.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Jangan Sunda, Apalagi Garut !

“Besok kalo cari istri jangan orang Sunda, apalagi orang Garut ya! Kamu di Bandung kalo emang kecantol, jangan sama orang Sunda. Orang jawa banyak kok di sini” pesen bulik ku, yang sudah 20 tahun tinggal di Cimahi itu.

“Emang kenapa?” Aku tentunya butuh argumen dong.

“Jadi gini, bla bla bla …”

Saya ga pengin mengatakannya ah. Intinya, hati-hati saja. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Bulikku, terbukti bahwa orang jawa yang bersuami atau beristri orang sunda ada masalah yang memiliki kemiripan. Bukan hanya pada satu kasus, tapi banyak.

Mungkin itu yang disebut ilmu titen. Ilmu titen adalah semacam pengamatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga bisa diambil kesimpulan. Ilmu titen juga yang digunakan pelaut (nenek moyangku) dengan melihat bintang. Mereka mengamati bintang, ternyata ada siklus. Jadilah kesimpulan. Namun, kali ini obyeknya bukan alam, tapi manusia. Entahlah ini bisa disebut ilmiah tidak.

Pesan bulik ku ini bukan yang pertama aku dengar. Sebelumnya beberapa orang tua (orang yang lebih tua, dalam hal ini bukan selalu berararti ayah dan ibu) pernah berpesan pada saya untuk hati-hati, jangan cari isteri orang Sunda. Lagi, mereka menggunakan ilmu titen. Ketika saya bertemu dengan kawan, ternyata sama. Dia juga dipesani orang tuanya agar jangan dapet orang Sunda, apalagi orang Garut.

Beda dengan bapak saya, beliau request: “Kalo bisa nyarinya ga usah jauh-jauh. Purworejo dan sekitarnya saja”. Oke, semua nasihat saya dengarkan. Namun, mau saya terima atau tidak itu terserah saya bukan. Orang yang mau nikah siapa gitu. Begitu pula kamu, terserah mau menerima tulisanku ini atau tidak.

Tenang saja, semua masih punya peluang kok. Selama dia wanita shalihah dan saya masih bujangan, dia memiliki kesempatan yang sama. (Maaf, kalo agak sok-sokan, hehe).

“Bukannya request Bapak kamu, Purworejo dan sekitarnya ?”  Paijo protes.

Itu request, bukan wasiat, bukan jadi syarat menantu beliau. Toh, Purworejo dan sekitarnya, sekitarnya disini kan tidak dijelaskan batasannya. Bisa jadi selama Indonesia, itu masih sekitar Purworejo. Selama itu Asia itu masih sekitar Purworejo. Hahay. Bisa saja.

Kembali ke laptop !!

Fenomena kesukuan seperti ini menunjukkan bagaimana masyarakat kita belum dewasa dalam berbhineka tunggal ika. Kalaupun melihat seseorang mbok ya dilihat pribadinya. Bukan dari kesukuan, yang itu sudah bawaan lahir.

Kalau selama ini yang jadi Presiden kebanyakan orang Jawa, bukan berarti kemudian yang harus jadi Presiden musti orang jawa. Kebetulan saja orang yang berkapasitas itu, lahirnya di Jawa. Kalau ada calon pemimpin yang benar-benar baik dan bukan orang Jawa, bukan kemudian jadi alasan tidak memilihnya karena ketidakJawaannya.

Memang benar, masing-masing suku memiliki kekhasannya masing-masing. Ada yang terkenal orangnya halus, bersahabat. Ada yang dikenal pandai berdagang. Ada yang dikenal orangnya keras, tegas . Ah, Indonesia memang Indah jika dilihat dengan sudut pandang yang benar.

“Kok jadi ngelantur kemana-mana ? Jadi, intinya apa nih? Kamu mau menikah dengan orang Sunda tidak? ”  Paijo tak sabar

“Oke-oke, jadi intinya begini. Saya tegaskan. Saya tidak mau menikah dengan orang Sunda, apalagi orang Garut. Selama dia cowok !!”

—–

Bandung, 8 Feb 2012

Iklan

8 comments on “Jangan Sunda, Apalagi Garut !

  1. Nis
    14 Februari 2012

    Hehehe…padahal pengen tahu alasannya kenapa, ternyata ga dibahas ya, kasi tahu dong , hehe.. ^^

    Tp sy rasa selama dy paham agama dan yang penting berlainan jenis, tak masalah laahh 😀

    • kangridwan
      19 Februari 2012

      Sepakat deh ama kamu Nis.
      Kalo tentang alesan, yang jelas ada perbedaan kultur yang ga semua orang bisa melewatinya dengan mudah

  2. maman
    16 Februari 2012

    orangtua Q pesen jangan nikah sama orang jawa

    • kangridwan
      19 Februari 2012

      🙂

  3. Dewwi Puzpita Sarri
    16 Februari 2012

    klo nikah sama orang purworejo,. insya alloh akan lebih dimudahkan dan diterima oleh keluarga..
    pengalaman sendiri,..
    semoga bisa mencontoh

    • kangridwan
      19 Februari 2012

      Hehe.
      Aku serahkan ama Alloh deh mbak. Kalo emang jodohnya orang Purworejo pasti g bakal kemana.
      Nyang penting sholehah deh.

  4. hidup adlah perjuangan
    8 September 2013

    aku di suruh jgn ama orang sunda, aku orang lampung, emnagsih pengalaman orang tua lebih bnyk drpd kita, tapi rata rata yg di bilang orang tua bener. yg penting nyari yg agamanya, pendidikannya, dan pola pikirnya itu aja kata ibu aku. tapi tetep yakin klo orang baik pasti dapet orang baik

    • kangridwan
      8 September 2013

      Sipp!!

      😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 Februari 2012 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: