.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

CapCus#1, Sell yourselves!

Undangan Sosialisasi beasiswa erasmus mundus mulai jam 8.45, aku baru datang jam 10.15. Bukan sok2an. Tapi karena ada kuliah pagi & ada beberapa tugas kelompok.

Presentasi yang dibawakan oleh Ms. Violeta hampir selesai. Hanya sekitar 5 menit aku mendengarkannya cuap-cuap. Tumben markamben, aku bisa menangkap apa yang dia sampaikan. Padahal biasanya kalau ada sosialisi dan yang ngomong bule, aku susah nangkepnya. Apakah my english udah meningkat? Atau mungkin Ms Violeta, yang berasal dari Republik Cheko, ngomong inggrisnya yang enak didengar. Mungkin.

Aku cuma clingak clinguk. Intinya cuma mendengarkan : Thank you for your atantion. Alias sudah selesai. Langsung masuk sesi tanya jawab. Gimana mau nanya? Orang yang dipresentasikan saja tidak tahu.

Oh, yang bertanya lumayan banyak juga. English mereka lancar juga. Pertanyaan mereka beragam. Mulai dari dimana tinggalnya kalo keterima beasiswa itu? Apa bisa sambil riset? Gimana prosedurnya jika ini itu. Namun kebanyakan bertanya: bagaimana tips biar bisa masuk, seleksinya gimana sih? Yang diprioritaskan yang bagaimana? Ms  Violeta hanya menjawab, “this is competition“, kalaupun jawaban lain buatlah motivation letter yang baik, yang membuat tim penyeleksi tertarik.

Hmm… jadi begitu to. Sesi tanya jawab dg ms Violeta selesai. Kemudian ada 2 mahasiswa yang tahun lalu mengikuti program ini. Dua anak teknik industri. Mereka berdua bercerita sedikit tentang pengalaman mereka di Eropa, juga dalam bahasa inggris. Membuat peserta terprovokasi. Singkat.

“Any question ?”

Tidak ada peserta yang mengangkat tangan. Entah karena sudah kelamaan duduk & pengin segera keluar, atau memang sudah cukup informasi yang ditanyakan, atau memang pengin bertanya tapi malu bertanya. Daripada tidak ada yang bertanya. Aku memberanikan diri mengangkat tangan.

Semua pandangan tertuju padaku yang duduk di pojok depan. MC memberi mikrofon, dan semua yang di dalam ruangan mulai menyimak. Membuat aku grogi, pertanyaan dalam bahasa inggris yang sudah aku susun di otak jadi buyar. Nervous gitu.

“Thank you. I would like to ask both of you. My question is…” Aku mengatakannya sedikit pelan. Sengaja aku beri jeda sedikit. Semua peserta penasaran apa yang akan ku tanyakan.

“Can we know, what did you write on your motivation letter when you apply this program, I think it will inspire us here” Hampir semua isi ruangan ketawa. Aku yakin bukan karena bahasa inggrisku yang acakadut, tapi karena pertanyaan yang aku sampaikan. Pertanyaan yang hampir semua peserta mengharpkan jawabannya.

Smart question“. Kedua mahasiswa itu mulai menjelaskan apa saja yg ditulis di motivation letter. Berilah alasan yang kuat yg mencuri perhatian juri. Berikan juga apa yang akan dilakukan setelah kembali ke Indonesia agar ilmunya tidak useless. Buatlah kalimat yang meyakinkan kemudian susunlah dalam bentuk bahasa tulis (bahasa iinggris). Pada intinya, sell yourselves ! Tunjukkan semua daya tawar yang kau miliki.

Apa salahnya nyoba? Mumpung masih jadi mahasiswa.

“Lumayan kalau lolos, dapet uang 1000 Euro. Kalo bisa ngirit di sana, uang sisanya bisa dibawa ke Indonesia. Bisa buat beli mobil mas. Mobil bekas”, kata Maftukah si MC -yang ngaku keren-
Thank’s Enggar, udah ngasih info ke aku.
Ibnu, kita besok ketemua di Jerman ya! Di stasiun Tugu-nya sana.

Asrama Nakula 5
1 Dzulhijjah, sepulang dari kampus : 21.20

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Oktober 2011 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: