.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Islam dan Neighborhood

Tiada henti-hentinya Jibril mewasaiti aku tentang (berbuat baik) kepada tetangga,
sampai-sampai aku mengira (bahwa tetangga) akan mendapat hak waris
(H.R. Bukhari-Muslim)

            Kali ini saya akan mengajak pembaca Petualang Kehidupan untuk menjelajahi bagaimana Islam mengajarkan tentang bertetangga. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk melaksanakan sebaik-baiknya dalam hal bertetangga. Masalah tetangga ini bahkan sampai dimasukkan dalam masalah aqidah dan keimanan oleh beliau. “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya berbuat baik kepada tetangganya” (H.R.Bukhari). Di hadits lain, Nabi Muhammad SAW tidak mengakui keimanan seseorang jika ia kenyang sementara tetangganya kelaparan.

            Sedemikian tinggi hak tetangga dalam Islam sehingga meskipun seseorang itu rajin shalat malam, bersedakah, dan berpuasa ia akan masuk neraka jika menyakiti tetangganya. Suatu ketika sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya fulanah melakukan shalat malam, puasa di siang hari, berbuat baik, dan bersedekah, tetapi ia menyakiti tetangganya dengan lisannya”. Maka kata Nabi, “Tidak ada kebaikan atas yang telah dikerjakannya itu dan ia masuk neraka” (H.R.Bukhari).

            Seorang muslim yang tidak memenuhi hak tetangganya tersebut mendapatkan ancaman yang keras. Sehingga jika sampai seorang tetangga terpaksa pindah karena tidak tahan akan keburukan dari seorang Muslim, maka ia celaka di dunia dan akhirat. “… dan tidaklah seorang tetangga yang menzalimi tetangganya dan memusuhinya, lalu tetangga terserbut terpaksa keluar/pindah dari rumahnya, pastilah tetangga yang menzalimi tersebut binasa” (H.R.Bukhari)

            Dosa yang berlipat-lipat juga berlaku untuk semua perbuatan jahat yang dilakukan kepada tetangga. Berzina dengan istri tetangga lebih berat dosanya di sisi Allah dibanding berzina dengan 10 wanita, Mencuri dari 10 rumah lebih ringan di sisi Allah dari mencuri barang tetangganya. Berzina dan mencuri merupakan perbuatan haram, tapi dosanya menjadi berlipat ketika ia melakukannya terhadap tetangganya.

            Hukum memuliakan tetangga ini juga berlaku terhadap tetangga yang non-Muslim sekalipun selama kebaikan yang kita berikan tidak berikatan dengan pelanggaran aqidah (ikut perayaan agama dan ritual yang bersifat keagamaan) dan pelanggaran syariat (seperti makan dan minuman yang diharamkan).

Saya masih ingat pelajaran SD dulu. Bahwa saudara yang paling dekat adalah tetangga kita. Siapa yang akan menolong ketika rumah kita kebakaran? Tetangga. Siapa yang pertama menengok ketika kita sakit? Tetangga. Begitu tingginya islam memuliakan tetangga sampai-sampai Rasulullah mengira bahwa tetangga juga akan mendapat hak waris.

So, mari kita muliakan tetangga kita.

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman  lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman (Al Hasyr : 59)

Yogya, 15 Januari 2012
Kantor Asrama PPSDMS Yogya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Januari 2012 by in hikmah, ngaji yuk and tagged , .
%d blogger menyukai ini: