.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Nunggu Keriput

semangat belajar

Keriput menghiasi kulitnya, termasuk juga wajahnya. Rambutnya telah memutih. Kacamata yang digunakan menunjukkan penglihatannya sudah tidak sempurna lagi. Kakek tua itu duduk di sebelahku menggunakan kopiyah. Ya, kami sedang mengikuti kajian. Mengikuti siraman ruhani di Darus Shalihat bersama ustadz Syatori Abdul Rauf.

Kau tahu ustadz Syatori? Ada yang bilang beliau adalah Aa’ Gym nya Jogja. Pesantren Darus Shalihat terkenal dengan santri-santri akhwat yang insya Allah shalihah. Sabtu sore kajian memang dibuka untuk umum. Aku datang karena hatiku terasa kotor, minta dibersihkan. Rindu dengan kajian ustadz Syatori. Bahkan di situ aku juga melihat pak Waziz Wildan, ketua Jurusanku, juga ikut kajian.

Kembali lagi ke kakek di sebelahku tadi, ada yang aku kagumi dari beliau. Semangat menuntut ilmunya begitu tinggi. Ia membuka buku catatannya dan menuliskan poin-poin penting yang disampaikan. Menulis. Itulah yang membuatku kagum. Sebagian orang mungkin akan mengatakan “wajarlah kalau kakek-kakek ikut ngaji, itu namanya sadar diri”, tapi sepengamatanku jarang ada yang menuliskannya.

Mengapa ia menuliskannya? Dugaanku yang pertama, ia ingin membaca ulang di rumah. Memahami lagi apa yang disampaikan ustadz. Seperti mahasiswa yang rajin. Kedua, ia ingin menularkan apa yang telah ia dapatkan. Minimal, sampai di rumah ia sampaikan kepada isterinya, atau mungkin cucunya.

Aku merogoh kantong celanaku, kok pulpenku ga ada? Di saku bajuku, lho kok ga ada juga? “Wid, pinjem pulpen dong!”. Widhi meminjamiku pulpen. “Kertasnya sekalian dong, minta selembar. Tumben-tumben nih, alat tulisku ketinggal. Di tas biruku Cuma ada buku bacaan je”. Widhi menyobek selembar kertas dari block note-nya.

Masak sih, nunggu keriput & beruban dulu buat mencatat ilmu.

*******

ini salah satu yg aku catat:

Dosa dan maksiat yang tidak segera ditaubati, itulah penyebab kita tidak bisa merasakan nikmatnya ibadah.

beda lagi yang dicatat Tito (trus dijadikan status FB)

orang yang “galau” jodoh shga mengambil jalan pintas,
itu ada 2 kmgkinan :
1. dia tidak yakin dengan janjiNya
2. tidak yakin dirinya masuk surga jadi di puas2in syahwatnya di dunia

# AYO NGAJI !!

Yogya, 23 Jan 2012
Kantor Asrama PPSDMS

Iklan

4 comments on “Nunggu Keriput

  1. Muhammad Amin
    23 Januari 2012

    like this Kang 😀

    • kangridwan
      23 Januari 2012

      thanks Bro

  2. imel
    23 Januari 2012

    bagus..

    • kangridwan
      23 Januari 2012

      🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 Januari 2012 by in hikmah, ngaji yuk, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: