, membicarakan aib orang lain, menyakiti perasaan teman kita, telah membuat pahala-pahala amal kebaikan kita tersedot.

Maka, saya mengajak saya dan Anda semua, Marilah coba kita mulai hilangkan kebiasaan buruk kita. Menghibah (nggosip), mengejek, berbohong, mencaci orang lain, dll. Yang sering secara tidak sadar (karena menjadi kebiasaan) kita lakukan. Selain mengantisipasi sedot pahal, jangan lupa untuk terus menambah pahala. Waspadalah waspadalah.


Yogya, 25 Oktober
2011
Kamar 1.4
Seusai KIP dg tema Syahadatain
*sumber Inspirasi:
kolom Hikmah, harian Republika 20 Okt 2011
dengan judul “Sedot Pahala”, karya Ustz Samson Rahman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 Oktober 2011 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: