.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Mengambil Hikmah di Pusat Rehabilitasi YAKKUM

Sabtu kemarin (12/11), Saya bersama 10 kawan PPSDMS (UGM,ITS,Unair) berkunjung ke Pusat Rehabilitasi YAKKUM, lembaga sosial Kristen di bawah naungan YAKKUM (Yasyasan Kristen Untuk Kesehatan Umum). Kegiatan yang termasuk dalam rangkaian Latihan Gabunga PPSDMS Regional Timur ini bertujuan untuk menggali kepedulian dan memperluas wawasan kami tentang kontribusi nyata untuk masyarakat.

Saya selaku ketua panitia Latgab pertama datang ke PR Yakkum untuk survei dan menyampaikan surat permohonan kunjungan disambut oleh pengurus yang menggunakan kursi Roda untuk sebagai bantu berjalannya. Saya sempat terkejut dengan kesan pertama ini. Ya, PR Yakkum merupakan pusat rehabilitasi untuk memberdayakan para penyandang disabilitas / defabel. Mereka yang di sini merupakan orang-orang berkebutuhan khusus. Kebetulan hari ketika kami berkunjung merupakan hari ulang tahun PR Yakkum ke 29 sehingga kami lebih mudah untuk menggali banyak hal di sini.

membatik dengan kaki

Memasuki gedung yang terletak di Jakal km 13,5 itu, hati saya trenyuh melihat anak binaan PR Yakkum yang duduk di kursi roda, yang tangannya tidak sempurna, yang kulitnya ada bekas luka bakar, dan lainnya. Yang menakjubkan mereka semua menyambut kami dengan sapaan bahagia dan senyum yang mengembang. Seakan tidak ada rasa sedih sedikitpun di hati mereka. Saat itu pula hati saya serasa di pukul, betapa seringnya saya mengeluh : tidak bersyukur.

Setelah itu kami mendengarkan presentasi dari pengurus PR Yakkum dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Saya sangat salut dengan PR Yakkum. Anak binaan yang ada di sini berasal dari seluruh Indonesia. Untuk bisa dibina di sini, tinggal kirimkan foto dan identitas orang tua. Tim PR Yakkum akan mendatangi dan mempertimbangkan apakah bisa dirawat di yakum atau tidak.

tetap ceria meski dalam keterbatasan

Sampai saat ini, tercatat sekitar sepuluh ribu alumni yakkum yang telah mandiri. Ketika masuk PR Yakkum, anak binaan di terapi agar motivasi hidupnya bergairah. “Yang susah adalah bagaimana menuntun mereka untuk menerima kondisi diri sendiri, setelah itu mengubah mindset”, kata pak Joko.

Setelah keluar dari PR Yakkum, anak binaan telah memiliki keterampilan. Mulai dari menjahit hingga reparasi HandPhone. Tim PR Yakkum juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menerima si anak binaan, mempersiapkan lingkungan yang mendukung agar anak binaan bisa berkembang di masyarakatnya.

“kami butuh diberi kesempatan”

Bahkan ada di antara alumni PR Yakkum yang membukka usaha kerajinan hingga mempekerjakan lebih dari 50 orang. Sebagian dari mereka juga memiliki kebutuhan khusus. Kami sendiri melihat salah satu penghuni Yakkum, mbak Trisma namanya (kalau tidak salah) yang bisa dibilang tidak memiliki kedua lengan tangan. Namun ia memiliki keahlian membatik. Kami menyaksikan sendiri ia membatik menggunakan kakinya. Ia melakukan sendiri mulai dari menyalakan kompor menggunakan korek hingga mulai membatik.

PR Yakkum juga memiliki bengkel (tidak kalah komplit dengan bengkel di kampus saya) untuk memproduksi alat bantu bagi para penyandang defable. Tangan palsu, kaki palsu, hingga sepeda khusus yang menggenjotnya menggunakan tangan.

bengkel membuat sepeda khusus

Ketika berjalan-jalan keliling PR Yakkum, saya melihat sebuah tulisan yang cukup menyentak saya  : Penyandang Cacad tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan kesempatan. Kebanyakan masyarakat memandang remeh para penyandang cacat dan tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk melakukan aktualisasi diri. Batin saya: benar juga, mereka butuh diberi kesempatan.

Meski PR Yakkum berada di bawah naungan Yayasan Kristen, tapi tidak ada diskriminasi di sini. Karena yang ada di sini adalah misi kemanusiaan. Ada begitu banyak pelajaran yang bisa saya ambil dalam kunjungan ini. Saya bahakan susah untuk menguraikan satu persatu dalam tulisan ini. Anda akan merasakan feelnya ketika berkunjung sendiri.

di depan

Sebelum pulang, kami sempat bermain games dengan para anak binaan. Meski mereka tidak seperti kita yang normal, mereka nampak begitu percaya diri, ikut bermain bergembira bersama kami, tidak kalah semangat dengan kami. Saya tau mengapa. Mereka mensyukuri nikmat yang dimilikinya, maka mereka merasa bahagia.

mencoba sepeda khusus

Luar biasa!! Saya menjadi bertanya pada diri sendiri, Kontiribusi apa yang telah dan akan saya lakukan untuk masyarakat? Biarlah waktu yang akan menjawab dan menjadi saksi.

take picture bersama pengurus

Yogya, 17 Nov 2011
2.4


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 November 2011 by in hikmah, opini, sepotong episode and tagged , , , .
%d blogger menyukai ini: