.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Mencari Pah(a)la-wan

Siapa yang tidak tahu kalau tanggal 10 November merupakan hari Pahlawan? Sepertinya semua tahu bahwa tanggal ketika arek-arek Surabaya berjuang mati-matian mempertahankan kemerdekaan di tahun 1945 itu merupakan hari Pahlawan.

Sepertinya hari pahlawan kali ini masih kalah gaungnya dengan satu hari berikutnya, tanggal 11-11-11. Mulai dari pernikahan selebritis, pengumuman N7W hingga pembukaan Sea Games 2011. Semua memilih tanggal cantik itu. Namun tak ada salahnya jika kita membicarakan kata yang begitu indah : Pahlawan

Berbicara tentang pahlawan, ada kata yang sangat lekat dengannya, yaitu perjuangan. Bukankah hidup ini adalah perjuangan. Tanpa adanya perjuangan tidak akan ada pahlawan. Perjuangan harus tetap selalu ada.

Jika para pahlawan dulu melakukan perjuangan untuk bangsa dengan mengusir penjajah, maka saat ini kita harus berjuang untuk memberantas tikus berdasi. Bukan berarti perjuangan saat ini lebih mudah, bahkan ada yang bilang lebih berat jika dibanding perjuangan pahlawan dulu. Bisa jadi kita yang berteriak berantas korupsi tanpa sadar melakukan korupsi itu sendiri.

Anehnya, para koruptor di negeri ini kita menjalankan semboyan yang biasa dipekikkan para pahlawan: mati satu tumbuh seribu. Satu koruptor tertangkap, muncul koruptor lainnya. Seakan-akan tidak ada habisnya jumlah koruptor yang ada. Sayangnya mereka tidak menggunakan semboyan para preman pasar: Tijitibeh atau Mati siji mati kabeh yang artinya mati satu mati semua. Mereka menggunakan atribut pahlawan, meski sebenarnya lebih berbahaya dari preman pasar.

Selain berjuang memberantas koruptor, masih ada banyak PR bagi bangsa ini. Memberantas kemiskinan, memberantas kebodohan, membangkitkan kemandirian, mewujudkan kesejahteraan umum, dan masih banyak yang lainnya.

Ada yang mengartikan pahlawan berasal dari pahala-wan. Sebuah kata jika mendapat akhiran –wan bisa berarti orang yang memiliki banyak, seperti pada kata hartawan, bisa juga berarti orang yang memiliki sifat, seperti pada kata dermawan. Maka tidak salah jika pahlawan diartikan sebagai orang yang berjuang dengan kesungguhan sehingga dia memiliki banyak pahala.

Lalu sulitkah kita mencari pahlawan saat ini? Jika kita mau turun di grass root, kita akan dengan mudah menemukan mereka. Mereka yang mengabdi pada, memajukan pendidikan, melakukan pembangunan karakter di pelosok negeri. Mereka tidak begitu dikenal publik. Mereka jarang muncul di layar televisi. Karena yang dipikirkan pahlawan adalah kebaikan untuk bangsanya, bukan semata-mata untuk dirinya atau kelompoknya.

Jumlah pahlawan tak dikenal lebih banyak daripada yang dikenal. Mereka melakukan perjuangan memang bukan karena ingin dikenal sebagai pahlawan. Kalaupun kemudian mereka dikenal sebagai pahlawan, mereka dulu tidak pernah meminta agar kelak disebut sebagai pahlawan.

Maka dari itu, mari kita bersama berjuang untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat dengan berbagai cara yang bisa kita lakukan. Tak perlu berharap agar disebut sebagai pahlawan. Cukuplah pahala dari Tuhan yang kita harapkan.

Selamat hari Pahlawan!

Yogya, 10 November 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 November 2011 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: