.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Saudara, bukan Sahabat

#Cerita Fiksi

 Aku masih ingat, dan tidak akan pernah melupakkannya, bahwa kau pernah bilang padaku, kalau lebih baik menjadi saudara daripada menjadi sahabat, sebagaimana kau dengan adikmu, dengan kawan dekatmu. Dan kaupun memilih menjadikanku sebagai saudaramu, bukan sahabat. Deal. Aku pun menganggapmu sebagai saudaraku sendiri.

 “Aku akan sangat sakit hati ketika aku ga tau apa-apa tentangmu, diabiarkan menjadi orang kesekian yang tahu..”

Sengaja tidak aku hapus sms itu dan aku simpan di folder tersendiri. Sebagai dokumentasi, bukan pengingat. Kuhapuspun, aku tetap ingat.

Aku tak pernah lupa memberimu kabar ketika aku gembira, aku selalu berbagi padamu. Aku tak ingin menjadikanmu orang kesekian. Aku tak ingin membuatmu sakit hati gara-gara aku. Aku ingin menjadi saudara yang baik bagimu.

ga nyambung kan?

Aku selalui menandaimu dalam note-noteku. Mungkin saking terlalu seringnya, itu menuh-menuhin wall-mu. Aku tahu, kau menghapus noteku dari wall-mu. Tak masalah bagiku. Yang penting aku telah berbagi padamu, kamu telah membacanya. Tak penting itu kau hapus atau bagaimana. Aku ingin menjadi saudara yang baik bagimu.

Belakangan, kau sibuk dengan tugas akhirmu. Aku tahu kau begitu sibuk, tahu darimu. Aku tak ingin mengganggumu. Aku selalu berdoa, agar kau diberi kelancaran dalam menjalankan tugas besar itu. Aku bantu sebisaku tiap kalu kau minta tolong padaku. Kapanpun, bagaimanapun, dimanapun, selama aku bisa. Aku ingin menjadi saudara yang baik bagimu.

Seiring dengan putaran bumi pada porosnya, dan putaran bulan mengelilingi bumi, aku mendengar kabar kau telah menyelesaikan tugas akhirmu. Kau telah wisuda. Kau telah mengalami masa paling bahagia seorang mahasiswa. Doaku terkabul. Kau lulus cumlaude. Kau bahagia, akupun juga bahagia. Aku ingin menjadi saudara yang baik bagimu.

Kau tahu? Aku mendapat kabar itu dari kawanmu, kawan kita. Bukan darimu langsung. Kau tahu? Aku mendapat kabar itu lima hari setelah hari bahagiamu itu. Entah aku menjadi orang keberapa yang tahu. Jangan kau tanya, kau bahkan mungkin tak tahu.

“Aku akan sangat sakit hati ketika aku ga tau apa-apa tentangmu, diabiarkan menjadi orang kesekian yang tahu..”

Satu yang aku sesalkan, aku tidak bisa mengucapkan langsung momen bahagia itu, di hari spesial itu.

Aku berusaha untuk tidak sakit hati meski dibiarkan menjadi orang kesekian yang tahu. Dan aku tetap tidak akan membiarkan kamu menjadi orang kesekian yang tahu tentang aku. Tahu kenapa? Ah, pasti kau telah tahu jawabannya. Aku tak ingin membuatmu sakit hati. Aku ingin menjadi saudara yang baik bagimu.

🙂

Tak usah khawatir, aku masih tersenyum, kok.

Tak perlu minta maaf, aku telah memaafkanmu, kok.

————-

Bandung, 14 Feb 2012
H+5

Iklan

One comment on “Saudara, bukan Sahabat

  1. hanza
    21 Februari 2012

    Subhanallah…
    ane merinding baca tulisan ini kang 😀
    beruntung sekali bisa mndapatkan persahabatan spt itu…

    dan sampai sekarang pun aku masih mencari… mencari… dan mencari…
    sahabat sejati yang tak lekang oleh jaman, dan tak tergerus oleh kepentingan 😀

    Salut dg kang Kharis 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 Februari 2012 by in Cerita Fiksi, hikmah.
%d blogger menyukai ini: