.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Moderat, Open Mind, Obyektif, Rendah Hati

Tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Semua skenario kehidupan telah tertulis di Lauhil Mahfudz. Dari hal yang besar hingga yang sepele. Tentang kematian, tentang jodoh, tentang pendidikan, tentang rizki semua telah ada yang mengatur. Bahkan nyamuk yang hinggap di kulit kita kemudian menyedot darah kita, itu terjadi karena izin Nya. Bukan kebetulan belaka.

Begitupula , Allah mentakdirkan saya bisa mendapatkan beasiswa PPSDMS, Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis. Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan mahasiswa-mahasiswa strategis, mahasiswa berprestasi, aktivis islam, aktivis pergerakan. Tidak hanya di UGM, tetapi di 6 Perguruan tinggi lainnya; UI, ITB, IPB, UnPad, ITS, dan UnAir.

Mereka adalah para ketua Lembaga di kampus, ketua BEM, ketua SKI, ketua UKM, ketua HM, dll. Tulisan mereka sering dimuat di media nasional. Prestasi lomba, jangan ditanya. Dari level nasional hingga internasional menjadi hal biasa bagi mereka. Saya sangat bersyukur atas nikmat ini. Dipertemukan dengan para calon pemimpin masa depan. Tinggal seatap dengan pemimpin harapan bangsa. Meski saya hanya mahasiswa biasa-biasa saja, semoga bisa belajar dari mereka.

ustadz Musholli ppsdms

Ustadz Musholli, beliau yang mendirikan PPSDMS. Beliau pula yang menjadi bapak ideolog kami, yang memberikan banyak pengaruh pada pemikiran keislaman kami. Dengan gaya betawinya dan guyonan khasnya –yang sering bikin ketawa sampai nangis- setiap kali berdiskusi dengan kami, beliau selalu mengingatkan agar dalam menjalankan agama dan kehidupan ini selalu menjaga 4 hal : Moderat, Open Mind, Obyektif dan Rendah Hati.

Moderat

Moderat disini berarti tidaklah ekstrim kiri dan tidak ekstrim kanan. Dalam kata lain, seimbang. Karena Islam memiliki ciri washotiatul manhaj, atau manhaj yang seimbang. Seimbang antara dunia dan akhirat, antara ruh dan jasad, antara akal dan kalbu, antara teori dan praktik, antara kebebasan dan tanggung jawab, dan seterusnya.

Moderat bukan berarti tidak berpegang pada prinsip yang kemudian bisa seenaknya sendiri. Bukan seperti itu. Karena Islam merupakan manhaj yang “tengah-tengah”. Setiap kali para sahabat Nabi condong ke arah “berlebihan” atau “berkurangan” (dalam berbagai aspek kehidupan mereka), maka, Nabi SAW segera mengembalikan mereka dengan keuat ke arah tengah (moderasi).

Bersikap moderat harus ditempatkan pada tempatnya. Bersikap moderat bukan kemudian kehilangan keberanian untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

Open Mind

Ketika berdiskusi dengan orang lain, bukalah pikiran kita. Jangan merasa pemahaman kita selama ini adalah yang paling benar dan yang lain salah. Kalaupun kita tahu pendapat orang lain salah, setidaknya kita bisa mengambil hikmahnya. Itu bisa terjadi jika kita mau membuka pikiran.

Misalkan ketika berdiskusi tentang orang-orang Jepang yang begitu menjaga kebersihan, menghargai waktu, profesional, kemudian dibandingkan di negara-negara yang penduduknya banyak orang islam terlihat begitu kontras. Kumuh, tidak disiplin, waktu begitu tidak dihargai, dll. Jangan kemudian kita tidak menerima fakta dan membela diri “mereka kan kafir”. Itu namanya tidak open mind. Dalam kasus ini, bisa kita ambil kalimat Al-Islamu mahjubun bil muslimin, Keagungan islam seringkali tertutupi oleh orang islam itu sendiri.

Jangan juga kita menutup diri dengan orang-orang yang memiliki pemikiran sosialis, atau mereka yang ekstrim kiri maupun kanan. Buka pikiran kita, dengarkan. Kemudian kita bisa memfilter mana yang bisa diambil, mana yang ditinggal. 

Obyektif

Obyektif masih ada kaitannya dengan Open Mind. Bersikap obyektif bukan hal yang mudah, terlebih ketika kita memiliki ego yang tinggi. Jika kita terbiasa bersikap obyektif kita tidak akan merasa berat hati untuk mengakui kesalahan yang kita lakukan, juga memberi apresiasi kepada ia yang benar.

Dengan sikap obyektif ini kita akan disegani kawan maupun lawan. Tanpa sikap obyektif kita tidak akan pernah bisa berbuat adil dan bijaksana.

Rendah Hati

Selain moderat, open mind, dan obyektif, terakhir adalah sikap rendah hati yang sangat diperlukan. Saya yakin orang yang rendah hati pasti disukai oleh siapa saja. Dan orang yang tinggi hati, sombong, sok-sokan, pasti semua orang tidak suka padanya.

Orang yang tinggi hati akan susah diajak berkompromi ketika lawannya tidak sesuai dengan keinginannya. Ia lebih mementingkan ego pribadi atau kelompoknya. Orang yang rendah hati tidak akan dipandang rendah oleh manusia. Sikap rendah hati ini harus selalu melekat pada diri kita, kapan saja, dimana saja.

ustadz Musholli

Bersama Ustadz Musholli, malam terakhir sebagai peserta PPSDMS

Moderat, Open Mind, dan Rendah Hati. Tiga hal itu yang selalu Ustadz Musholli ingatkan kepada kami. Ketika pemimpin bangsa ini memiliki ketiga hal itu, saya yakin cita-cita PPSDMS, cita-cita kita akan terwujud. : Terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah, Pencipta Alam Semesta.

Semoga Allah memberikan umur yang panjang dan berkah kepada ustadz Musholli, dan semua orang –orang yang peduli pada kebangkitan umat islam dan kemajuan bangsa Indonesia.

Mohon dikoreksi, jika ada yang salah atau perlu ditambahkan

 

 

Yogya, 12 Desember 2011

Pasca KIK bersama ustadz Musholli

Iklan

One comment on “Moderat, Open Mind, Obyektif, Rendah Hati

  1. Rahmat Nugraha
    20 Desember 2011

    tulisannya keren bro,
    memberikan pencerahan
    dan kayaknya walaupun materi ini sering dibahas ulang oleh beliau, tapi tetap saja gak bosen dengernya
    #Berharap KIK disini pun dengan beliau
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Desember 2011 by in hikmah, ngaji yuk and tagged , , .
%d blogger menyukai ini: