.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Puisi Nitnot

Namanya Reanita Widya Ningrum, masih kelas TK. Dipanggil Nita, di sekola dipanggil Ningrum. Tapi keluarganya memiliki panggilan sayang : Nitnot. Ketika kakaknya, Dhea yang masih kelas 3, berteriak memanggil “Nitnoooot !”. Nitnotpun protes dengan sedikit berbisik, “Mbak, jangan keras-keras. Nanti teman-teman pada ikut-ikutan manggil pake nama itu”. Panggilan Nitnot hanya khusus diperbolehkan bagi keluarga dekat.

Dia sepupuku. Sepupu jauh lebih tepatnya. Kakekku dan Neneknya sepupuan. Jadi kalau dibuat silsilah keluarga, ketemunya di atasnya buyut , entah apa namanya kalau tidak Canggah, Wareng. Kenapa masih dekat? Karena silaturahmi. Aku sempatkan “mampir’ ke tempat lek Ambri, ayah Nitnot. Selama 2 jam dari jam setengah sembilan malam, banyak cerita : ngalor ngidul, ngetan ngulon.

Nitnot nglendot2 ibunya. Di tengah cerita kami, dia menulis dengan pensil, di secuil kertas. Aku pun menyadarinya setelah dia selesai menulis. Nitnot  yang pemalu itu (sampai-sampai saya panggil ga noleh) ternyata menulis semacam Puisi. Puisi buatan anak TK.

MaMa PaPa
KuPuNya MaMa PaPa
MaMaKu cantiK jelita
PaPaKu gagah pErKasa
semga TuHan melinDunginya
Nita

Ah, lucu nian kepolosan anak kecil. Nggemesin, Pengin…

Jakarta, 5 Februari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 6 Februari 2012 by in hikmah, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: