.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Bab I, Skripsi

Pedro & Paijo sedang ngobol di angkringan MSG. Pedro cuma ngambil satu bungkus nasi, satu tempe, satu tempe gembus, dan satu gelas air putih yang gratis. Sementara Paijo lebih irit lagi. Satu bungkus nasi, remukan gorengan, dan tidak lupa : Air Putih. Kalau Pedro habis 1500, Paijo hanya 1000 sadja. Hahay.

“Gimana skripsinya, Jo?”, tanya Pedro

Paijo agak sedikit mangkel sih, campur malu lebih tepatnya. Apa pasalnya? Belum bisa jawab banyak. Gimana mau jawab, judul saja belum dapet. Boro-boro, Kerja Praktek saja belum. Sepertinya pertanyaan Pedro merupakan pertanyaan keramat bagi semua mahasiswa (angkatan) tua.

“Alhamdulillah, sudah Bab I “, jawab Paijo santai sambil tersenyum tentunya.

“Buruan diselesaiin. Ndang Lulus, ndang kerja, ndang mbojo !”

Sial, itu kan kata-kata yang sering Paijo kasih buat menasihati kakaknya yang belum lulus2 juga. Dimakan senjata deh. Maksudnya, senjata makan tuan.

“Sepakat Dro, kata temen gue, Jangan lama-lama di kampus. Karena kampus sesungguhnya adalah kampus kehidupan. Itu yang jauh lebih penting.” Paijo sok-sokan.

“Semangat, skripsinya ya!!, Beneran nih, udah Bab1 ? ” Pedro menyemangati.

“Thanks Bro, yoi. Alhamdulillah sudah sampai Bab1. Bab 1 adalah Bab Niat.”

“@#$%$#^%$&, Gubrak”, Pedro terjungkal. Tempe-tempe jatuh dari tempatnya gara-gara Pedro. Mau ga mau Ia membeli tempe-tempe yang jatuh itu. Tidak jadi ngirit deh. Hahay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 27 Januari 2012 by in Cerita Fiksi, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: