.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Sahabat ?

#cerita fiksi

Mencari teman memang mudah pabila untuk teman suka
Mencari teman tidak mudah pabila untuk teman duka
(Sahabat, Rhoma Irama)

 

Kau tahu? Aku bisa mengerti perasaaanmu, bahkan ikut merasakannya. Hatimu terluka, bukan oleh musuhmu, bukan oleh pacarmu. Tetapi yang membuat hatimu sakit adalah dia, sahabat dekatmu. Dia berpaling darimu karena telah menemukan sahabat baru, yang mungkin menurutnya lebih nyaman bersamanya daripada denganmu. Sakit memang rasanya, aku tahu.

Diduakan oleh pacar, mungkin bisalah kemudian putus. Tapi diduakan oleh sahabat? Berat memang. Menjadi sahabat yang baik bukanlah menuntut, bukanlah pasif, bukanlah hanya ingin dimengerti. Sahabat yang baik ialah yang selalu ada ketika dibutuhkan, yang bisa mengerti sahabatnya. Aku tahu, kau sudah berusaha menjadi sahabat yang baik.

Sahabat yang baik akan merasa senang ketika ia senang, ikut sedih ketika ia sedih. Kau berusaha berlapang dada, meski dia mulai berpaling darimu. Kau senang melihatnya senang, meski tidak bersamamu sekalipun. Namun bagaimanapun, lama-kelamaan pasti rasa sakit di hati itu datang juga. Cemburu. Adanya cemburu membuktikan bahwa kau masih peduli. Kau memang sahabat yang baik.

Sayangnya, sahabatmu itu tidak bisa merasakan apa yang kau rasakan. Ia tak tahu kalau kau sakit karenanya. Bahkan sikapnya mulai berubah padamu. Ah, dia bukan sahabat yang baik bagimu. Menjadi sahabat yang baik memang perlu berkorban, bahkan korban perasaan sekalipun. Itulah yang juga pernah kurasakan. Mungkin kau tak sadar kalau kau pernah menyakitiku waktu itu, tapi aku mencoba berkorban untukmu. Sama seperti yang sedang kau rasakan : korban perasaan.

Aku ingin mencintaimu, mencintai saudara-saudaraku, seperti cinta ibu kepada anaknya: Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia. Meski susah, meski harus berkorban. Kini aku tau kenapa kau memilih menjadikanku saudara, bukan sekedar sahabat.

Aku hanya bisa mendengar ceritamu itu. Tak bisa berbuat lebih. Seperti biasa, aku hanya bisa memberimu nasehat. Semacam ceramah, khotbah, atau apalah tereserah kau namai itu. Nasihat yang aku dapat dari ngaji. Ngaji dari ustadz, dari sms mutiara, atau mungkin pernah nasihat itu datang dari kamu sendiri.

Kamu sedang mendapat musibah, maka ucapkanlah innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mengucapkan dengan lisan memaknai dalam hati. Bahwa semua yang kamu miliki sebenarnya adalak milik-Nya yang akan kembali kepadaNya juga. Terserah Dia kapan mengambilnya, bagaimana mengambilnya. Termasuk juga sahabatmu itu. Atau bahkan bisa jadi suatu saat aku akan diambil darimu. Maka bersabarlah.

Sepakatlah aku dengan Sahabat itu, mencari teman suka memang mudah. Tapi mencari teman duka tidak mudah. Kau menjadikanku saudaramu. Maka aku juga menjadikanmu saudaraku. Bahkan aku ingin menjadi lebih dari saudara. Masih seperti yang ada dalam lagunya Rhoma Irama itu :

 

Sesungguhnya nilai teman yang paling setia, lebih dari saudara
Itu hanya mungkin bila di antara kita seiman seagama
Seumpama tubuh ada yang terluka, sakitlah semuanya
Itulah teman yang setia dari dunia sampai surga

Bandung 24 : 2 = 12

2 comments on “Sahabat ?

  1. Siti Lutfiyah Azizah
    27 Februari 2012

    aku pernah denger ada ungkapan gini “seorang sahabat adalah ia yang ketika kamu telpon pada jam 4 pagi, tidak akan mengeluh atau membicarakanmu karena itu. sebaliknya, ia akan tetap mengangkat telponmu dan bertanya keadaanmu”

    kalo kupikir-pikir ternyata maksudnya itu kalo cuma sahabatlah yang akan mampu memahami kondisimu saat orang lain berkata dan berpikir lain..

    • kangridwan
      28 Februari 2012

      Sip !!
      sepatu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 Februari 2012 by in Cerita Fiksi, hikmah.
%d blogger menyukai ini: