.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Tapi…

#Cerita fiksi

Aku tiba di Cafe itu 10 menit lebih awal. Kuharap aku yang datang duluan. Ternyata kau sudah menungguku. Aku menyapamu. Matamu terlihat agak sembab. Baru saja aku duduk, tiba-tiba kau memelukku, menangis sejadi-jadinya.

“Dia ternyata sudah punya wanita lain”. Kau masih terisak

Aku terdiam

“Selama ini aku hanya dipermainkan. Ternyata, ternyata …”. Kau menangis lagi.

“Bukankah kemarin kamu sudah mendapat pencerahan? Kau sendiri yang bilang sudah bisa melupakannya. Kau sendiri yang bilang kalau memang jodoh tidak akan kemana. Kau sendiri yang bilang kalau kau telah makin dekan dengan Allah dan merasakan ketenangan jiwa?”. Aku  mulai angkat bicara

“Tapi sakit rasanya hati ini !!”

“Bukankah itu akan menjadi penggugur dosa, kalau kau sabar tentunya.”

“Kenyataannya adalah ada wanita bersamanya. Banyak orang yang sudah mengetahui hubungan mereka berdua. Banyak yang mendoakan. Yang menyakitkan lagi dia memohon padaku agar hubungan kami jangan sampai diketahui orang”

Sepertinya nasehatku tadi tidak membekas.

“Kamu tahu semua itu dari mana? Dari FB kan? Dunia maya itu kan?”

“Iya dari FB. Tapi jelas banget. Semua kalau melihatnya juga tahu.”

“Sudahlah, kau tenangkan diri kamu. Jangan kau habiskan energimu untuk memikirkan dia. Kalau memang kau tahu itu akan membuatmu tersiksa. Yakinlah, akan ada pria lain yang lebih baik, yang akan mendatangimu. Yang akan mencintaimu? Bukankah lebih nyaman menjadi wanita yang dicintai?” Kuharap jurusku ini bisa menjadi pamungkas.

“Kau pikir melupakan itu semudah membalikkan telapak tangan !!” Nadamu mulai meninggi.

Aku merasa bersalah. Seharusnya aku lebih banyak mendengarkan kamu. Bukan memberimu nasihat yang tidak akan pernah bisa masuk. Karena kau sedang emosi.

“Maaf kan aku kalau aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik. Mungkin ini pesan terakhirku sebelum aku pergi. Allah kalau mencintai hambaNya, akan mengujinya. Kamu sedang diberi ujian, Allah cinta kamu.”

“Tapi..”

Aku pamit meniggalkanmu. Aku yakin kamu bisa menghadapi ini semua. Tentunya setelah hati dan pikiranmu jernih. Aku hanya bisa membantumu degan doaku.

_
*Salah satu dari 7 golongan itu adalah 2 orang yang saling mencintai karena Allah
Bandung, 10 Feb 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 Februari 2012 by in Cerita Fiksi, hikmah.
%d blogger menyukai ini: