.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Message from Uki

Kau punya adik atau kakak? Kalau punya berapa jarak usia kalian? Seberapa dekat kamu dengan dia?

Kali ini aku ingin bercerita (lagi) tentang adikku, Uki.

biar lebih kenal, silakan baca dua tulisanku tentang adikku ini:

Alhamdulillah, orang tuaku mendidikku sedemikian sehingga aku merasa dekat dengan saudara-saudaraku. Kakak dan adikku. Jika aku dengan kakakku terpaut 3 tahun, dengan adikku aku terpaut 9 tahun. Lumayan jauh kan? Tapi itu tidak mengurangi rasa sayang diantara kami.

Sekitar setengah tahun, adikku menjadi anak pesantren. Dia menikmatinya. Sebelum masuk aku memotivasinya, bahkan hingga sekarang aku selalu menyemangatinya. Dia pun menunjukkan prestasinya. Menjadi salah satu santri terbaik, peringkat satu di kelasnya. Hampir semua guru/ustadz mengenalnya.

Dia senang, dia bangga. Aku kadang malu ketika dia mengatakan. “Uki ingin pintar, ingin keren, seperti Mas”. Begitu. Selain kedua orang tuaku, kakakku, aku dia jadikan salah satu real model. Parameter, Penyemangat, dan yang lainnya. Aku yang kampret begini. Semoga cukup kebaikanku, yg sedikit itu, yang ia contoh. Jangan keburukanku.

Beberapa hari yang lalu, ketika aku ngangkring di MSG, ada sms masuk. Nomor tak dikenal.

“Mas, uki ditelpon pakai nomer ini. Ini HaPe pengurus”

Aku telepon dia, tapi suaranya tidak begitu jelas. Ditambah lagi pulsaku habis di tengah telepon. Kemudian ia sms intinya, dia tanya kapan aku pulang. Dia kangen aku. Dia ingin ketemu aku, ingin dijenguk aku. Sampai segitunya kah? Sampai pinjam hape pengurus?

Aku jawab : “Insya Allah

Esoknya, ketika aku Online, aku kaget. Lho, kok Uki nge-Chat. Ternyata dia sedang ada tugas sekolah yang membolehkan ke warnet. Lagi, dia tanya kapan aku pulang dan kangen. Aku off. Dan ketika OL lagi ada private message dari Uki. Ternyata chat belum selesai. Aku membacanya. Mataku berembun.

“mas uki bnr2 kngn bngt sekali sm mas, uki dari td nulis tulisan ini smpe nangis…”

Aku jawab pesan itu, meski aku tak yakin dia membacanya lagi. “Insya Allah”. Dalam hati aku berjanji akan menjenguknya, sebelum pergi satu bulan di Bandung. Aku mengusap mataku

***

” Mbak juga berazam, kalo balik ke Purworejo mau nengok Uki”, kakakku yang kini tinggal di Jakarta ternyata juga mendapat pesan yang sama

” Tengok dia, kebumen dekat kan? Adikku aja yang di Bandung tak datengin”, ujar Budhe -Chepi-

Yogya, 23 Jan 2012

 

* kalau saja agama melarang pria untuk menangis, berat bagiku untuk menaatinya.

Iklan

3 comments on “Message from Uki

  1. imel
    25 Januari 2012

    jleb jleb bgt…

  2. nuniQ
    27 Januari 2012

    so sweet 🙂
    aku blom pernah dapet sms kangen dari adek…
    *pengen.com

    • kangridwan
      19 Februari 2012

      Kapan2 semoga dapet sms kangen yang lebih so sweet. Dari suami.
      hihi
      🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25 Januari 2012 by in hikmah, sepotong episode and tagged .
%d blogger menyukai ini: