.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Teh Tanpa Gula

Sepertinya dari judulnya, kau sudah bisa menebak apa yang akan saya ceritakan. Tulisan kali ini memang seperti yang tertera di judul. Tidak ada kejutan yang agak nyelweng dari judul. Kalau kau bosan, berhenti saja membaca sampai disini. Oke?

***

Eh, masih baca. Berarti kau memang ingin mendengar ceritsaya. Baiklah, jadi gini ceritanya…

Satu dari perbedaan Yogya (Jawa) dan Bandung (Sunda) adalah kesukaan dalam hal selera makan. Orang jawa suka yang manis-manis. Begitu katanya. Ada kawan dari Padang yang butuh waktu berbulan-bulan untuk menyesuaikan dengan makanan Yogya. Bahkan masakan Padang di Yogya pun terasa manis katanya.

Orang Sunda suka yang segar-segar. Suka makan lalapan, sayur-sayuran yang masih mentah belum dimasak. Ada becandaan begini. Orang Jawa bilang, “orang sunda tu nggragas ya, belum dimasak aja udah keburu dimakan”. Orang sunda balas, “orang Jawa tu lebih kasihan, makanannya aja sampe dipanasin berkali-kali (gudeg)”. Itu hanya becandaan. Toh banyak juga orang jawa yang doyan lalapan, begitu juga orang sunda yang doyan gudeg.

Kalau kau makan di Yogya lalu pesan minum putih, maka kau akan mendapatkannya dengan cuma-cuma. Bahkan di beberapa warung sudah tersedia teko berisi air putih lengkap dengan gelasnya. Kau habiskan begelas-gelaspun tidak akan diminta  untuk bayar. Pernah dulu ketika awal-awal ngekos, saya sering ke warung sambil bawa botol aqua saya, nge-refil. Lama-lama ga enak juga sama mbaknya yang jualan. Hehe itu masa lalu.

Beda lagi kalau di Bandung. Di sini bukan air putih yang gratis. Tapi teh. Baik banget ya orang Bandung. Tadinya saya kira suruh bayar. Ga pesen kok dikasih? Yaudah, diminum saja dan ternyata memang gratis. Ada yang terasa aneh rasa tehnya. Beda dengan yang di Yogya. Rasanya tawar, sedikit pahit. Tepat sekali, teh gratis ini dihidangkan tanpa gula.

Awalnya sempat risih juga lidah ini. Apa musti tiap ke warung bawa gula ya? Kata kawan yang pernah ke China, memang begitulah cara yang benar minum teh : gapake gula. Bahkan kata Babe, menghidangkan teh manis itu artinya tidak menghendaki keberadaannya (baca: ngusir secara halus). Baru tahu gue.

Lama-kelamaan bisa juga lidah ini bersahabat dengan teh tanpa gula. Tidak perlu berbulan-bulan seperti kawan dari Padang itu tapi cukup dalam hitungan hari. Bahkan gula yang sudah saya beli jarang saya gunakan dan belum pernah saya bawa ke warung. Ketika membuat teh sendiri malahan tidak saya kasih gula. Dan saya sengaja tidak minum teh sambil bercermin, agar tetap terasa tawarnya.

So, default pesan teh di Yogya adalah teh manis (bayar) dan default pesan teh di Bandung adalah teh tawar (gratis). Kalau pesan teh tawar di Yogya harus ditekankan “tawar”nya. Juga jangan harap pesan teh di Bandung akan mendapatkan teh manis.

Denger-denger, minum teh itu banyak khasiatnya. Kalau kau googling pasti bakal menemukan apa saja manfaat minum teh bagi kesehatan. Malahan lebih baik ketimbang minum kopi. Semoga saja sebulan di Bandung menjadi lebih sehat gara-gara sering minum teh.

Sekian ceritanya. Ga ada yang menarik bukan?

***

Suatu ketika malam minggu di sebuah warung di Yogyakarta…
Masnya : Minumnya apa ?
Zubaedah : Teh anget mas.
Paijo : Saya teh tawar mas.
Masnya pergi ngambilin pesanan 2 pelanggannya itu.
Zubaedah : kok teh tawar? Ga pake gula?
Paijo : udah terasa manis kok.
Zubaedah: kok bisa?
Paijo : kan ada kamu

 

15 Feb 2012

Habis minum teh tanpa gula


Iklan

One comment on “Teh Tanpa Gula

  1. Lydia
    8 Maret 2013

    Emang ga menarik (n)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Februari 2012 by in opini, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: