.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Menunggu

Beberapa kali saya melihat biodata yang berisi hal yang tidak disukai dan diisi dengan : Menunggu. Sepertinya banyak yang sepakat bahwa menunggu merupakan hal yang membosankan yang tidak menyenangkan.

Namun, orang yang cerdas adalah yang pandai memanfaatkan waktu selama menunggu itu. Naik kereta menunggu sampai tujuan bisa digunakan untuk membaca buku, mengumpulkan ide, atau bahkan menulisnya. Atau jika memang ngantuk, bisa dimanfaatkan untuk istirahat, tidur. Intinya, bagaimana kita memanfaatkan waktu menunggu itu. Bukankah hidup ini merupakan menunggu? Menunggu datangnya kematian?

Kalau disuruh memilih, saya lebih baik menunggu daripada ditunggu. Berusaha untuk begitu. Ketika meminta dijemput di stasiun, saya berusaha jangan sampai yang menjemput justru yang menunggu saya. Mengapa? Karena menunggu itu menyebalkan. Ketika saya membuat orang lain menunggu (apalagi lama) itu berarti saya membuat orang lain merasa tidak nyaman, merasa sebal.

Seapes-apesnya menunggu, sekasihan-kasihannya menunggu, sesebel-sebelnya menunggu  adalah ketika menunggu sementara yang ditunggu tidak tahu kalau kita sedang menunggu.

Pahamkan? Artinya kita menunggu sesuatu yang sia-sia.

Saya merasa kasihan dengan lagu Menunggu yang dibawakan oleh Ridho Rhoma. Ia menunggu tapi yang ditunggu tidak datang juga. Beda dengan lagu menunggu yang dibawakan oleh bapaknya, Rhoma Irama. Ternyata liriknya beda, ada yang dipotong. Rhoma Irama menyanyiannya duet dengan Rita Sugiarto. Ada lirik yang hilang dari lagu yang dibawakan oleh Ridho Rhoma meski judulnya sama.

Sekian lama aku menunggu
Untuk kedatanganmu
Bukankah engkau telah berjanji
Kita jumpa di sini

….
Memang sengaja ‘ku menggodamu
Ingin tahu hatimu
Senyumlah, sambutlah kedatanganku
Curahkan segala isi hatimu

So, kalau janjian sebisa mungkin tepat waktu. Jangan mendzolimi yang lain dengan membuatnya menunggu karena kita terlambat. Kalaupun terpaksa kita yang menunggu, siapkan hal-hal untuk memanfatkan waktu menunggu itu dengan sebaik mungkin. Jangan sampai kita menyadari begitu menyebalkan menunggu tapi kita sendiri suka membuat orang lain menunggu.

Semoga kau bisa sabar menunggu, dan yang kau tunggu tahu kalau kau sedang menunggunya.


🙂

Jaka Sembung ya? Ga nyambung ya?
Bodo’ah

Bandung, 20 2 12

Iklan

5 comments on “Menunggu

  1. nuniQ
    20 Februari 2012

    dasar ini kaga nyambung tulisannya,,,

    tapi ada sekitar 3 hikmah yang tersirat didalamnya. Adakah yang menemukan jumlah yg lebih banyak, ayo- ayo? *”________”a ini malah jadi kuis- kuisan, Ga nyambuuung…. 🙂

    • kangridwan
      20 Februari 2012

      B-)
      Pesan kan ga musti tersurat. Kaga nyambungpun buktinya bisa nemu 3 hikmah tersirat. Apa aja Nik?
      #penasaran.
      Ceritanya jurinya nih

      • nuniQ
        20 Februari 2012

        hahah oke,,,*semangat soalnya ini pasti menang kuiznya (gada tandingannya soalnya)|
        1. belajar tepat waktu kalau janjian, kasian yang nunggu
        2. kalau sedang nunggu mending dipakai hal2 yang positif, daripada melamun.
        3. jangan mau menunggu sesuatu yang tak pasti.|

        aku menangkan? yeaaaahhh..
        wan kok kalau nik yang komen itu pasti jelek deh tuh iconnya, masa yang marah2, itu gimana ngubahnya? (kalo ini pake lepi orang)

  2. Siti Lutfiyah Azizah
    21 Februari 2012

    kalo menunggu jodoh itu masuknya menunggu yang ga pasti ga?? 😀 #eaaaa

    • kangridwan
      21 Februari 2012

      kalo cewek menunggu, cowok menjemput.
      🙂

      #eaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 Februari 2012 by in hikmah, opini and tagged .
%d blogger menyukai ini: