.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Mbolang Mbandung

museum merdeka

#cerita ga penting.

Aku masih di masjid setelah shalat subuh. Bukan dzikir, bukan tilawah. Mata terasa berat teramat sangat gara-gara malem mingguan sampai larut: noton film di laptop. Duduk sambil terlelap. Semoga saja dihitung pahal iktikaf. Please ya malaikat…

“Wan, sudah ditunggu adik-adik, tuh !”

Astaghfirullah, aku baru ingat kalau pagi ini ada janji sama adik-adik TPA mau lari-lari. Aku meloncat dari tidurku. Rasa kantuk itu ikut meloncat dari mataku. Seperti bim salabim, hilang seketika. Di depan masjid sudah ada 4 anak lengkap dengan sepatu olahraga. Sandi, Angga, Dimas, dan Aden.

“Biasanya kalo lari-lari sampai mana?”

“Sampai Gasibu A’, ntar lewat jalan layang”, jawab si Aden.

Glek, jauh bener. Setauku gasibu tuh dekat Gedung sate. Di hari-hari pertama sempat nyasar bolak-balik jalan layang itu. Jalan itu juga yang sering aku pakai untuk ke ITB atau ke Unpad. Dan selalu pakai motor

“Oke, Deh !”

Aku bersiap-siap. Biar keliatan agak niat, aku pakai sepatu seperti mereka. Sayang disayang sepatu ket putih yang biasa kupakai sudah “diambil orang” beberapa hari yang lalu di masjid. Terpaksa lari-lari menggunakan sepatu resmi (sepulangnya, kakiku lecet-lecet).

Aku, Iqbal, Aep bersama 4 adik-adik itu memulai dengan doa dan pemanasan, lalu cabut!! Baru beberapa meter, Sandi yang badannya “subur” sudah ngos-ngosan. Ga kuat lari. Okelah, jadinya jalan kaki. Aku, Sandi, dan Angga yang kecil dan berkulit gelap itu berjalan di belakang.

jalan-jalan di jalan

Jalan Juanda juga ditutup : Car Free day. Taman Dago dipakai oleh anak Unpad untuk agenda hiburan, bukan demo. Meski menggunakan baju sragam kampus. Alhamdulillah, tidak hujan. Pagi ini terasa indah gitu.

Di Gasibu…

Tadinya aku kira Gasibu itu semacam lapangan untuk olahraga, untuk lari-lari, atau badmintonan. Ramai memang, orang sudah banyak yang berkumpul disitu. Namun bukan pada berolah raga, tapi tawar menawar. Ya, di sini ada Pasar Tiban. Semacam Sunmor-nya UGM. Capee deh. Mana ngajak anak-anak lagi.

Kami memutuskan ke utara, menuju monumen merdeka yang ada garuda pancasilanya itu. Disebelahnya kebetulan ada yang menyewakan motor mini berbentuk motor beneran. Mesinnya sepertinya mesin pemotong rumput seperti yang kubikin di kampus 2 semester yang lalu. Anak-anak pada merengek pengin naik. Oke deh, sebagai kakak yang baik : bayarin.

Poto-poto di monumen yang segaris dengan gedung sate itu, tidak terlewatkan : hukumnya Wajib!

Akhirnya kami pulang dengan barang beliannya masing-masing.  Iqbal dengan topi komando yang harganya 5 ribuan. Aep dengan seruling bambunya yang sama harganya dengan topi komando. Aku dengan topi unyu titipan Guru Jenius. Sementara itu Dimas & Aden membeli hewan kecil berwarna merah & hijau. Bukan. Bukan hamster. Tapi anak ayam.

Berhubung kaki udah capek akhirnya kami pulang naek angkot. Lagi-lagi yang ngajak jalan-jalan musti tanggung jawab. Hahay. Puas rasanya bisa bermain-main dengan adik-adik ini. Jadi serasa kembali ke masa kecil, kembali lebih muda.

Dimas duduk di depan, sebelah supir, dengan membawa kantong kresek hitam bersuara “pyok-pyok”, anak ayam berwarna hijau & merah yang ia beli. Turun dari angkot pak supirnya bilang gini

“Kalau mau mau disembelih ngundang undang ya!”

 

Bandung, 26 Feb 2012

Iklan

2 comments on “Mbolang Mbandung

  1. yourha
    28 Februari 2012

    rame2 lari pagi emg menyenangkan..
    waah..pagi2 sdah shopping2 ne..Mantaap hehehe

  2. Ulfa
    29 Februari 2012

    waah, udah kemana2 ki 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 28 Februari 2012 by in sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: