.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Dua Tangis dan Ribuan Tawa

Judul Buku          : Dua Tangis dan Ribuan Tawa
Pengarang          : Dahlan Iskan
Penerbit              : PT Elex Media Komputindo
Terbit                    : Desember 2011 (cetakan ke-5)
Jumlah halaman: xiii + 349
Harga                      : 55.000 (sudah diskon 30%)

Buku Dua Tangis dan Ribuan Tawa merupakan kumpulan CEO Note yang ditulis oleh Dahlan Iskan ketika beliau menjadi Dirut PLN. Latar belakang sebagai wartawan membuat tulisannya begitu gurih dibaca. Melalui CEO Note ini beliau berkomunikasi dengan karyawannya yang berjumlah 50000 orang dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara.

Pengemasannya sangat menarik. Bentuknya tidak seperti sambutan, tidak seperti imbauan, bukan berisi instruksi, juga bukan berupa khotbah. Seakan-akan mendengar langsung pak Dahlan bercerita dan bisa merasakan apa yang dilakukan beliau. Berkeliling nusantara, mengunjungi kantor-kantor PLN di berbagai pelosok, mengambil keputusan yang strategis, berani, cepat, dan tepat. Kita juga bisa belajar banyak bagaimana cara berpikir CEO.

Dua Tangis dan Ribuan Tawa sendiri merupakan 1 dari 32 judul CEO note. Tiap membaca satu judul note selalu saja saya mendapatkan wawasan baru dan selalu saja ada hal yang mengesankan. Awalnya CEO note ini hanya untuk orang dalam PLN, tapi ternyata bocor keluar dan mendapat tanggapan yang antusias.

Beberapa hal yang berkesan bagi saya, diantaranya:

  • PLN memiliki visi: menjadi perusahaan kelas dunia, memberi listrik kepada 100 % penduduk Indonesia, dan memberi pelayanan kelas dunia. Dahlan menyederhanaknya, bahwa sebenarnya yang diinginkan masyarakat tidak muluk-muluk : Jangan biarpet, kalo pet, cepet ! dan satu lagi : kalahkan Malaysia.
  • Ada puasa sebulan. Bukan di bulan Ramadhan. Puasa disini adalah puasa SPPD, dimana selama satu bulan penuh tidak ada SPPD keluar, apapun alasannya. Dan berhasil. Keren.
  • Ketika mendapatkan pujian dari DPR dan juga mendapat penghargaan marketer of the year, Dahlan Iskan mengatakan bahwa sebenarnya belum pantas pujian itu datang, segera lupakanlah, jangan sampai pujian itu membuat terlena karena belum tentu satu satu tahun lagi atau bulan lagi pujian itu masih ada. Bisa jadi berubah menjadi cacian, kalau terlena. Lupakanlah, karena Tuhan tidak akan pernah lupa.
  • Larangan merokok di seluruh kawasan PLN diberlakukan. Di CEO Note “Peraturan sampai Jabatan” isinya berupa kumpulan email. Berawal dari karyawan yang mengeluhkan asap rokok di kantor, kemudian menjadi diskusi asyik maka keluarlah keputusan : Dilarang merokok di ruang kerja seluruh PLN
  • Dahlan Iskan selalu membanggakan orang PLN. Ia katakan bahwa orang-orang PLN itu orang yang hebat, hanya seringkali tidak diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri. Bahkan 10 kepala cabang terbaik diikutkan dalam rapat direksi. Terbaik bagaimana? Yang bisa mengalahkan malaysia. Cara yang unik, untuk kaderisasi.
  • …. masih banyak yang menginspirasi

Selama membaca buku ini saya seakan-akan merasakan menjadi orang PLN yang berjuang tak kenal lelah untuk kesejahteraan rakyat dalam hal menikmati layanan listrik. Bangga memiliki Dirut semacam pak Dahlan Iskan. Pantaslah jika salah satu kawan saya yang kerja di PLN sangat bersedih ketika pak Dahlan ditunjuk sebagai menteri, meninggalkan PLN.

Tidak salah jika SBY kemudian memintanya menjadi menteri BUMN. Kepiawaiannya telah teruji. Beliau seorang pekerja keras yang sederhana, yang memiliki dedikasi tinggi.

Saya sarankan Anda untuk membaca buku ini, sangat rekomended. Harganya di toga Mas 55.000 (sudah diskon 30 % itu). Atau, searching saja di Internet. Beberapa judul CEO Note ini pernah saya baca dulu. Karena memang tulisan-tulisan ini telah beredar sebelumnya, hanya saja belum dibukukan.

Hingga sekarangpun saya masih suka membaca tulisan-tulisan beliau di blognya : dahlaniskan.wordpress.com. Kali ini bukan CEO Note, tapi Minister Note.

Semoga pak Dahlan Iskan dikaruniai umur yang panjang.

Jakarta, 5 Feb 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 Februari 2012 by in opini, Resensi and tagged , .
%d blogger menyukai ini: