.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

S(U/A)MPAH PEMUDA

Masih teringat dalam benak saya ketika ospek jurusan. Pengalaman “mengasyikkan” itu tidak akan pernah terlupa. Perploncoan, maaf maksud saya pembentukan karakter –bahasa halusnya- di angkatan saya tidak hanya “menantang” fisik, tapi juga psikologis. Kata-kata kasar menjadi santapan harian kami.

Waktu itu saya masih polos. Saya terlalu sensitiv dengan kata-kata kasar. Di antara kata-kata senior itu adalah : “Kalian semua SAMPAH !!, tidak ada gunanya”. Nurani saya memberontak. Ingin rasanya melawan bersama kawan-kawan. Tapi saya yakin (dan kemudian terbukti kemudian) bahwa panitia memang sudah membuat skenario. Dan saya tidak ingin merusak acara yang mereka buat.

SAMPAH. Apa yang tebayang dalam benakmu ketika mendengar kata itu? Tidak ada gunanya. Menimbulkan penyakit. Merusak pemandangan. Mengganggu kenyamanan. Pada intinya: Keberadaannya tidak diharapkan oleh siapapun.

Orang bijak berkata, jika ingin melihat kesuksesan sebuah bangsa di masa mendatang, lihatlah pemudanya saat ini. Karena merekalah yang akan memimpin bangsa itu beberapa tahun kemudian. Pada 28 Oktober 1928 para pemuda Indonesia memiliki semangat persatuan begitu kuat hingga mereka melakukan peristiwa yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Tidak heran jika beberapa tahun kemudian Indonesia merdeka.

Lalu apa hubungannya Sampah dengan pemuda? Menurutmu para pemimpin sekarang itu baik tidak? Jika menurutmu mereka bobrok –dengan korupsi yang merajasinga-, taukah bahwa mereka dulu mereka pemuda yang tangguh. Meski teknologi belum secanggih sekarang, mereka bisa menghimpun kekuatan hingga menumbangkan rezim Suharto.

Coba tengok Pemuda saat ini. Apa saja yang kebanyakan mereka lakukan? Mulai dari yang suka nongkrong tidak jelas, nge-drug, dugem, hedon, konsumtif, dan begitu dimanja teknologi. Meski saya tidak mengingkari bahwa ada banyak pemuda yang memberi harapan dengan prestasi-prestasinya. Namun, lebih banyak mana jika dibanding dengan yang saya sebut sebelumnya?

Saya tidak bermaksud mengubur optimis bangsa ini. Namun, itu adalah fakta yang ada di hadapan kita. Atau bahkan kita sendiri termasuk pemuda yang keberadaannya tidak diharapkan, seperti sampah. Jangan-jangan dalam diri kita terdapat banyak mental sampah. Mental pengecut, mental penakut, mental korupsi, dll.

Kami pemuda Indonesia bersumpah, akan membersihkan diri kami dari segala bentuk  sampah yang tercermin dalam pikiran kami, perkataan kami dan perilaku kami.
Kami pemuda Indonesia bersumpah, akan membersihkan sampah-sampah pembangunan negeri ini, untuk membentuk Indonesia yang nyaman bagi seluruh warga Indonesia.

Jika kau melihat pemuda sampah di sekelilingmu atau bahkan ada pada dirimu sendiri. Ingatlah, sampah bisa diolah menjadi hal yang bermanfaat, bisa didaur ulang sehingga meningkat nilai jualnya. Tidak lagi mengganggu kenyamanan dan pemandangan. Maka, ubahlah pemuda sampah menjadi pemuda yang memiliki nilai jual tinggi, yang diharapkan oleh semua orang, oleh Indonesia, oleh Dunia.

 Sebagai penutup : Buanglah sampah di tempat sampah

Yogya,
Asrama PPSDMS,
hari sumpah pemuda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 28 Oktober 2011 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: