.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Tuna Netra Penjual Sapu Keliling

Pernah melihat seorang tuna netra berjalan menggunakan di trotoar menggunakan tongkatnya? Ia menggunakan tongkat sebagai alat bantu berjalan. Bukan, bukan Si Buta dari Gua Hantu. Tidak ada si Kliwon yang nongkrong di bahunya.

Si Buta dari Gua Hantu berjalan di hutan atau pedesaan. Sementara Bapak ini berjalan di pinggir jalan raya di tengah Hutan beton & gedung. Resikonya lebih besar. Ada kendaraan lalu lalang yang membahayakannya.

Yang membuatku lebih kagum, Bapak tuna netra ini menyunggi barang dagangannya berupa keset dan sapu di atas kepalanya. Persis seperti ibu-ibu penjual lupis & sate yang keliling di desaku. Iya, di atas kepalanya.

Aku sulit membayangkan. Konsentrasi untuk menjaga keseimbangan benda di atas kepalanya, menggerakkan tongkat bantunya, dan memprediksi jalan di depannya. Ia melakukkannya dalam satu waktu sekaligus.

Aku ingin menangis. Sungguh. Penyebabnya bukan karena aku kasihan dengan Bapak hebat ini. Namun aku merasa betapa aku selama ini kurang mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Tuhan padaku.

Dititipi mata yang bisa melihat, tapi sering digunakan untuk maksiat. Jarang menggunakannya untuk membaca ayat-ayat Nya. Ah, Tuhan benar-benar Ar-Rahman, Maha Pengasih.

Terimakasih Pak Penjual sapu keliling. Anda telah mengingatkan saya. Andai saja di dompet saya ada uang lebih dari 6 ribu, saya ingin membeli barang dagangan Anda. Saya hanya bisa mendoakan, semoga Anda selalu dalam lindungan-Nya.

Yogya, 12 Januari 2012
Sepulang dari PPTIK

Iklan

4 comments on “Tuna Netra Penjual Sapu Keliling

  1. azmi
    17 Januari 2012

    like this mas…luar biasa sekali beliau

    • kangridwan
      17 Januari 2012

      dia tak perlu ceramah “bersyukurlah”, tapi membuat kita lebih bersyukur. Nasehatnya jauh lebih menusuk dari sekedar kata2. nasehat tak selalu berupa kata-kata bukan?

  2. Qori
    18 Januari 2012

    teringat kisah Ibnu ‘Abbas, Beliau kehilangan penglihatannya krn banyak menangis sangking takutnya pada Allah..

    Lalu apa gunanya,kedua Mata kita yang bisa melihat tapi ada HATI yang terbutakan..?

  3. Ping-balik: Bapak Penjual Sapu « Spirit of Phoenix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13 Januari 2012 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: