.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Mirasantika

rhoma irama

Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila
Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah
Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan
Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan

(Rhoma Irama)

Ketika menonton atau membaca berita kriminal di televisi atau di surat kabar, seringkali kita temukan kasus kejahatan yang dipicu oleh minuman keras atau dengan kata lain si pelaku dalam keadaan mabuk. Dari kasus kecelakaan lalu-lintas yang merenggut nyawa hingga seorang anak yang memperkosa ibunya. Bahkan berita terakhir, seorang oknum polisi di Gorontalo dalam keadaan mabuk menembak kepala tetangganya.

Sering juga kita menemukan perkelahian antar kampung yang dipicu pemuda mabuk yang saling ejek. Buntutnya panjang, tidak jarang juga sampai ada korban tewas. Berulang-ulang pula kita mendengar soal pesta miras yang berakhir dengan kematian. Sering, sangat sering bahkan.

Pantaslah jika kemudian agama mengharamkan minuman keras. Selain merugikan diri sendiri juga bisa merugikan orang lain. Almarhum KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya bahkan pernah mengatakan bahwa minuman keras merupakan bapak moyangnya kemaksiatan.

Data dari WHO menyebutkan bahwa setiap tahun sekitar 2,5 juta orang tewas akbiat mengonsumsi alkohol. 320 ribu diantaranya adalah anak muda berusia 15 sampai 29 tahun. Alkohol berada di peringkat ketiga dunia sebagai faktor perusak kesehatan. Hingga pada tahun 2004, menurut WHO, konsumsi alkohol bertanggung jawab atas kematian 4% penduduk dunia.

Dalam sebuah persidangan, terdakwa bisa dinyatakan bersalah cukup dengan dua saksi serta bukti yang menguatkan bahwa terdakwa bersalah. Bagaimana dengan terdakwa bernama Minuman Keras? Dengan berbagai data yang ada, minuman keras secara meyakinkan telah terbukti membahayakan kehidupan. Kesalahan seperti ini biasanya dijatuhi hukuman mati atau dipenjara selama-lamanya.

Maka jangan heran jika orang-orang menganggap aneh kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang membatalkan sejumlah perda miras di daerah-daerah. Bagaimana bisa niatan niat baik pemkab, pemkot, dan pemprov menertibkan miras dijegal.

Menurut Kemendagri, perda miras bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, yakni Keppress Nomor 3 Tahun 1997. Dalam keppres tersebut disebutkan bahwa peredaran miras hanya boleh dibatasi dan tak boleh dilarang sepenuhnya seperti yang diterapkan di beberapa daerah. Siapa yang senang? Siapa lagi kalau bukan para pengusaha miras.

Alangkah lucunya negeri ini. Sekalipun mungkin yang dilakukan Kemendagri bisa dibenarkan secara hukum, masih ada halangan yang dihadapi Kemendagri yaitu akal sehat masyarakat kebanyakan. Susah diterima akal sehat, ketika niat baik pemda dan masyarakat untuk memenjarakan minuman keras bukannya didukung malah dijegal.

Bagaimanapun, katakan tidak untuk Minuman Keras. Seperti akhir lirik lagu Rhoma Irama: Mirasantika? No Way !!

Yogya, 12 Januari
pagi hari sambil dengerin
lagu: Mirasantika

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Januari 2012 by in hikmah, opini.
%d blogger menyukai ini: