.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Cara Mati

Adakah di antara Anda yang memiliki pendapat berbeda tentang kematian? Orang mati masih bernafas, atau orang mati masih bisa bicara, atau orang mati masih bisa ketawa. Adakah? Sepertinya tidak ada. Saya yakin semua sepakat kalau orang mati tidak bisa bicara, tidak bernafas, apalagi ketawa.

Secara medis, seseorang dikatakan mati ketika tidak ditemukan tanda kehidupan di tubuhnya. Otak, jantung, dan paru-paru tidak lagi menjalankan fungsinya. Sistem kerja dalam tubuhnya tidak lagi berjalan. Sistem pernafasan, sistem saraf, sistem transportasi, semuanya berhenti.

Saya yakin semua sepakat dengan pengertian tersebut. Tidak peduli miskin atau kaya, pintar atau bodoh, pria atau wanita, tampan atau buruk rupa, atasan maupun bawahan, jika sudah tidak lagi bernafas dan jantungnya tidak lagi berdetak semua akan mengatakan bahwa dia telah mati.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kematian juga didefiniskan sebagai terpisahnya jasad dengan nyawa. Semua orang mempercayai bahwa yang membedakan antara orang hidup dan mati adalah adanya sesuatu bernama nyawa.

Lalu bagaimana wujudnya nyawa? Seperti apa bentuk nyawa itu? Sampai saat ini, ilmuwan dengan teknologi secanggih apapun belum bisa menemukan nyawa itu seperti apa. Belum ada ilmuwan yang mengklaim : penemu nyawa. Paling juga baru ditemukan semacam gelombang tertentu dan belum bisa dipastikan kalau itu adalah nyawa. Nyawa masih saja berada dalam tataran metafisika.

Kematian bisa datang kapan saja. Datang tak dijemput, tidak pula ada yang mengantar. Seorang mahasiswa sedang berangkat ke kampus kecelakaan kemudian meninggal. Seorang pejabat ditemukan tak bernyawa di kamar hotel berbintang. Seorang ibu meninggal setelah melahirkan anak pertamanya.

Semua orang akan sepakat mereka meninggal dunia. Algoritmanya selalu saja sama : tidak bernafas, tidak berdenyut jantungnya, sistem di dalam tubuhnya tidak lagi berfungsi. Namun ada yang membedakan antara matinya seseorang dengan yang lainnya.

Mahasiswa yang meninggal karena kecelakaan tersebut dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Dia baik kepada semua orang. Kawan-kawannya semua menyukainya. Ibadahnya baik. Mudah bergaul dan semua orang akan berkesan ketika berbicara dengannya. Dia murah senyum dan suka menolong siapa saja. Ketika dia meninggal, tentunya semua orang bersedih dan merasa kehilangan.

Sementara pejabat yang meninggal di kamar hotel dikabarkan sedang terkena kasus korupsi. Baru beberapa waktu sebelumnya dia bercerai karena ketahuan selingkuh dengan wanita lain. Perusahaan yang dimilikinya juga diduga tidak membayar pajak.

Orang yang meninggal dunia akan dikenang oleh orang lain karena kebaikan dan keburukan yang dilakukannya selama ia masih hidup. Jasad tak bernyawa sudah pasti tidak ada gunanya lagi, tidak ada nilainya lagi. Namun kebaikan yang dilakukan selama ia hidup akan selalu dikenang dan tidak akan pernah mati.

Ibu yang meninggal di rumah sakit tadi mewariskan seorang bayi mungil yang cantik. Suaminya seorang pria idaman. Rumah tangganya selama ini tentram meski dalam keterbatasan. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai penggerak ibu-ibu di sekitarnya. Penggerak pengajian, posyandu, PKK, hingga PAUD. Semua orang menangisi kepergiannya.

Semua yang bernyawa pasti akan mati. Lagi-lagi ilmuwan sepintar apapun, belum ada yang menemukan obat anti mati, atau ramuan anti Malaikat Izrail, sang pencabut nyawa. Jika sekarang Anda bisa bernafas, yakin atau tidak, suatu saat Anda tidak akan bernafas seperti saat ini.

Namun, kita bisa memilih bagaimana kita mati. Pilihan itu dilakukan selama kita hidup. Akankah kelak kita mati dengan cara yang mengenaskan : dicaci-caci orang, bahkan kematiannya diharapkan oleh semua orang, kemudian disyukuri. Atau memilih cara yang indah: kematiannya disesalkan oleh orang-orang, bahkan karyanya bisa dirasakan kemanfaatannya setelah ia tidak ada, semua bersedih dan menangis karena merasa kehilangan.

Siapa yang tidak kenal Soekarno? Sang Proklamator Indonesia yang disegani oleh dunia. Siapa yang tidak tahu Hasan Al Bana? Meski meninggal dalam usia muda, tapi pemikirannya menjadi inspirasi pergerakan islam di dunia hingga saat ini. Siapa yang tak cinta Muhammad SAW, sang pembawa cahaya di tengah kegelapan, yang ketika meninggal beliau memanggil-manggil pengikutnya, “ummati.. ummati..”

Maka pilihan itu ada di tangan Anda sendiri, seperti apa mati yang Anda inginkan? Jika Anda orang yang berakal, Maka persiapkanlah kematian Anda dari sekarang, dengan persiapan terbaik.

                Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat.’” (HR Ibnu Majah)

Yogya, kosan Widhi.
5-11-11,
Selamat jalan, Aldani Zaafaron, MG’08
Semoga kau bahagia di alam sana
Doa kami membersamaimu

Iklan

4 comments on “Cara Mati

  1. hamba Allah
    5 November 2011

    mati bukan merupakan pilihan, tapi jembatan menuju kehidupan yang sebenarnya..
    Selamat jalan ka Aldani, kelak kamipun akan menyusulmu

    • kangridwan
      5 November 2011

      mati memang bukan pilihan, tapi bagaimana kita mati kelak, kita bisa memilih.

      Semoga kita khusnul khotimah

  2. Sherly Pearly
    6 November 2011

    smoga dia lebih bahagia dsana,,, 🙂

  3. Ping-balik: Peluang Sama untuk Semua | .: Petualang Kehidupan :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 November 2011 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: