.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Sadar AAC

Aku Kerja Praktek di PTDI, Bandung. Keinginanku bertualang di Bandung membuatku membawa motor di sini. Motor dipaketkan via Kereta api. Yogya-Bandung memakan biaya 275.000, via Herona. Motor yang biasa aku pakai ke kampus & muter-muter Jogja. Motor plat Purworejo, tahu kan? Motor Purworejo depannya AA (kedu) dan buntutnya C atau L atau V.

Aku beli baterai Hape. Maklum hape agak lawas, minta perhatian. Baterai ngambek. Hape mati. Mencari lokasi jualan baterai Hape di Bandung beda dengan di Jogja. Agak sulit. Mungkin karena belum begitu akrab dengan kota ini. Aku berkeliling mencari bakul baterai hape, dengan motorku. Motor AAC.

Alhamdulillah, ketemu. Counter kecil di sebelah tukang potokopi. Motorku berjalan lambat ketika aku mendengar suara Bapak-bapak sedikit berteriak,

“Purworejo !!” terdengar suara dari arah potokopi

Aku menengoknya, memberinya senyum, dan mengklakson (tanda memberi respon). Aku yakin, dia tahu dari plat motorku. Di sini jarang ada motor plat AA, apalagi buntutnya C/L/V. Beda dengan Jogja, yang tiap kali lampu merah seringkali kumelihatnya. Selesai memenuhi hajatku (beli baterai Nokia BL-5B) aku dekati Bapak yang tadi.

“Aseli Purworejo, Pak? Kok tahu kalo saya dari Purwoerjo” aku pura-pura tak tahu.

“Lha platnya plat Purworejo. Aku dulu daftar polisi di Purworejo gagal terus ” tebakanku benar, dia memang pengamat plat motor, seperti aku.

 “Sudah berapa lama di Bandung, Pak?”

“Belum lama kok, baru 28 tahun”, Ah bapak ini suka becanda ternyata.

Singkat cerita kami bercerita singkat. Namanya pak Eko. Asalnya dari Cangkrep, sekitar 100 meter dari Pak Kiyai Thoifur Mawardi (Ulama’ karismatik Purworejo). Di Bandung, tinggal di SariJati, nama Rusun. Ah, bertemu orang sendiri di tempat jauh memang rasanya beda.

Tidak semua orang Purworejo sadar AAC. Sedikit. Seringkali aku nyalip motor Purworejo, aku mengklakson (nyapa), tapi yang disapa ga sadar. Solidarity Purworejonya kurang. Mungkin karena Jogja masih terlalu dekat dengan Purworejo. Beda dengan komunitas Plat N (arek malang), atau komunitas Plat K (anak2 Kudus) yang menurutku lebih kompak.

Tapi pernah kejadian di dekat prempatan Jakal aku nyalip motor AAC, aku klakson (menyapa) dia. Eh dianya ngasih respon. Bukan Cuma klakson ganti, tapi juga seperti pak Eko tadi. “Purworejo !!”. Jadi deh ngobrol singkat di perempatan (pas lampu merah).

Aku jadi kepikiran, semisal aku di Amerika. Ketemu bangsa melayu pasti udah merasa senang, ada ikatan emosi. Trus kenalan, eh ternyata orang Indonesia. Makin merasa dekat. Kami ngobrol pake bahasa Indonesia. Ditelisik lagi, ternyata orang Jawa. Bisa ngomong Jawa. Jadilah kami ngobrol pake bahasa Jawa. Makin digali, ternyata orang Purworejo. Jadi serasa punya saudara dekat di negeri orang. Begitulah pentingnya identitas.

Bukan berarti kemudian fanatik daerah itu tidak boleh. Justru fanatik itu penting. Yang tidak boleh adalah fanatik berlebihan, fanatik buta, seperti chauvinisme, yang right or wrong is my country itu loh. Bilang orang jawa paling baik yang lain jelek. Itu tidak boleh. Namun yang namanya cinta dengan daerah dengan berbagai budayanya, itu penting. Musti dijaga. Bukankah kebudayaan nasional itu berasal dari budaya daerah? (ini pelajaran kelas 4 SD)

So, ketika kita berkenalan, ketika menjalin hubungan interaksi dengan seseorang carilah persamaan sebanyak-banyaknya. Obrolkan hal yang bisa nyambung, Pasti akan terasa lebih dekat.

Jadi, kalau semisal aku tersesat di suatu planet asing. Bertemu dengan para alien bermata 4, alien berukuran raksasa, dan alien lainnya,  pastilah kita akan sangat bergembira ketika kalau ada manusia, entah itu dari bangsa mana, warna kulitnya apa. Apalagi ketika dilihat ternyata plat pesawat luar angkasanya : AAC !!

—-
Citepus, Bandung
6 Februari 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 Februari 2012 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: